Praktikum pedodonsia ini adalah praktikum kedokteran gigi anak. Saya baru menemuinya di semester 5. Praktikum pedodonsia ini salah satu praktikum yang berkesinambungan, artinya kita melakukan suatu pekerjaan yang berkesinambungan.Jika sekali saja kita tidak masuk, maka mungkin tahapan pekerjaan kita akan tertinggal oleh teman yang lain. Berbeda jika dibandingkan dengan praktikum radilogi, farmakologi atau DSP7 yang setiap praktikum pertemuannya berbeda beda materinya dan tidak ada unsur kesinambungnnya. Aku disini ga akan detail ngejelasin ttg praktikum dari awal requirement sampai akhir, lebih fokus ke kesan apa dan sedikit gambaran yang kamu dapetin di Prakt pedo ini.
Oke baiklah kita mulai kisah keseruannya dari pra-Praktikum Pedo. 2 minggu sebelum memasuki semster lima tiba tiba hadir di jarkoman grup angkatan bahwa untuk praktikum pedo kami harus mengumpulkan gigi sulung 2 regio*. Kami bebas memilih regionya yang penting 1 regio atas dan 1 regio bawah dan mahkota giginya harus bagus kinclong bak batu pualam.. ehe. Kami juga harus mencari gigi anterior dengan karies media, gigi molar atas dan bawah yang masih tertutup kavum pulpanya, dan gigi molar pertama dewasa. Acc dijadwalkan 3 hari di satu minggu sebelum masuk kuliah. #WAKWAW. Terjadilah huru hara bumi gonjang gannjing di grup angkatan, ramai lancar oleh tanggapan dan komentar komentar serta pertanyaan pertanyaan yang membuncah meleber leber bagai air bak yang kepenuhan… ehe. Knp begitu? Karena kami terlalu panik, ketika jarkoman itu muncul otomatis yang ada di benak “ gue harus kemana cari gigi?” dan sedikit banyak ‘cari gigi’ itu menghabiskan banyak waktu,tenaga, dan pikiran, juga uang.
Sekarang kita masuk ke Praktikumnya ya. Praktikum ini menggunakan lab yang sama dengan Praktikum Konservasi/Operative Dentistry. Lab Pedo berisikan meja yang di desain mirip dental unit, ada kepala vantumnya juga namun di Praktikum pedo ini kami masih ekstra oral (pekerjaan diluar mulut) artinya kami berlatih dengan tidak di terapkan di mulut dan dimensinya. Duh rebet amat ngejelasinnya -__- ya pokoknya gitulah. Praktikum Pedo ini dalam satu angkatan dibagi 2 grup yang berjalan bergantian namun tetap dalam satu hari yang sama. Aku kebagian grup siang, Grup nelangsa sengsara sejagat raya dan hina dina seluruh dunia maya…#Bhay! haha. Kenapa gitu? Iyalah, di grup siang itu biasanya dosen/residen yang nge-acc itu sedikit dan gak lebih banyak dari grup pagi. Ada beberapa ciri khas prakt pedo,lebih tepatnya budaya khas yang unik dan menarik dan tentunya Lucu kayak aku yang unyu unyu… huek. Apa aja? Yuk cekidot
Kalo udah ngantri acc pedo ituu…… ibarat dari masih maba (mahasiswa baru) sampai Wisuda. Haha lebay! Gak deng. Gak salah Lagi!! Kenapa bisa ya antriannya puanjaaaang ngeutz kek gitu? Karena mungkin pekerjaanya yang tidak terlalu sulit dan dokter yang meng-acc nya sedikit bahkan di grup siang seringnya hanya ada satu dokter yang meng-accnya huhu L. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit sehingga kami cepat dalam mengerjakannya. Berbanding terbalik saat meng acc kan, mungkin 1 anak bisa 2 menit berada di dalam atau lebih. Jadi laju antriannya terhambat. <- Apa banget kalimatnya sok fisikawan. Ngok!
Senggol Bacok sebelum ngantri.
Eaak… menurut aku ini paling seru sih. Soalnya aku kompetitif banget orangnya kalo udah ambis ambisan kayak gini wkwkwkw. Jadi ceritanya gini, Sebelum praktikum dimulai kami ada sedikit presentasi oleh kelompok yang maju pada gilirannya. Presentasi sekitar 30 menit menggunakan proyektor dan kami duduk di meja prakt masing2. Terkadang disuruh maju kedepan agar slide dapat lebih terlihat. Ketika presentasi selesai dan tidak lagi ada pertanyaan, dosen akan mulai berkata perkataan yang sakral untuk didengar dan kami bersiap dari segala penjuru dan posisinya masing2 sambil memegang baki acc tak lupa buku praktikum yang sudah diberi tanggal pada kolom acc. Perkataanya adalah……
“Ya, terimakasih untuk presenter…
Dann kompetisi dimulai…!!! Priiit!!!
Dari mulai yang duduk paling dekat dengan ruang dosen, sampai yang lagi ngupil di pojokan semua berlari sprint. Bayangkanlah seperti ini, kamu lari dengan memegang baki acc (berukuran 30x20cm) yang didalamnya ada vantum pekerjaan kita, sonde, lecron, buku acc dan pulpen dengan rambut diikat atau jilbab dalam slow motion berlari pelan sambil lihai menyelipkan diri diantara meja meja praktikum dan orang orang yang berlari pula demi mencapai antrian awal depan ruang dosen. Bayangkan! Dengan slow motion dan backsound we are the campion! Dan kemudian kamu play lagi dengan kecepatan normal akan terjadi bak! bik! buk! baku hantam. Ada yang menyenggol kepala vantum dimeja hingga Itu terjatuh, ada yang saling mnginjak orang hingga terjadi lebaran disana (re: maaf maafan), ada yang terlalu sprint hingga remnya jebol dan menabrak tembok dekat ruang dosen, ada juga yang sibuk berdiam diri dimejanya dan teriak teriak mencari temen gengnya sambil berkata “ woy! Tag! Gue belakang lo ya!” <- ini kompetitif banget anaknya -__-
BHAHAHAHAHHA!!! Lucu gak?
Sudah malam ikan bobo. Zzzzz
Ini masih tentang antrian, karena antriannya sangat panjang mengualar sampai sampai yang antri bukan lagi orang. Tapi ular. Eh salah! Tapi bakinya yang ngantri dijejerin sampe mirip ular tangga tapi gaada tangganya #hapasih. Cuma 5 orang di antrian awal aja yang ada orangnya, antrian dibelakangnya cupulah baki nya saja. Pemiliknya sedang mengerjakan pekerjaannya di mejanya. Hehe. Jika orang pertama tadi telah masuk ruang acc, begitu keluar dia langsung kebelakang dan menaruh bakinya di antrian baki paling akhir. Kemudian dia membawa vantumnya dan bekerja dimejanya.
Seperti tadi sudah dibilang di awal, mencari gigi untuk preparasi buka kavum artinya mencari gigi anak dengan mahkota bagus dan akar belum jebol. Susahnya naudzubillahi min dzalik deh! Caya deh ma aqu! Coba pikir, kira kira penyebabnya apa sampai gigi anak harus dicabut dengan keadaan mahkota dan akar yang masih bagus?.Satu gigi aja udah ingin die rasanya. Disuruh cari 2 gigi yang masing masing gigi atas dan gigi bawah. Beruntungnya aku, satu gigi untuk buka kavum aku dapatkan gratis dari toples yang aku titipkan di salah satu puskesmas di kota Bandung. Ihiyy Alhamdulillah… wa Syukurillah… bersyukur padaMu ya Allah. Temen temen yang lain sampai rela merogoh kocek agak besar untuk memangku gigi yang satu ini. Bahkan teman malaysia ada yang berani beli seharga 450rb demi gigi buka kavum ini. UWOW!
Dokter Cantik, ganteng dan baik
Duh kalo yang ini… Aku banget dimasa kini dan masa depan…ehe. Iyalah dokter pedo kan udah terkenal baik baik, lembut. Lha wong biasa ngadepin anak kecil masa marah dan kasar? Yang ada anaknya nangis terharu… eh nangis takut maksudnya. Kesannya penantian mahasiswanya dalam antrian panjang nan membosankan itu kandas ketika pekerjaan kita di acc lalu dipuji dan diberi nilai besar. Kalaupun tidak di acc, mereka memberitahunya dengan lembut dengan kata kata yang kami pun tahu itu adalah kata kata penyemangat dan menyembunyikan untuk mengatakan bahwa pekerjaan kita jelek. Dan masih berlaku yang hukum alam yang berbunyi “ Semakin sering lo masuk ke ruang dokter, ke dokter yang sama, dengan pekerjaan yang sama maka pada akhirnya lo akan di acc.” Tafsiran dari hukum ini adalah, misal pekerjaan kamu jelek dan ga di acc pertama, balik lagi acc kedua dan kamu blm di acc juga, balik lagi ke tiga dan doi bilang masih belum, dijamin yg keempat dengan segala ketulusan dan kebaikan hati dokternya pasti acc tp sambil bilang pekerjaan masih kurang bagus dan ini itu bla…bla…bla…. Yang penting hati senang walaupun tak punya uang kan? Eh maksudnya hari senang kalo udah acc, masalah perbaikan nanti bisa dilatih lagi dirumah hehe. Makasih dok! Terharu… huhu.
Mungkin segitu kisah yang masih teringat dari pengalaman praktikum di bagian Pedodonsia. Oke aku setuju jika dalam prakt ini mengajarkan lebih banyak pelajaran kehidupan berharganya daripada kisah konyolnya. Apa yang aku ceritakan diatas adalah kesan unik tak terlupakan yang aku dapatkan dari Praktikum pedo ini. Apa yang aku kerjakan dimasa lalu gak akan sia sia kan? Iya sekecil apapun itu pasti aku akan dapat merasakan balasaanya baik diwaktu dekat ataupun nanti. Mungkin pemikiran cetek di masa menjadi mahasiswa ini akan berubah menjadi sedikit lebih dalam dari waktu ke waktu dan kemudian aku akan mengerti, betapa konflik mahasiswa pre-klinik tak seberat konflik mahasiswa profesi, begitupun setelah menjadi dokter akan merasa bahwa konflik terberat adalah pada masa itu.
Good bye Praktikum Pedo yang gaada dua nya.