LBH Paiketan Krama Bali Temui Kapolda Bali, Pertanyakan Kasus Penistaan Hindu Oleh Desak Made Darmawati
LBH Paiketan Krama Bali Temui Kapolda Bali, Pertanyakan Kasus Penistaan Hindu Oleh Desak Made Darmawati
Denpasar, baliwakenews.com
Guna mempertanyakan status hukum kasus dugaan penistaan Agama Hindu oleh Desak Made Darmawati (DMD), LBH Paiketan Krama Bali, Kamis (14/10) menemui Kapola Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra. LBH Paiketan Krama Bali merasa perlu keterangan langsung dari Kapola Bali tentang perkembangan status hukum kasus tersebut karena sering mendapat pertanyaan dari masyarakat…
Jawaban saya adalah agama Kerang Ajaib, meski bukan merupakan agama lama yang turun dari langit ke bumi beribu-ribu tahun yang lalu. Menurut Golding (1954 : 10), agama ini lahir di sebuah pulau di Samudera Pasifik saat lima orang bijak Ralph, Piggy, Johny, dan Simon tengah melakukan perjalanan spiritual menyusuri pantai tersebut.
Jakarta, Kabarnusantara.Net – Musisi Ahmad Dhani memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan Kamis (30/11/2017) siang. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap Dhani tak lain lantaran statusnya sebagai tersangka kasus dugaan ujaran sarkastik berdasarkan cuitannya di akun twitter pribadinya belum lama ini.
Tak ada kalimat yang keluar dari mulut Ahmad Dhani…
Setelah "Penistaan" di Pilkada DKI, Preferensi Politik Masyarakat Lekat dengan Faktor Agama
Aruma Manis Setelah "Penistaan" di Pilkada DKI, Preferensi Politik Masyarakat Lekat dengan Faktor Agama Baru Nih Artikel Tentang Setelah "Penistaan" di Pilkada DKI, Preferensi Politik Masyarakat Lekat dengan Faktor Agama Pencarian Artikel Tentang Berita Setelah "Penistaan" di Pilkada DKI, Preferensi Politik Masyarakat Lekat dengan Faktor Agama Silahkan Cari Dalam Database Kami, Pada Kolom Pencarian Tersedia. Jika Tidak Menemukan Apa Yang Anda Cari, Kemungkinan Artikel Sudah Tidak Dalam Database Kami.
Judul Informasi Artikel :
Setelah "Penistaan" di Pilkada DKI, Preferensi Politik Masyarakat Lekat dengan Faktor Agama
Diperkirakan, pada pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang, preferensi terhadap politik identitas ini tak banyak berubah.
http://www.unikbaca.com
Apasih toleransi? untuk apa?
Toleransi atau sikap tenggang rasa yang diajarkan kepada kita dari mulai SD sampai akhir pendidikan formal kita bermakna menyikapi segala sesuatu dengan lebih tenang dan saling memahami satu sama lain sehingga tidak adanya konflik yang berkepanjangan. Lantas apakah toleransi yang dianggap kebanyakan masyarakat di Indonesia ini sudah benar? MAYBE YES, MAYBE NO.
Kita coba ulik lebih dalam. kita ambil contoh kasus (mohon maaf) “DUGAAN PENISTAAN AGAMA” yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif BTP alias Ahok. Setelah munculnya kasus ini ke permukaan. Bangsa ini menjadi terpecah sedikitnya 3 golongan. Pro Ahok, Kontra Ahok, Bodo Amat sama Ahok (wkakakak). Hal itu saya sadari ketika tidak hanya masyarakat Jakarta tetapi seluruh Indonesia ikut memperdebatkannya.
Lucunya, perdebatan tersebut tidak langsung menghadirkan orang orang yang bersangkutan secara langsung bertemu seperti pelaku dan ulama kita. Kenapa penting saya katakan untuk bertemu? Lah wong katamu toleransi toh? jangan nanggung, ketika 2 orang bermasalah.. jalan terbaiknya ya hadapkan keduanya, jadi statement apapun yang dikeluarkan didalam pertemuan itu. fix bisa dipertanggungjawabkan dengan melihat sampai sejauh mana sih pembenarannya dari masing masing mereka. kalau rusuh? ya rakyat harusnya cerdas dong, siapa penyulut apinya, siapa yang cepat terbakar. simple? tidak pada kenyataannya. Saya sempat ditanya oleh seorang sahabat, “Menurutmu gimana kasus Ahok?”. Jujur bingung saya, abis ga terlalu merasa bisa menanggapinya, Jadi setelah ditanya begitu saya pun langsung menjawab. Menurut perspektif saya sebagai masyarakat Indonesia, awalnya melihat kasus Ahok ini biasa saja, karena begitu banyak terjangan yang terjadi kepada si “baik” di Negeri ini memang. Apa saya menilai ahok si “baik”? mungkin saya tidak akan menjawab ya atau tidak, tapi saya akan menjawab “Sejauh ini sih belum ada yang bisa buktiin dia jahat”. Lanjut.. lantas bagaimana pandangan saya tentang kasus ini? setelah saya melihat video, mengikuti rekam jejak ahok dll..
Apakah saya pro? atau kontra?
JELAS SAYA KONTRA.. apa yang membuat saya kontra? bukan karena merasa diri saya muslim sejati banget banget banget ya sampai saya dengan lantang menegaskan saya kontra ahok untuk kasus ini. Tapi saya hanya ingin Negara ini menaati konstitusi, ada tidaknya yang dilanggar harus objektif, jangan karena NIAT dan MENURUT KALIAN SAJA. jelas pembunuh bisa mengelak ketika dituduh melakukan pembunuhan berencana dengan mengatakan SAYA TIDAK PUNYA NIAT.. tapi nyatanya kan terjadi pembunuhan. ya masih sedangkal itulah pengetahuan saya tentang hukum. TAPI yang paling kita harus pahami dan terima adalah, AHOK BERKATA KATA TIDAK SESUAI PORSINYA. untuk apa non muslim dengan lantangnya membahas isi Al-Qur’an di tempat umum? jika MEMANG INGIN membahas isi Al-Qur’an, ayo kita buat forumnyanya gitu loh maksud saya. karena apa? Hal hal yang bersifat rancu nantinya akan diluruskan oleh yang lebih ahli dan umatnya mengakui. Hanya itu yang membuat saya JELAS KONTRA.. apakah saya merasa itu di nista? BISA JADI TIDAK.. tapiiii dalam konteks atau mungkin situasi khusus. bukan di pertemuan umum seperti itu, kenapa? ya kita juga sering dong melihat bagaimana kerasnya perdebatan tentang agama. tapi jelas itu forum untuk berdiskusi tentang itu. yang ini malah di depan umum, JIKA BEGITU? Jelas bisa dijerat kasus yang membuat orang lain tersinggung dan merasa terganggu, Bahkan power dia kuat disitu sebagai GUBERNUR. dan pantaskan berkata seperti itu. Apakah saya tidak toleransi? InsyaAllah saya toleransi dengan hanya memperdebatkan apa yang salah dan tidak mencari cari kesalahan. Diluar konteks kasus ini, bisa dibilang saya Pro AHOK, bukan sebagai pemimpin memang, tapi sebagai orang profesional saja. tetapi untuk kasus ini saya JELAS KONTRA Ahok, tapi biarkanlah semua berekspresi.. Semoga Masyarakat lebih mengerti apasih arti toleransi itu, untuk apa, bagaimana dll. Intinya.. BANGSA INI HARUS KEMBALI BERSATU, JANGAN KARENA MENURUTMU DIA BAIK, LALU MELEMAHKAN KEPUTUSANMU, DAN SEBALIKNYA, JANGAN KARENA MENURUTMU DIA JAHAT, LALU MEMBUAT KEPUTUSANMU MENJADI KEJAM, BERLAKU LAH ADIL SESUAI PORSI DAN ATURANNYA MASING MASING.
SEMANGAT NKRI ITU YANG HARUS KITA JAGA UNTUK MEMPERSIAPKAN NEGERI INI AGAR NYAMAN DITINGGALI OLEH NANTI PENERUS PENERUS BANGSA INI
Bandung, 6 Januari 2017
Imaduddin Haris Nasution