seen from United Kingdom
seen from Italy
seen from Türkiye
seen from Russia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Russia

seen from Netherlands

seen from Singapore

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Germany

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from China
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United States
Sorong Seperti Apa ? Ini Jawabannya
Sorong dimana ? -Sorong adalah salah satu kota di pulau Papua, masuk dalam provinsi Papua Barat bukan lagi Irian Jaya Barat. Sudah diganti namanya sejak jaman Bu Mega. Kalau buka peta, lihat mulutnya burung di gambar pulau Papua, nah disana terdapat kota kecil bernama Sorong.
Sorong bagaimana ? -Layaknya kebanyakan kabupaten di daerah Jawa. Penduduknya mulai padat, tapi belum sepadat di Jawa. Panas terik, tapi gak segerah Sby. Terakhir saya kesana, karena banyak pembangunan udaranya jadi lumayan berdebu. Tata kotanya masih belum sebagus Balikpapan. Jadi, saya berharap ada orang-orang yang ahli tata kota berkunjung kesana dan turut memperbaiki.
Hidup disana bagaimana ? -Biasa saja menurut saya. Bagi yang sudah menjadi orang perantau, pasti lebih mudah beradaptasi disana. Yang berbeda adalah ketika orang itu belum pernah merantau. Biasanya agak shock culture. Selain karena fasilitas yang mungkin masih tidak semudah di daerah Jawa, karakter orang-orang timur yang terbiasa berbicara dengan nada tinggi, terkadang membuat tidak nyaman. Kesannya jadi kelihatan seperti marah-marah. Tapi jangan khawatir, setelah beberapa bulan disana, anda akan menyadari keramahan dan solidaritas penduduk disana. Masalah solidaritas, keren lah. Dibandingkan sama yang diagung-agungkan di pengkaderan, jauh poolll.
Disana makan apa ? -Ini pertanyaan yang saya dapat waktu pertama kali makan bakso di Sby. Banyak yang mengira, penduduk sana hanya makan sagu. Faktanya, jangankan nasi, ikan asin, sayur asem, sayur bayem, tempe, nasi padang, nasi kuning, nasi goreng, rawon, bakso, soto lamongan, Coto makassar, sampai rujak cingur sudah ada disana. Jadi jangan khawatir kelaparan karena gak doyan sagu (kita nyebutnya papeda)
Pendidikannya bagaimana ? -Sorong termasuk kota dengan tingkat pendidikan lengkap selain Jayapura dan Manokwari. TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMU, SMK, MAN sampai perguruan tinggi swasta sudah mulai banyak disana. Walaupun fasilitas pendidikan gak semurah, semudah dan selengkap di daerah Jawa, tapi sudah jauh dari memadai. Beberapa yang mungkin terasa "sesuatu" terkait pendidikan disana adalah : 1. Karena distribusi yang mungkin masih sulit, alhasil buku pelajaran disana cukup mahal. 2. Karena buku mahal, akibatnya jarang ada murid yang punya buku pelajaran, hanya beberapa gelintir, yang mungkin orang tuanya cukup berpunya. Ini juga masih terjadi di Sorong hingga saat ini. Akhirnya murid2nya lebih memilih untuk foto copy buku milik gurunya. Tapi jangan berfikir juga kalo foto copy disana murah. Jaman saya SMA dulu, foto copy sekitar 250 rupiah per lembar. itu jaman dulu, antara tahun 2009-2012. Entah sekarang, mungkin sudah mencapai 500 rupiah. Ini yang dibutuhkan, kalo buku gak murah setidaknya FOTO COPY harganya yang “berkeprisiswaan”. hahaha. 3. Kalo di kampus, kita mikir “gak ada handbook, ebook pun jadi”. Tapi masalahnya adalah, disana ngenet mahal. jaman saya SMA (lagi), 1 jam harganya 10 rb. Itu 1 jam, dan jaman saya SMA. Entah sekarang sudah berapa. Jelas beda banget sama di jawa, yang setiap jam bisa kita lihat anak2 SD keluar masuk warnet untuk main game. Satu lagi yang jadi kebutuhan dalam sistem pendidikan di Papua. “Ngenet dengan harga merakyat”. 4. Kondisi Lab. Jangan kaget kalo nemu orang-orang yang bingung bahkan shock melihat alat-alat lab. Disana, mungkin beberapa sekolah sudah punya fasilitas lab. Tapi setiap kali praktikum, hanya sang guru yang menggunakan. Karena, alatnya cuma satu. Dan muridnya, jadi penonton.6. 5. Kualitas guru. Gak jarang guru biologi juga jadi guru fisika. jadinya, ngajarnya fisika kebiologi-biologian. Atau guru MTK ngerangkep jadi guru BK, akhirnya murid2 gak ada yang berani curhat. Bahkan, sering karena guru itu gak terlalu punya kompetensi di bidang yang “didobelinya”, endingnya sang guru hanya bercerita tentang hikayat, legenda dan kisah hidupnya. Kalau saja SPd dari PT besar di daerah Jawa, mau bekerja disana, mungkin murid2nya gak gaptek juga gaplab (gagap laboratorium). Transportasi kesana dan disana bagaimana ? -Berbicara tentang harga transportasi kesana, lumayan "sesuatu". Naik pesawat ke Sorong harganya hampir sama bahkan terkadang lebih mahal dari Indonesia ke Korsel. Pulang pergi jadi sekitar 2 dinar (silahkan di searching 1 dinar berapa rupiah) :) . Durasinya dari daerah Sby sekitar 7 jam, belum termasuk transit. Kalau berangkatnya dari Jogja atau Semarang, bisa lebih lama. Kalau pesawat dirasa mahal, bisa naik kapal laut. Harganya bisa setengahnya. Antara 800-1 jt, tergantung kelas yang di ambil. Ada 1 keuntungan istimewa naik kapal laut. Selain setiap hari bisa meredam stress, kita juga bakal diajak melihat wilayah Indonesia lain, seperti Balikpapan, Makassar, Manado, Bau-bau, Ternate, dsb. Durasi transit kapal biasanya sekitar 2 jam. Lumayanlah buat selfie dan mencicipi makanan khas sekitar. -Terkait transportasi disana, tergolong mudah dan murah. Bahkan lebih murah dari pada angkot di Sby, anti macet, dan nyaman. Berbeda dengan angkot Sby atau Jkt yang penumpangnya harus saling bertatapan, angkot sorong posisi duduknya seperti mobil biasa. Tapi ada 2 jenis angkot yang duduknya saling bertatapan. Angkot adalah salah satu kebanggaan orang Sorong. Karena angkotnya gaul, ada musiknya. hahaha. Bahkan jaman SMA dulu, kita sering me-level-kan angkot-angkot Sorong. Angkot yang gak ada musiknya, dan suaranya terdengar reot-reot, kta sebut angkot "baribut"(berisik). Angkot yang ada musiknya disebut angkot bagus. Angkot yang musiknya lagu-lagu Korea, disebut angkot gaul. hahahaha. Jadi, masalah transportasi, gampanglah. Gak seribet Sby.
Tempat wisata disana apa aja ? -Kalau anda sukanya sama daerah pegunungan, saran saya jangan memilih sorong. Gak ada gunung, adanya pegunungan. Tapi kalau cari yang berbau pantai-pantai, jangan ditanya deh. Sorong, destinasi yang tepat. Pasir yang putih, air yang hijau kebiru-biruan tidak sulit dicari. Juga tidak terhitung berapa jumlahnya. Di Sorong sendiri ada berbagai macam tanjung. Kalau mau suasana pulau-pulau, juga banyak. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah Pulau Matan, salah satu anak pulau Raja Ampat. Lama perjalanan sekitar 1 jam paling lama, naik spit. Harganya juga murah, terakhir kali saya kesana, harganya sekitar 3 ribu rupiah. Pulau ini hanya memiliki satu penghuni, masih asri. Jadi kalau kesana tolong jaga kebersihannya yah :) . Kalau mau yang lebih wah, Raja Ampat pastinya. Dari yang hanya sebatas jala-jalan menikmati pasir putih, sampai diving dan squba, ada disana. Silahkan memilih. Tapi siap duit aja.
Demikian sedikit info tentang Sorong. Kota berkembang ini, jika tidak dibangun oleh orang yang tepat, yang paham akan lingkungan, tata kota dan pembangunan, mungkin tidak lama lagi akan tercemar. Besar harapan orang-orang yang paham akan lingkungan, pendidikan, kesehatan, engineer turut serta membantu memajukan namun juga merawat kota-kota di Papua. Potensi besar, jika tidak diolah oleh orang yang ahli mungkin akan tenggelam bersama penjajahan bangsa lain. Ide besar, tanpa eksekusi, hanya di mulut saja, hanya di paper saja, hanya akan menjadi asap bersama dengan dibakarnya paper-paper itu karena sampah kertas sudah menumpuk. Semoga menginspirasi.