yang membuat anak terluka itu bukanlah sebuah perceraian atau poligami tetapi perseteruan diantara kedua orang tuanya

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Morocco
seen from United States
seen from India
seen from China
seen from Philippines
seen from Canada
seen from Germany
seen from China
seen from China
seen from Brazil
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from Australia
seen from Malaysia
seen from Türkiye
yang membuat anak terluka itu bukanlah sebuah perceraian atau poligami tetapi perseteruan diantara kedua orang tuanya
Babak Baru Perseteruan Atta Halilintar dan Bebby Fey - detikHot
Babak Baru Perseteruan Atta Halilintar dan Bebby Fey – detikHot
celeb
Dinda Kirana, Bebby Fey, Kristen Stewart hingga Agnez Mo
celeb
Dinda Kirana, Bebby Fey, Kristen Stewart hingga Agnez Mo
celeb
Dinda Kirana, Bebby Fey, Kristen Stewart hingga Agnez Mo
celeb
Dinda Kirana, Bebby Fey, Kristen Stewart hingga Agnez Mo
celeb
View On WordPress
Babak Baru Perseteruan Nikita Mirzani dan Elza Syarief Kuasa Hukum Sajad Ukra, Polisi Siap Panggil - Banjarmasin Post
Babak Baru Perseteruan Nikita Mirzani dan Elza Syarief Kuasa Hukum Sajad Ukra, Polisi Siap Panggil – Banjarmasin Post
BANJARMASINPOST.CO.ID– Babak baru perseteruan antaraNikita Mirzanidengan kuasa hukumSajad Ukra,Elza Syarief.
Polda Metro Jaya akhirnya akan memanggilNikita Mirzani(Pelapor) danElza Syarief(terlapor).
Seperti diketahui aksi labrakNikita MirzanipadaElza Syariefberbuntut pada aksi saling lapor.
Elza Syarief telah melaporkan Nikita Mirzani ke Bareskrim Mabes Polri…
View On WordPress
Terseret Perseteruan Nikita Mirzani, Melaney Ricardo Berdamai dengan Elza Syarief - Kompas.com - KOMPAS.com
Terseret Perseteruan Nikita Mirzani, Melaney Ricardo Berdamai dengan Elza Syarief – Kompas.com – KOMPAS.com
KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAMelaney Ricardo dan Elza Syarief di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).
JAKARTA, KOMPAS.com– Presenter Melaney Ricardosudah berdamai dengan pengacara Elza Syarief.
Saat ditemui usai tampil di salah satu acara stasiun televisi swasta di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019), mereka berdua terlihat akur dan saling…
View On WordPress
Ramai Perseteruan Farhat Abbas karena Pablo Benua & Rey Utami, Tangis Hotman Paris Terungkap - BanjarmasinPos.co.id
Ramai Perseteruan Farhat Abbas karena Pablo Benua & Rey Utami, Tangis Hotman Paris Terungkap – BanjarmasinPos.co.id
BANJARMASINPOST.CO.ID– Ramai Berseteru denganFarhat AbbaskarenaPablo BenuadanRey Utami,Hotman ParisMenangis Karena Sosok Ini
DiketahuiHotman Parissaat ini sedang berseteru dengan sosokFarhat Abbasyang sempat menjadi kuasa hukumPablo BenuadanRey Utami.
Hingga saat ini, kuasa hukumPablo BenuadanRey Utamimasih melaporkanHotman Parishutapea dalam kasus dugaan kepemilikan…
View On WordPress
Perseteruan Tersembunyi Quartararo vs Marquez Bersaudara – runganSport
Perseteruan Tersembunyi Quartararo vs Marquez Bersaudara – runganSport
Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) vs Marc Marquez (Repsol Honda) MotoGP 2019 / runganSport © MotoGP.
Mugello, runganSport — Laporan terbaru di MotoMatters oleh wartawan senior, David Emmett menyebut bahwa ada perang dingin antara pembalap Satelit Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo melawan rider Repsol Honda, Marc Marquez dan adiknya sekaligus, Alex Marquez.
Konflik berawal dari kelas…
View On WordPress
New Post has been published on Memo-X
New Post has been published on http://www.memo-x.com/69155/perangkat-desa-diusir-kades
Perangkat Desa ‘Diusir’ Kades
Imbas Pilkades beberapa bulan yang lalu masih menyisakan perseteruan antara Kades terpilih dengan perangkat desa. Misalnya yang terjadi di Desa Tanggulangin Kecamatan Tegal Ampel.
Catatan Memo X, Kades Tanggulangin Zaenolla Efendi sudah tiga kali melakukan ‘pemaksaan’ agar perangkat desa tidak kerasan di Balai Desa.
Yang pertama, hari pertama masuk kantor, Kades langsung mengultimatum Kasun, kalau terjadi kejahatan pencurian, Kasun harus bertanggungjawab atau dipecat.
Kedua, seluruh perangkat desa harus masuk kantor jam 07.00 WIB dan pulang jam 03.30 WIB. Terlambat lima menit saja, maka dianggap absen. Yang tidak siap dengan peraturan baru harus membuat surat pengunduran diri.
Dan yang paling parah cara yang ketiga. Tanpa melalui musyawarah dengan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan LPMD (Lembaga Perbedayaan Masyarakat Desa), Kantor dan Balai Desa langsung dibongkar.
Dari ‘teror’ yang dilakukan oleh Kades Zaenola, dua perangkat desa dengan sangat terpaksa mengundurkan diri. Keduanya adalah Umar Halik dan Abd. Rahim, keduanya adalah Abd. Rahim.
Dengan dibongkarnya Kantor dan Balai Desa tersebut, seluruh perangkat desa bingung ketika mau mengantor. Karena menurut Muramin, Bendahara Desa Tanggulangin, seluruh perangkat desa tidak diinformasikan mau ngantor dimana.
“Seluruh perangkat desa bingung mau ngantor dimana. Karena Pak Kades tidak memberitahukan, pelayanan terhadap masyarakat akan ditempatkan dimana setelah Kantor dan Balai Desa dibongkar,” kata Muramin. Namun, pantauan Memo X di Balai Desa Tanggulangin ada selembar kertas yang ditempel di Poskesdes bertuliskan, untuk sementara, Kantor Desa pindah ke rumah Kepala Desa.
Ketika Memo X menghubungi Zaenolla Efendi melalui telepon selulernya untuk melakukan konfirmasi tidak diangkat walaupun dalam keadaan on. SMS yang dikirimpun tidak dibalas. (sam)
New Post has been published on Memo-X
New Post has been published on http://www.memo-x.com/68441/kades-ancam-tuntut-balik-4-perangkat
Kades Ancam Tuntut Balik 4 Perangkat
Buntut Perseteruan Honor Perangkat
Perseteruan antara Kepala Desa (Kades) Kembangan, Kecamatan Binakal dengan perangkat desanya kian meruncing. Setelah sebelumnya 4 perangkat desa itu melaporkan Kades Kembangan, Mahfud ke polisi lantaran diduga tidak memberikan honor para perangkat desa, kini giliran kades Mahfud berancang-ancang untuk melaporkan balik 4 perangkat desanya karena dinilai telah mencemarkan nama baiknya selaku Kades.
Kades Kembangan, Kecamatan Binakal, Mahfud (mkl)
“Mereka itu telah melakukan tindakan tak terpuji. Kami tidak pernah mengambil honor mereka sebagaimana yang telah mereka laporkan ke polisi. Oleh karena itu, kami akan menuntut balik mereka dan akan segera kami laporkan mereka ke polisi karena mereka telah mencemarkan nama baik kami selaku kades,” ujar Mahfud ketika dikonfirmasi Memo X, Minggu (20/12) pagi kemarin.
Menurut Mahfud, pihaknya sebenarnya tidak ingin masalah tersebut kian memanas, namun karena para perangkat desa itu selalu membuat ulah, maka pihaknya tidak bisa tinggal diam.
“Mereka itu sering tidak masuk kerja, jadi bagaimana desa ini bisa maju kalau mereka tidak kerja dan memberikan pelayanan pada masyarakat,” jelasnya.
Mahfud mengaku terkait dengan honor para perangkat tersebut sebenarnya tidak ada masalah apabila mereka mau mengambilnya ke kantor desa beberapa waktu lalu.
Namun, karena honor tersebut tidak diambil, akhirnya pihak desa kemudian mengembalikan honor tersebut ke Bank.
“Jadi ceritanya bahwa honor perangkat itu kan 3 bulan, namun beberapa waktu lalu itu baru cair 1 bulan. Kami kemudian meminta seluruh perangkat untuk mengambilnya di Balai Desa. Saat itu yang mengambil hanya Babun, selain itu ibu Fitriah yang dulu menjadi bendahara desa. Sedangkan perangkat desa yang lain seperti Tabrani, Misyari, Soheh dan Nur Yaqin tidak mengambilnya ke balai desa,” katanya.
Karena tidak diambil, maka Kades kemudian mengembalikan honor mereka ke Bank. Setelah dikembalikan ke Bank, tiba-tiba para perangkat melaporkan ke polisi bahwa dana mereka diambil oleh kades dan dibayarkan untuk menutupi hutang milik mantan Kades Kembangan, Ibrarul Hosnan.
“Ini kan tidak masuk akal. Ada urusan apa dengan Ibrar, tidak ada kaitannya. Justru Ibrar ini juga mencemarkan nama baik desa juga,” tegasnya.
Mahfud menambahkan bahwa para perangkat desa itu memang sejak bulan Agustus 2015 tidak masuk kerja. “Mereka wajar kalau tidak terima honor, wong tidak kerja,” katanya.
Sebelumnya, Ibrarul Hosnan juga menuding jika Mahfud sang kades menggelapkan honor perangkat desa. Sedangkan para perangkat desa tersebut merupakan orang-orang dekat Ibrarul Hosnan semasa menjadi kades. (mkl)