#27 Dear Amanah
Aku tahu untuk menjagamu sungguh tak mudah
Tentang apa-apa yang hari ini kumiliki, yang kudapati
Apapun itu, sekecil apapun bentuknya
Sungguh, atas kelemahan diri ini, aku masih seringkali terlena
Ketika diluar sana ada yang lebih banyak berjuang, mati-matian
Entah atas nama Tuhan-Nya, agama-Nya, atau bahkan orang-orang disekelilingnya
Memilih jalan-jalan terbaik berdampingan denganmu, untuk sebuah misi abadi
Sedangkan aku masih sibuk dalam distraksi ini, sibuk dengan diri sendiri
Kumohon... bersabar yaaa, biar kurapihkan dulu satu persatu apa-apa yang masih mengganjal pergerakanku
Karena jujur menjagamu sungguh tak mudah, tapi aku juga tak ingin menyerah
Ya... ku yakin Allah tahu bahwa kita memang ditakdirkan untuk saling berdampingan
Meski seringkali aku merasa tak percaya diri, merasa semuanya berat sekali
Dengan segala kurangku dan setiap kebodohanku
Tolong berbaik hati untuk menungguku ya, akupun tak ingin mengecewakan harapan itu
Semoga masih sempat untukku menuntaskan, semoga Allah masih izinkan
Terimakasih sudah membuatku mengerti, apa arti sesungguhnya perjuangan, sebuah pemantasan
"Sesungguhnya kami telah menyampaikan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Semuanya enggan memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Lalu dipikul amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh" (QS. Al-Ahzab:72)
Ditulis di Cilacap malam ke duapuluh sembilan 1441 H
Cilacap, 20 Juni 2020 (22.22)


















