Mengapa sulit menjadi pendengar yg baik?
Karna lebih enak curhat dari pada d curhatin. Iyakan? ngaku aja hahaha.
Di era globalisasi yg serba canggih ini tidak dapat di pungkiri proses kemunikasi semakin mudah melalui media social, hp, dll. Sebagai homo-luden atau makhluk yg suka bersenang-senang, manusia menyukai untuk di akui. Mengejar eksistensi tidak segan di lakukan entah ini hal yg positif/sebaliknya.
Sebagai orang yg cukup mengenal banyak orang tapi sangat sedikit yg dekat, & suka menyendiri membuatku berpikir apakah saat ini komunikasi benar-benar terjalin? Atau hanya sebatas menjawab untuk menanggapi, perasaan hanya ingin di dengar tanpa sadar sudahkah menjadi orang yg mampu mendengar dengan baik?
Kursus public speaking ada tapi tidak ada kursus mendengarkan. Terlebih lagi saat saat lawan bicara menunjukkan emosi tertentu, mungkin kamu sudah tak ingin bertanya.
Dalam proses komunikasi, ada yg membuat orang2 merasa nyaman yaitu di dengarkan, & mendengar. Sudahkah kamu melakukan ini?
Apa pernah bertanya-tanya mengapa orang yg kamu anggap mampu mendengarkan cerita kamu merasa tidak nyaman atau bahkan gelisah? Apa kamu adalah tipe orang yg slalu ingin di dengarkan bahkan mendominasi percakapan? Sudahkah kamu menjadi pendengar yg baik? Kapan seseorang dapat di sebut sebagai pendengar yg baik?
· Empati, proses ini berlangsung saat kamu mendengarkan dengan seksama apa yg lawan kamu bicarakan.
· Tidak bercerita tentang masalah kamu sampai lawan bicara selesai.
· Menanggapi apa yg perlu di tanggapi bila kamu sanggup.
· Saat berbicara tatap muka, pastikan bahasa tubuh menghadap dia, & jangan mengecek hp kalau tidak perlu. Saat dimana kamu terus-menerus mengecek hp membuktikan bahwa kamu tidak tertarik sama apa yg dia bicarakan.
· Bertanya dahulu untuk membuat lawan bicara lebih nyaman seperti :
“Ada apa?” “Kamu kok kelihatan sedih?” “Kamu sudah punya solusi?”
Kalau kamu mampu melakukan hal kecil ini, orang akan senang berbicara masalah mereka ke kamu.
· Jangan mengatakan :
“Ah kamu berlebihan” “Masalahmu cuma segitu, nah aku?” “Masih banyak yg jauh lebih berat masalahnya dari pada kamu”
· Perhatikan bahasa tubuh, & raut muka lawan bicara. Saat dia mulai tidak nyaman kamu berbicara terus-menerus, kamu berhenti sejenak & bertanya kepada dia. Berikan kesempatan berbicara.
Untuk beberapa kasus yg aku observasi, kecenderungan orang-orang saat ini untuk mendominasi percakapan cukup tinggi. Entah itu introvert ataupun ekstrovert. Mengapa ini terjadi?. Salah 1 penyebabnya adalah unek-unek yg di pendam terlalu lama, tidak ada teman ngobrol yg tepat, atau terjangkit narsisme.
Bahkan tak jarang orang yg ingin sekali di dengarkan akan mengirimkan pesan beberapa kali untuk membuat si pendengar membaca pesan dia atau saat berbicara tatap muka hanya mau berbicara tentang diri dia tanpa mau tahu masalah orang seperti apa.
Tapi perlu di ingat, terbuka sama orang tentang masalah kamu perlu banget sbg terapi. Jangan lupa jg orang yg kamu anggap bisa jadi pendengar yg baik mungkin membutuhkan bantuanmu. Ngga ada salahnya bertanya.
You can’t tell someone as your friend, if they never check on you. Kamu ngga bisa anggap seseorang itu teman kalau dia ngga pernah ngecek kamu.
Percayalah kalau mampu jadi pendengar yg baik, kamu tidak akan mudah salah paham. Bisa jadi karna kamu hanya ingin mendengar apa yg mau kamu dengar, info utama dari sebuah obrolan tidak sampai di hati, & otak.
Image source : google
Beli buku ini dimana ya ?.












