MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengingatkan pentingnya mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan. Bukan hanya menjadi sakralisasi teks semata tanpa penerapan yang baik.
Hal ini disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat membuka acara Dialog Kebangsaan di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (22/6). Dengan begitu, cita-cita…
Sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji berbagai aspek kehidupan sosial, agar dapat tumbuh dan berkembang maka perlu dilakukan kegiatan berupa penelitian sosial yakni melalui metode sosiologi.[1]
Pengertian Metode Sosiologi
Metode sosiologi ialah pedoman ilmiah yang menggabungkan berbagai teori yang dapat memberikan akurasi dalam mengumpulkan, memproses, dan memahami informasi. Para peneliti ilmu sosiologi menyediakan berbagai cara dalam melakukan penelitian ilmiah agar dapat mencapai salah satu tugas utama dari sosiologi, yakni mengumpulkan informasi faktual tentang pekerjaan kehidupan sosial.[2]
Jenis Metode Sosiologi
Dalam memahami dan mengerti masyarakat beserta hubungan-hubungan antar-manusia, sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tentu menggunakan metode ilmiah. Berikut beberapa metode penelitian dalam sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli.
1. Paul B. Horton, mengemukakan metode penelitian dalam sosiologi yakni sebagai berikut.[3]
a. Studi Cross-sectional dan Longitudinal
Studi cross-sectional adalah suatu metode penelitian yang menggunakan pengamatan dengan mencakup suatu daerah yang luas dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan, studi longitudinal ialah studi yang berlangsung sepanjang waktu dan menggambarkan kecenderungan atau serangkaian pengamatan, baik sebelum maupun sesudahnya.
b. Eksperimen Laboratorium dan Lapangan
Dalam penelitian dengan eksperimen laboratorium, subjek orang dikumpulkan dalam suatu tempat (laboratorium), kemudian diberi pengalaman sesuai dengan yang diinginkan peneliti, selanjutnya dicatat kesimpulan-kesimpulannya. Sedangkan penelitian eksperimen lapangan berada di luar laboratorium, yang mana dalam hal ini peneliti memberikan pengalaman-pengalaman yang baru kepada objek secara umum, kemudian dilakukan pengamatan terhadap hasilnya.
c. Penelitian Pengamatan
Metode penelitian ini hampir sama dengan eksperimen, akan tetapi dalam metode ini peneliti tidak berpengaruh akan terjadinya suatu peristiwa.
2. Soerjono Soekanto dalam buku Sosiologi: Suatu Pengantar, mengemukakan bahwa pada dasarnya terdapat dua metode yang digunakan dalam sosiologi, antara lain sebagai berikut.[4]
a. Metode Kualitatif
Metode kualitatif adalah metode yang pelaksanaannya mengutamakan bahan yang sulit diukur dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak, walaupun bahan-bahan tersebut secara nyata terdapat di dalam masyarakat. Terdapat beberapa jenis metode dalam metode kualitatif ini, antara lain:
1) Metode historis, ialah metode yang menggunakan analisis atas peristiwa yang terjadi di masa lampau untuk dapat menghasilkan prinsip-prinsip umum dari pola-pola sosial, proses, serta perubahannya.
2) Metode komparatif, merupakan metode yang mengutamakan perbandingan antara berbagai jenis masyarakat beserta bidang-bidangnya, dengan tujuan guna menghasilkan persamaan dan perbedaan serta sebab dan akibatnya.
3) Metode studi kasus, yakni metode pengamatan tentang suatu keadaan kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga, maupun individu-individu. Alat-alat yang digunakan dalam metode ini adalah wawancara (interviu), daftar pertanyaan (kuesioner), dan participant observer technique (pengamat yang terlibat dan ikut serta dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang tengah diamati).
b. Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan bahan-bahan penelitian berupa angka-angka, sehingga gejala yang sedang diteliti dapat diukur dengan skala, indeks, neraca, tabel, dan formula. Hal ini juga termasuk dalam metode statistik, yakni gejala masyarakat yang akan diteliti dilakukan proses kuantifikasi terlebih dahulu.
Selain metode yang dikemukakan oleh para ahli seperti yang terurai di atas, terdapat metode-metode atau penalaran lain yang perlu dipahami, antara lain sebagai berikut.[5]
1. Metode deduktif, ialah metode berpikir yang dimulai dari hal-hal yang berlaku umum untuk dilakukan penarikan kesimpulan yang bersifat khusus. Dalam hal ini, data-data dan fakta dilakukan analisis berdasarkan panduan teori atau kesimpulan umum yang telah ada. Jadi dapat dikatakan dari yang umum menuju yang khusus. Oleh sebab itu, metode ini dikenal dengan metode teori sentris.
2. Metode induktif, yaitu metode berpikir dengan mempelajari gejala-gejala khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Metode ini dilakukan dengan cara penarikan kesimpulan umum data dan fakta yang didapatkan dari pengumpulan data di lapangan. Metode yang dilakukan ialah menarik kerangka umum sebagai teori dari data atau fakta yang dianggap sebagai gejala-gejala khusus. Dari hal-hal yang khusus, dihasilkan generalisasi yang umum yang dinamakan dengan teori.
3. Metode empiris, ialah suatu metode yang mengutamakan keadaan-keadaan dari pengalaman nyata yang terdapat di dalam masyarakat.
4. Metode rasional, merupakan metode yang mengutamakan logika akal sehat dan penalaran untuk memahami suatu masyarakat.
5. Metode fungsional, adalah metode yang digunakan untuk menilai kegunaan lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dan struktur sosial yang ada di masyarakat.
Tahapan Metode Sosiologi
Dalam melakukan penelitian sosial, para ahli sosiologi menggunakan pengumpulan data yang dapat menambah pengetahuan sasaran perhatian yakni masyarakat. Selain itu, penelitian sosial juga dapat memperluas cakrawala dengan penemuan fakta baru serta memperdalam pemahaman kita, sehingga dapat mengarah kepada pengembangan sosiologi. Metode penelitian yang digunakan para ahli sosiologi tidak selalu sama, hal tersebut dikarenakan terdapat perbedaan teori dan paradigma yang dianut. Dalam upaya menghasilkan temuan-temuan baru (novelty) dilakukan melalui proses pengumpulan data, yang mana perlu memerhatikan tahap penelitian yang saling berkaitan satu sama lain.[6]
1. Perumusan Masalah
Para ahli sosiologi harus melakukan tinjauan pustaka (literature view), yakni tinjauan bahan-bahan pustaka dalam bidang yang bersangkutan supaya dapat diketahui temuan-temuan terdahulu yang pernah dilakukan oleh para ahli sosiologi lainnya. Terkadang seorang peneliti melakukan suatu penelitian terhadap bidang kajian tanpa memperhatikan karya peneliti lainnya dalam bidang yang sama. Kemungkinan lain seorang peneliti merasa telah menemukan sesuatu yang sebenarnya sudah lama ditemukan oleh ahli yang terdahulu. Hal ini banyak dijumpai pada masyarakat yang tengah berkembang. Dalam rangka upaya untuk merumuskan masalah (research problem), selain dengan mengkaji karya ahli sosiologi tertentu seorang peneliti wajib menyertakan nama dan hasil karya ahli sosiologi lain dalam tulisannya untuk menghindari plagiarisme dan menjaga etika akademik dalam suatu penelitian.[7]
2. Tahap Penyusunan Desain Penelitian dan Pengumpulan Data
Setelah dilakukan perumusan masalah yang memberikan gambaran mengenai apa yang hendak diketahui melalui sebuah penelitian, maka seorang peneliti harus menentukan metode yang akan dipilih dalam rangka pengumpulan data. Berbagai metode pengumpulan data dalam ilmu sosial, seperti metode survei dan nonsurvei seperti halnya metode pengamatan dan eksperimen.[8]
3. Metode-metode Utama Pengumpulan Data
a. Penelitian Survei (Survey Research)
Metode ini merupakan suatu jenis penelitian berisikan hal yang hendak diteliti dituangkan dalam daftar pertanyaan (kuesioner). Pada umumnya, suatu daftar pertanyaan memuat sejumlah pertanyaan yang dikenal dengan nama daftar pertanyaan tertutup dikarenakan subjek penelitian diminta untuk memilih satu dari sejumlah jawaban yang telah disediakan oleh peneliti. Terkadang pula daftar pertanyaan memuat pertanyaan terbuka yang mana dapat dijawab secara bebas sesuai dengan keinginan subjek penelitian.[9]
b. Pengamatan (Observation)
Metode ini termasuk ke dalam metode penelitian nonsurvei. Melalui metode ini, peneliti mengamati perilaku subjek penelitiannya secara langsung dalam kurun waktu yang relatif lama. Dengan begitu seorang peneliti dapat memperoleh banyak kesempatan untuk mengumpulkan data yang bersifat rinci dan mendalam. Selain itu, peneliti dapat merekam perilaku subjek penelitian secara spontan atau yang mungkin kurang nampak apabila menggunakan metode survei.[10]
c. Pengamat Berperan sebagai Peserta (Obsever as Participants)
Dalam metode ini, peneliti hanya berada di tempat penelitian untuk jangka waktu yang pendek. Dengan keterbatasan ini, memaksa peneliti untuk melakukan penelitian dengan menggunakan pedoman wawancara atau daftar pertanyaan terstruktur.[11]
d. Complete Obsever
Metode complete obsever ini dimaksudkan peneliti sepenuhnya melakukan pengamatan tanpa keterlibatan apapun dengan subjek penelitian. Salah satu kelebihan metode penelitian ini dibandingan dengan metode survei adalah lebih memungkinkan terjalinnya hubungan dekat (rapport) antara peneliti dengan subjek penelitiannya, dan juga jangka waktu penelitian lebih lama daripada survei yang mana dapat memungkunjan peluang besar bagi terjalinnya rasa percaya akan subjek terhadap peneliti.[12]
e. Riwayat Hidup
Riwayat hidup adalah suatu teknik pengumpulan data dalam sosiologi yang jarang digunakan, namun dapat dianggap dapat mengungkapkan data yang penting mengenai pengalaman subjektif yang penting bagi pengembangan teori sosiologi. Kajian dengan menggunakan metode ini dapat digunakan untuk pengungkapan data baru yang belum terungkap dengan menggunakan teknik pengumpulan data lainnya.[13]
f. Studi Kasus
Dalam penelitian dengan menggunakan teknik studi kasus berbagai segi kehidupan sosial suatu kelompok dapat diambil sudut pandang secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian ini sangatlah luas yang mencakup segi pencarian nafkah, pembentukan rumah tangga, sosialisasi anak, penggunaan waktu luang, kegiatan dalam bidang keagamaan hingga pada keterlibatan dalam kegiatan komunitas.[14]
g. Analisis Isi (Content Analysis)
Dalam teknik ini, peneliti menggunakan data yang didapatkan untuk mengukur frekuensi suatu gejala sosial atau mengukur perbedaan dan hubungan antara beberapa gejala. Karena pada dasarnya suatu masalah penelitian dapat pula diungkapkan dengan jalan menganalisis isinya dari berbagai dokumen yang kemudian dialihkan menjadi suatu bentuk yang dapat dianalisis secara kuantitatif.[15]
h. Penggunaan Data yang Tersedia
Suatu penelitian dapat pula dilakukan kajian berupa data yang telah dikumpulkan oleh pihak di luar peneliti.[16]
i. Eksperimen
Eksperimen dapat terdiri atas perbandingan antara kelompok yang diberi perlakuan/kelompok eksperimen (experimental group) dan kelompok yang tidak diberi perlakuan/kelompok terkendali (control group). Eksperimen dilakukan terhadap dua kelompok yang dianggap mempunyai ciri-ciri yang sama. Kemudian kelompok eksperimen diberi perlakuan khusus. Setelah selesai dilakukan eksperimen, ciri dari kedua kelompok dilakukan perbandingan untuk melihat apakah dampak dari eksperimen tersebut telah terjadi perbedaan yang berarti antara perilaku, sikap, atau pengetahuan dari kedua kelompok.[17]
4. Penelitian Kualitatif dan Kuantatif
Dalam melakukan penelitian sosial sering dibedakan antara penelitan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif mengutamakan segi kualitas data dengan menggunakan teknik pengamatan dan wawancara secara mendalam. Sedangkan penelitian dengan metode survei dan sensus menggunakan pendekatan kuantitatif.[18]
5. Memperhatikan Etika Penelitian
Etika seorang ilmuwan dalam rangka pencarian maupun pemanfaatan ilmu haruslah diterapkan. Etika tersebut seperti keikutsertaan secara sukarela, asas kerahasiaan, tidak membawa cedera bagi subjek penelitian, menyajikan data secara benar, serta tidak memberikan keterangan yang keliru.[19]
6. Melakukan Analisis Data
Bilamana yang dipelajari hanya satu gejala, analisis data dinamakan univariat. Sedangkan apabila yang dipelajari hubungan antara dua gejala dinamakan bivariat. Dan multivariat apabila yang diteliti hubungan antara lebih dari dua gejala. Analisis data berupa univariat hanya memungkinkan peneliti untuk dilakukan deskripsi, sedangkan analisis data berupa bivariat dan multivariat dapat memungkinkan peneliti untuk melakukan penjelasan tentang sebab-akibat.[20]
7. Memantau Perkembangan Mutakhir dalam Metode Penelitian
Seiring dengan perkembangan zaman, telah berkembang pula berbagai metode penelitian baru dalam ilmu-ilmu sosial. Teknik analisis data kuantitatif berkembang pesat dengan memanfaatkan perkembangan dalam statistika. Hal ini yang mengakibatkan kesenjangan antara teknik yang digunakan dalam komunikasi tingkat internasional dengan teknik yang kini masih mendominasi buku teks, bahan kuliah, dan juga praktik penelitian kuantitatif yang digunakan oleh para ilmuwan sosial.[21]
Pengaplikasian Metode Sosiologi
Cara pengaplikasian dari metode sosiologi adalah dengan menggunakan metode atau langkah-langkah terstuktur yang sesuai dengan subjek dalam melakukan suatu penelitian, sehingga didapatkan data dan informasi faktual yang berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial serta dapat dipertanggung jawabkan kredibilitasnya.
Referensi
Noer, Khaerul Umam. (2021). Pengantar Sosiologi untuk Mahasiswa Tingkat Dasar. Jakarta: Perwatt.
Soyomukti, Nurani. (2010). Pengantar Sosiologi: Dasar Analisis, Teori & Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial, Perubahan Sosial, & Kajian-Kajian Strategis. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Sunarto, Kamanto. (2004). Pengantar Sosiologi (Edisi Revisi). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Catatan Kaki
[1] Kamanto Sunarto, Pengantar Sosiologi (Edisi Revisi) (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2004), 231.
[2] Khaerul Umam Noer, Pengantar Sosiologi untuk Mahasiswa Tingkat Dasar (Jakarta: Perwatt, 2021), 209.
[3] Nurani Soyomukti, Pengantar Sosiologi: Dasar Analisis, Teori & Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial, Perubahan Sosial, & Kajian-Kajian Strategis (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), 65.