Saat Kamu Menggenap
May you always have plenty Your glass never empty And know in your belly You’re never alone May your tears come from laughing You find best friend worth having With every year passing He means more than gold May you win but stay humble Smile more than grumble And know when you stumble You’re never alone
27 Januari 2018, aku duduk terdiam melihatmu yang sehari-hari acuh terhadap penampilan kini berdandan cantik dalam balutan kebaya putih, menggenggam tangan Ibumu sembari mendengar syahdu, perjanjian suci oleh dia yang kala itu menjabat erat tangan bapakmu. Suasana di ruang tamu mendadak haru, barisan sahabatmu berkaca-kaca (mungkin juga baper, merindukan sebuah pernikahan hehe). Perasaanku mungkin persis saat dirimu juga menjadi saksi hari besarku dua bulan lalu. Hadirmu membawa keyakinan bahwa dialah insyaAllah yang terbaik untuk membimbingku di dunia hingga ke syurga.
Time is flying. Rasanya gak nyangka ya mbak, dari dulu kita berdua bermimpi untuk bisa nikah dekatan waktu, dan aku ingat kamu adalah orang yang kali pertama nangis, tau aku mau nikah. Mungkin sedih karena bentar lagi duniaku akan beda, sudah jadi milik orang lain. Namun justru aku malah senang, karena aku yakin kamu juga bakal segera menggenap. Dan ternyata benar, gak nyampe dua bulan, kamu kemudian menggenap dan jujur sedih juga kamu sekarang udah jadi milik orang lain (hiks-untung aku udah nikah duluan. Hahaha)
Bagi yang sedang membaca tulisan ini, semoga bisa semakin percaya akan kekuatan doa dan betapa maha adilnya Allah. Kalau ingat kisah kami berdua, rasanya air mata pengen meleleh terus, betapa besar nikmat Allah pada kami. Mulai dari kita berjuang bersama di Pare. Pada mulanya Mbak Arih yang ingin segera menikah, malah dapat kesempatan S2 duluan dengan beasiswa pada September 2017 kemudian menikah pada liburan semester pertama, Januari 2018. Sedangkan aku yang tahun itu menargetkan S2 dulu baru menikah, Allah takdirkan bertemu dengan si dia dan menggenap pada bulan November 2017 dan menyusul kemudian S2 dengan beasiswa pada bulan Februari 2018. See, Allah is the greatest and the best planner.
Untuk Saudariku Arih Afra Inayah, selamat melipatgandakan kebaikan bersama Mas Hendrik.
…barakallahu lakuma wa baraka 'alaikuma wa jama'a bainakuma fii khoir…
“By Allah, may He strengthen the sakinah wa rahmah we have for each other for the efforts to love and make our spouse happy and feel loved. I pray that we will be granted happiness by making them happy. And may jannah be the resting place, for us, with our soulmate 🌷 insyaAllah.”
6 Februari 2018. Salamku untuk langit Jogja.
miljoen knuffels en kusjes uit Wageningen!












