Review Meet & Greet “Menyambut Sang Buah Hati” (1)
Sabtu, 27 Agustus 2016 saya menghadiri kegiatan meet & greet “Mempersiapkan diri menyambut sang buah hati” (Rahasia menjadi orangtua cerdas, spiritual, psikologis, dan kesehatan) yang diselenggarakan oleh Youth Parent Movement bekerja sama dengan Klinik Brawijaya. Sebelumnya saya ragu mau ikut kegiatan ini karena saya belum punya anak, tidak sedang hamil, dan saya sendiri lebih tepatnya belum menikah. Sampai saya bertanya lagi apakah saya beneran boleh ikutan, dan tetehnya meyakinkan saya untuk ikut. Hihi makasih ya teeeh udah dimasukin ke kategori grup jadi dapet diskon, alhamdulillah. Berikut beberapa ringkasan materinya..
Materi 1 (Dr. Tauhid Azhar, M.Si.Med) Membangun karakter anak & orangtua sholeh dan cerdas berdasar aspek psikofisiologi dalam rangka mempersiapkan sang buah hati.
Kenapa sih kita harus menjadi orangtua yang sholeh? Tentunya untuk mencetak generasi yang sholeh juga. Jadi intinya sholehkan diri sendiri dulu. Gimana caranya? WHO AM I? Kenali dirimu sendiri, dengan mengenali diri maka akan mengenali kehadiran Tuhan dan melalui cara itu manusia menjadi makhluk yang mulia. Orang yang mengenal dirinya dan mengingat Tuhan maka hatinya akan menjadi tenang dan secara psikologis juga berpengaruh terhadap janin yang sedang dikandungnya bila pada ibu hamil. Seperti kita ketahui, masing-masing orangtua kan mewariskan sifat pada anaknya melalui DNA. Pembentukan DNA dipengaruhi oleh habits, behavior, dan environment exposure. DNA tersebut tentunya berpengaruh ke perilaku dan karakter seorang anak.
Jadi perhatikanlah.. pikiranmu, karena akan menjadi kata-kata.. kata-katamu, karena akan menjadi perbuatan.. perbuatanmu, karena akan menjadi kebiasaan.. kebiasaanmu, karena akan menjadi karakter.. karaktermu, karena itulah yang akan membentuk nasibmu. Kesimpulannya, - Anak yang nanti kita harapkan baik, tentunya berasal dari orangtua yang baik juga. Anak merupakan representatif nyata dari transformasi orangtuanya. - Doa tanpa ikhtiar adalah sia-sia, perlu karya nyata. - Salah satu bentuk karya nyata yaitu dengan ilmu. Sebagai calon orangtua, tentu mempersipakan ilmu merupakan salah satu langkah nyata dalam membekali diri menjadi orangtua.
Materi 2 (Ibu Fitri Ariyanti, M.Psi.Psikolog) Menyiapkan diri menyambut buah hati: tinjauan psikologi
Sebenarnya menjadi orangtua itu otomatis, pilihan atau keharusan? Naah faktor-faktor seperti nilai dan budaya seringkali membuat peran menjadi orangtua tidak disadari sebagai pilihan. Di luar negeri, pasangan yang telah menikah akan berdiskusi mengambil keputusan memilih akan menjadi orangtua (memiliki anak) atau tidak. Berbeda dengan di negara kita, setiap pasangan yang menikah pasti berencana menghasilkan keturunan. Anak adalah berkah dan kepercayaan dari Yang Maha Kuasa, juga jaminan keselamatan akhirat bagi orangtuanya.
Tentu saja ketika pasangan menjadi orangtua, akan banyak terjadi perubahan yaitu: 1. Perubahan identitas diri. Misalnya dari segi fisik, ibu yang telah melahirkan akan mengalami perubahan fisik dari yang perutnya singset jadi sedikit melar, dan perubahan lainnya. Lalu dari segi psikologis, yang sebelumnya memiliki anak kemudian lahirlah anak yang mendampingi ibu. Suatu masa transisi yang harus dihadapi oleh seorang ibu. Secara psikologis, post partum blues dan depresi post partum bisa terjadi karena sang ibu belum menghayati perubahan yang terjadi di dalam dirinya. 2. Perubahan situasi. Misalnya dari segi keuangan, dengan adanya anak berarti bertambah juga tanggungan suatu keluarga, juga situasi rumah yang asalnya adem ayem cuma berdua sekarang ramai dengan kehadiran sang bayi. 3. Perubahan peran. Peran sebelumnya hanya menjadi suami dan istri lalu berubah menjadi ayah dan ibu sehingga ada hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai orangtua.
Menjadi orangtua merupakan komitmen sepanjang hidup dan relasi yang super unik karena harus membuat ikatan dengan anak di awal kehidupan anak lalu kemudian melepaskan anak tanpa melepas ikatan. Kemampuan menjadi orangtua merupakan kemampuan sudah terberi (nature) dan harus dipelajari (nurture). Apa perbedaan induk binatang dengan orangtua manusia? Ekspresi emosi dan bahasa. Bisa kita amati bila kita berbicara dengan anak kecil pasti ekspresi dan bahasa kita secara otomatis akan berubah menjadi lebih halus.
Apa yang harus dipersiapkan secara psikologis untuk menjalani peran sebagai orangtua? Parental knowledge (pengetahuan, pemahaman, keterampilan mengenal anak dan bagaimana bersikap terhadap anak) dan parental awareness (penghayatan terhadap diri dan anak, kesadaran untuk berubah mengikuti irama anak). Menjadi orangtua adalah media untuk mengembangkan diri. Seiring dengan perkembangan anak, harus terjadi juga perkembangan dalam diri orangtua. Tahap demi tahap perkembangan anak menjadi proses belajar bagi orangtua, karena menjadi orangtua merupakan proses belajar berkelanjutan.
Bersambung ke materi selanjutnya...











