Ngomong-ngomong masalah Pemila UI, sangat menarik sekali. Sebagai alumni baru tentunya, ini kali pertama aku mengikuti pemilihan ketua alumni. Tersiar kabar di sosial media bahwa pemilihan ketua alumni kali ini begitu prestisius, banyak di antara ketua ikatan alumni kampus lain juga memiliki jabatan yang cukup strategis di kancah perpolitikan tanah air. Posisi Ketua Alumni yang diduduki oleh para pejabat negara itu tentunya merupakan hubungan timbal-balik yang baik bagi kampus dan alumni – hubungan yang baik antara kampus dan si empunya jabatan tentu akan membuka berbagai peluang bagus di masa yang akan datang, terserapnya tenaga kerja dengan mengutamakan alumni (alumni first), peluang magang untuk mahasiswa yang belum lulus, atau program-program pemerintah terkait bidang pendidikan bisa diutamakan untuk diberikan kepada kampus. Lalu kira-kira apa untungnya untuk si empunya jabatan yang menduduki posisi sebagai ketua ikatan alumni, tentunya politikus harus dekat dengan kampus untuk meningkatkan imej berpendidikan dan peduli dengan pendidikan – selain itu memiliki hubungan yang baik dengan kampus akan membantu menerbitkan rekomendasi-rekomendasi, saran yang menguntungkan di masa akan datang terutama di tahun politik seperti pemilihan presiden, pemilihan jabatan strategis lain yang sering dilakukan di dalam negeri.
Kembali ke Pemila UI, pemilihan kali ini cukup menarik dengan tujuh kandidat yang mencalonkan diri sebagai Ketua Alumni Universitas Indonesia (ILUNI). Adapaun calon kandidat Ketua ILUNI; (1) Boni Hargens – FISIP 2001, (2) M. Pradana Indraputra – FEB UI 2010, (3) Ivan Ahda – Psikologi 2003 & SKSG 2010, (4) Ratu Febriana – FIB 1996, (5) Rapin Mudiardjo - FH, (6) dr. Dewi Pupitorini, (7) Pramudya A Oktavinanda, S.H., LL.M, Ph.D – FH 2001.
Pemilihan diberlangsungkan selama dua hari, terhitung sejak pukul 12.00 WIB, tanggal 23 Agustus 2025 hingga 24 Agustus 2025 pada pukul 12.00 WIB. Sebelum pemilihan diberlangsungkan, timses paslon sudah mulai bergriliya untuk mengajak para-alumni untuk mengunduh aplikasi UI Connect yang akan digunakan sebagai media e-vote, para-alumni diajak untuk memverifikasi akun UI Connect mereka supaya bisa terdaftar sebagai DPT yang sah dan kemudian bisa melakukan voting. Verifikasi akun UI Connect cukup mudah, user hanya perlu memasukkan data diri seperti nama, nomer telpon, alamat email, data jurusan, tahun masuk dan lulus serta memasukkan data pendukung sebagai bukti bahwa benar user merupakan alumni dari Universitas Indonesia. Setelah data masuk, selanjutnya bagian fakultas akan memverifikasi data dan user siap untuk melakukan voting di tanggal 23/24 Agustus.
Ditelusuri dari laman Instagram calon Ketua ILUNI, nampaknya semua paslon gencar melakukan kampanye di sosial media, diantaranya juga menghadiri undangan podcast, melakukan pertemuan-pertemuan kecil dengan berbagai alumni fakultas lainnya untuk meningkatkan dukungan. Timses paslon juga melakukan pendekatan personal dengan mengirimkan profil paslon tertentu melalui pesan whatsapp – dan semua sah-sah saja dalam menggait voters yang belum menentukan arah dukungan.
Dua hari sebelum pemilihan berlangsung, di group whatsapp alumni fakultas Saya tersebar hasil survei elektabilitas kandidat Calon Ketua ILUNI 2025-2028. Survei daring yang diadakan oleh Survego menunjukkan paslon nomor dua, M Pradana memimipin perolehan suara dengan presentase sebenar 35%, di ikuti oleh Paslon nomer tiga sebesar 27, 8 % dan paslon nomer lima dengan perolehan presentase suara sebanyak 24,3 %. Sementara itu dua paslon Perempuan meraih presentase perolehan suara paling kecil.
Mengacu dari followers Instagram kedua paslon Perempuan yang kurang dari dua ribu, bisa diartikan branding personal dua paslon Perempuan kurang bisa menyaingi paslon lainnya yang memiliki followers diatas sepuluh ribu. Sedangkan semua akun paslon lain sudah centang biru (verified) sebagai salah satu bukti keseriusan branding diri dalam pencalonan sebagai Ketua ILUNI UI.
Sosial media memiliki peran besar dan menjadi sumber informasi utama dalam menentukan arah pilih voters’ pada era saat ini. Sehingga kesungguhan paslon dalam mengelola sosial media menjadi poin tersendiri bagi para voters, tentunya disamping visi-misi yang dikemukakan oleh para Calon Ketua ILUNI.
[ELECTIONS DAY] Selama dua hari pemilihan berlangsung, aplikasi UI Connect mengalami kendala yakni sulit masuk (login) ke aplikasi untuk melakukan voting. Setelah beberapa kali mencoba login – logout akhirnya bisa masuk ke aplikasi UI Connect dan melakukan voting. Hal sama dirasakan oleh user yang lain, berdasarkan laporan dari timses paslon yang tertuang dari surat keberatan yang diajukan.
Tidak perlu waktu lama, meskipun hasil resmi belum diumumkan. Hasil perolehan suara sementara sudah tersebar melalui pesan whatsapp. Paslon No 7, Pramudya A Oktavinanda mengungguli perolehan suara Pemila UI. Hasil perolehan suara ini cukup mengejutkan berbagai pihak, terlebih survei memprediksi Paslon 2 yang berprofesi sebagai Penasihat Khusus di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) akan memenangkan perhelatan ini. Rupanya dukungan Bapak Bahlil Lahadalia belum cukup untuk meloloskan Mas Dana sebagai Ketua ILUNI.
Yang juga menarik untuk dibahas ialah dinamika pasca Pemila diselenggarakan, pasangan Paslon nomer urut satu hingga enam bersama-sama melayangkan surat protes, keberatan, somasi atas penyelenggaraan Pemila UI dan meminta untuk melakukan audit menyeluruh terhadap hasil akhir Pemila. Atas surat-surat tersebut, Munas X ILUNI UI melakukan skorsing selama 7 hari. Adapun poin-poin somasi dan keberatan paslon diantaranya ialah;
Terdapat akun yang bukan Alumni UI (masih mahasiswa UI) namun dapat menggunakan hak pilihnya melalui sistem UI Connect;
Proses validasi akun tidak prudent dan akuntabel, sehingga menimbulkan potensi kecurangan sistematis;
Tidak adanya mekanisme audit independen yang dapat menjamin integritas dan keabsahan data hasil pemilihan.
Banyak alumni Universitas Indonesia tidak dapat menunaikan hak pilihnya karena mengalami kendala teknis dalam mengakses aplikasi UI Connect.
Terjadi serangan terhadap server UI Connect, yang menimbulkan gangguan signifikan terhadap kelancaran dan keamanan proses pemungutan suara
(sumber: surat somasi & surat keberatan yang ditujukan kepada SC&OC Munas ILUNI)
Sementara itu rilis dan ucapan selamat telah bergulir kepada Paslon No 7 Pram & Syita. Bahkan paslon Nomor 4 juga secara resmi mengucapkan selamat dalam unggahan sosial medianya pada tanggal 24 Agustus lalu – walaupun timsesnya juga melayangkan surat keberatan pada Pemila UI. Pemila UI kali ini cukup dinamis, hasil akhirnya sama-sama kita nantikan pada Keputusan panitia pada hari sabtu/minggu (30-31/08).