Yth. PT Telkom Tbk
Pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan keluhan saya mengenai fasilitas Indihome yang disediakan oleh telkom indonesia.
Sebelumnya, saya merasa terbantu dengan adanya fasilitas Indihome tersebut,dan saya pengguna yang sangat menikmati kecanggihan fasilitas ini. Pada bulan Maret 2015 lalu, saya mengajukan pemasangan Indihome. Dalam hal ini, saya sudah memiliki fasilitas telepon kabel dari telkom sudah lebih dari 8 tahun lalu. Pada saat saya akan memasang indihome, saya bertanya kepada petugas "Mas kalau mau pasang indihome harus pakai nomor baru kah? (Pasang tlp baru)". Petugas tersebut menjawab: "Mau pakai nomor lama juga bisa, Mbak, nanti tinggal ditambah internet dan TVnya saja". Demi kelancaran proses dan efisiensi selama pemakaian Indihome, saya memutuskan untuk mengguanakan nomor lama.
Bulan depan (September 2015) saya harus melanjutkan studi saya di luar kota, tentu saya akan jarang berada di rumah. Perlu diketahui, bahwa selama bulan Maret sampai detik ini (20 Agustus), pengguna dan penikmat fasilitas internet dan USeeTV Indihome di rumah hanya saya, sehingga saya memutuskan untuk berhenti langganan pada tanggal ini. Hal ini saya lakukan, karena ketika saya studi nanti, yang tinggal di rumah hanya kedua orang tua saya yang notabene buta internet dan hanya penggemar stasiun TV lokal. Namun posisinya disini, orang tua saya masih membutuhkan telepon kabel yang lama sebelum pasang Indihome. Atas dasar ini, saya mengajukan untuk berhenti layanan indihome dan kembali ke layanan telepon kabel biasa, mengingat orang tua saya yang sudah pensiun ini membutuhkan telepon kabel untuk komunikasi dengan kolega.
Saya mengajukan hal tersebut pada tanggal 19 Agustus 2015, dan hal ini tidak bisa di ACC langsung karena harus melalui persetujuan supervisor telkom (katanya petugas). Kemudian tanggal 20 Agustus 2015, pihak telkom menelepon dan mengabari bahwa pengajuan saya untuk kembali ke layanan telepon kabel biasa ditolak.
Menanggapi hal tersebut, saya hanya ingin menyampaikan beberapa hal:
1. Bagi saya sekeluarga, keputusan ini "tidak adil", karena kami sama sekali tidak diberitahu resiko ketika kami akan berhenti langganan Indihome jika kami menggunakan nomor yang lama, bahwa kembali ke telepon kabel biasa lagi tidak bisa. Bahkan di dalam surat pengajuan untuk berlangganan pun tidak ada pemberitahuan atau atu mengenai hal ini. Jika memang ada aturannya, kami sebagai pelanggan merasa tidak diberi penjelasan, sehingga terkesan pihak Telkom mengambil keputusan dan keuntungan sepihak. Hak kami sebagai pelanggan tidak dihargai.
2. Sudah bijakkah keputusan untuk tidak bisa mengembalikan langganan Indihome ke layanan telepon kabel biasa? Apakah penikmat setia telepon kabel biasa tanpa internet dan TV internasional yang sudah bertahun tahun Berlangganan harus kehilangan haknya untuk menjadi penikmat telepon kabel biasa lagi? Tidakkah lamanya kami langganan telepon kabel menjadi pertimbangan akan hal ini? Apakah orang tua yang sama sekali tidak mengerti internet, namun membutuhkan sarana komunikasi telepon kabel dan hanya berpenghasilan dari dana pensiun harus menanggung biaya Internet dan TV Internasional yang tidak dinikmati fasilitasnya? Sudah adilkah hal ini digeneralisasikan?
3. Internet mempermudah kerja kita, namun apakah orang tua yang mengoperasikan hp belum berwarna saja susah harus dipaksa untuk bisa mengoperasikan internet?
4. Kami menghargai visi misi telkom untuk bisa meningkatkan pelayanan dengan inovasi dan pengembangan layanan baru yang lebih berkualitas, namun kami lebih menghargai jika kebijakan inovasi dan pengembangan layanan baru ini diterapkan dengan berdasarkan kebutuhan masyarakat minoritas juga, tidak semata mata mengedepankan masyarakat yang berbisnis dan lain-lain.
Sekian dari saya, semoga bisa menjadi pertimbangan untuk memutuskan hal yang saya utarakan di atas, yang mungkin juga dialami oleh beberapa pelanggan. mohon tindak lanjutnya. terima kasih.