fanart Todoroki Shouto
august 17 is Indonesia Independence day, so I draw him in PASKIBRAKA uniform <3
ikemen
seen from China
seen from Netherlands

seen from China

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Spain

seen from Netherlands
seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from United States
seen from Czechia
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from Guatemala
seen from China
seen from Germany
seen from China
seen from Singapore
fanart Todoroki Shouto
august 17 is Indonesia Independence day, so I draw him in PASKIBRAKA uniform <3
ikemen
17 August, 2017
Today is Indonesia's 72nd independence day!!
Eraa isn't a very patriotic person, but she does indulge herself in the day.
She usually props up the Indonesian flag on her balcony and wears red & white if she goes out. She also sings along to national songs with Matthew.
Berawal pada 06 Februari 2016, kami lahir dari mimpi yang sederhana. Berangkat ke setiap perlombaan hanya dengan seragam sekolah, tanpa jas kebanggaan, namun membawa keyakinan yang tak pernah kehilangan arah.
Hari-hari kami ditempa oleh peluh, langkah demi langkah diiringi doa. Jatuh menjadi pelajaran, bangkit menjadi kebiasaan, hingga setiap perjalanan pulang tak lagi membawa lelah, melainkan prestasi yang berbicara atas nama perjuangan.
Waktu terus berganti, generasi baru terus lahir, namun semangat yang dahulu dinyalakan tak pernah redup. Api itu kini berpindah dari satu jiwa ke jiwa yang lain, menjaga Magenta tetap hidup.
Sebab Magenta bukan sekadar nama. Ia adalah rumah bagi setiap mimpi, saksi dari setiap air mata dan tawa, serta kisah tentang keberanian yang terus tumbuh, kebersamaan yang tak lekang oleh waktu, dan perjuangan yang akan selalu abadi.
one for us, one for Magenta.
Foto ini menyapu saya kembali ke siang-siang yang terik, latihan yang basah kuyup keringat, perintah-perintah tegas, dan gelak tawa pelan yang terselip di antaranya.
Duduk lesehan di lapangan beton retak, dikelilingi rekan-rekan yang menahan ritme tanpa henti yang sama, kami mencuri pandang ke arah instruktur senior saat berani.
Hidup terasa mendasar saat itu: dorong melalui rutinitas, istirahat sebentar, mulai lagi—dan pulang ke rumah lelah namun puas secara diam-diam.
Di sana saya berada, tepat di tengah mereka—mengenakan seragam biru-merah, topi tinggi, ambisi masih mentah dan belum dipoles.
Masa depan terbentang tanpa akhir di hari-hari itu; sekarang, masa lalulah yang datang tanpa diundang dalam mimpi saya.
Akhir-akhir ini saya terus bermimpi tentang sekolah lagi. Saya bangun kebingungan, seolah-olah baru saja meninggalkan koridor yang bergema, mendengar denting bel tajam, atau berdiri tegap di bawah matahari pagi.
Dari psikologi dan interpretasi mimpi, kunjungan berulang ke kelas ini sering menandakan nostalgia yang lembut—untuk masa ketika beban terasa lebih ringan, ketika harapan dunia belum sepenuhnya bertumpu di bahu kita.
Mimpi itu juga bisa berbisik bahwa pikiran sedang memproses pelajaran yang belum selesai, emosi yang belum terselesaikan, atau bahkan pertumbuhan baru yang sedang terjadi sekarang, tersamarkan dalam bentuk rutinitas lama yang familiar.
Terkadang mimpi itu hanya mencerminkan panggilan jiwa yang tenang untuk terus belajar, meskipun "sekolah" itu kini berubah bentuk sepenuhnya.Namun kebenaran tetap teguh: meskipun kenangan sesekali menarik saya ke belakang, saya benar-benar damai di masa kini ini.
Bekerja, maju selangkah demi selangkah, berkembang dengan cara yang tak terbayangkan oleh diri saya yang berusia enam belas tahun. Masa lalu layak dikunjungi dengan kelembutan dan rasa syukur, tapi bukanlah rumah untuk berlama-lama.
Hidup harus terus bergerak maju.Seperti formasi Paskibra yang tak boleh terhenti di tengah langkah, kita maju—sengaja, tegas—sesekali melirik ke belakang dengan senyum pelan: bukan karena penyesalan, tapi dalam ucapan terima kasih yang mendalam untuk setiap momen yang membentuk kita.
Dan di foto itu, ya—itulah saya, sedang menggigit, memakan roti yang disalurkan dalam estafet kecil kami.
Pendaftaran Calon Paskibraka 2026 Kota Tangsel Tahun 2026
Kabar baik bagi pelajar kelas X (sepuluh) di Kota Tangerang Selatan. Pendaftaran Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 resmi dibuka. Kesempatan ini menjadi momen bergengsi bagi generasi muda yang ingin ambil bagian dalam upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2026. Pendaftaran dibuka selama 14 hari sejak pengumuman diterbitkan, sehingga calon peserta diimbau…
Gemilang di Tingkat Provinsi, Tim Paskibra SMAN 6 Mataram Raih Juara 1 Madya dan Juara Bina 1
Beritalidik ( Mataram ) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Negeri 6 Mataram. Tim Paskibra sekolah tersebut berhasil meraih Juara 1 Madya dan Juara Bina 1 dalam dua ajang bergengsi Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) tingkat SMA/MA se-Nusa Tenggara Barat (NTB). Juara 1 Madya diraih pada ajang LKBB yang diselenggarakan oleh Purna Paskibra Indonesia (PPI) NTB di Gelanggang Pemuda…
Ratusan Pelajar Seluma Ikuti Simulasi Awal Seleksi Paskibraka 2026
Ratusan Pelajar Seluma Ikuti Simulasi Awal Seleksi Paskibraka 2026 Kantor-Berita.Com|| Sebanyak 145 pelajar kelas X SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Seluma mengikuti Simulasi Bersama (SIBER) Paskibra Sekolah yang digelar oleh Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Seluma, Minggu (7/12/25). Kegiatan ini menjadi ajang persiapan awal bagi pelajar yang bercita-cita…
Pemrov Sulsel Apresiasi Dua Paskibra Nasional
SULSEL, SAORAKYAT—Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatmawati Rusdi, memberikan apresiasi kepada dua anggota Paskibraka Nasional 2025 asal provinsi tersebut, Aliah Sakira dan Nadhif Infanteri Ibha. Keduanya yang telah mengharumkan nama Sulsel di Istana Negara Jakarta, kini mendapatkan beasiswa berupa tabungan pendidikan penuh hingga lulus jenjang SMA. Penghargaan ini disampaikan Fatmawati…