Klub Kota Sambernyawa Kembali Pulang
Yaa, pada hari Sabtu, 15 Februari 2020 Klub kebanggaan warga Solo telah kembali di rumahnya, di Stadion Manahan Solo, eh bukan ding, lebih tepatnya di Gelora Manahan Solo (kalau salah revisi yaa karena saya bukan orang dalam xixi). Pertandingan digelar atas prakarsa DPP Pasoepati yang juga turut merayakan hari jadi DPP Pasoepati selama 2 dekade. Tak ketinggalan, pada saat itu juga Presiden turut hadir untuk meresmikan Gelora Manahan Solo. Kembalinya Klub Kota Sambernyawa ke Manahan merupakan suatu aura yang sangat positif setelah penantian yang cukup panjang.
Penantian pun terbayarkan setelah Suporter, Fans, dan Pecinta Persis Solo menyaksikan secara langsung laga persahabatan antara Persis Solo melawan Persib Bandung. Pertandingan tersebut berlangsung meriah karena Persis Solo menurunkan komposisi tim yang komplit dan Persib Bandung pun juga hampir sama, serta atmosfer dari Manahan itu sendiri sangat meriah disebabkan oleh antusias dari para suporter yang sangat tinggi hingga membludak.
Kesan pertama ketika memasuki Manahan, berawal dari berkumpul dengan teman-teman yang sudah menentukan titik bertemu lalu berjalan bersama-sama dengan diiringi syahdunya rintik gerimis sambil memandangi megahnya Manahan dari samping jalan. Selanjutnya, mulai memasuki gerbang utama dan berlanjut menuju pintu masuk tribun, hati pun bergetar merasakan aura khas dari Manahan seakan tak sabar ingin memasuki dan merasakan tribun Manahan yang baru. Ibarat pasangan yang baru saja menikah, tak sabar ingin merasakan malam pertama setelah pernikahan. Kembali pada memasuki tribun Manahan, setelah berjalan menuju ruang tribun, rasanya tidak dapat diungkapkan.
Ingin berbicara pun kagok rasanya. Batinku mewakili perasaan, “begini toh rasanya, melihat kembali Persis Solo bermain di rumah sendiri setelah sekian lama dengan Manahan dirubah menjadi ‘wajah baru’ yang sangat megah ini”. Mungkin tidak semua suporter memiliki perasaan yang sama tapi ini adalah ungkapan rindu setelah sekian lama Persis Solo berlaga yang jauh dari rumahnya.
Yaa, selamat kembali Klub Kota kebanggaanku. Selamat kembali ke rumahmu. Mengutip kalimat dari anthem kita semua, “Rayakanlah pertemuan ini, selalu bersama apapun yang terjadi, singkirkan semua yang mengganggumu, kita kan tetap jadi satu”. Yaa, selalu bersama apapun yang terjadi, sampai kau “kembali”.
















