cerita campur; circle pertemanan dan kerjaan
ditengah penatnya kerjaan, bulan lalu aku dan teman teman pergi camping. Kami pergi ke Cidahu, camping dipinggir sungai dan dekat dengan trekking Kawah Ratu. Anggota perkempingan anti wacana ini adalah aku, Rimbud, Kak Rino dan Bang Deri. Selebihnya biasanya teman dari kami yang pastinya jadi teman baru kita semua.
Bahagianya setiap camping, selalu ketemu orang baru yang entah kenapa selalu bisa nyambung dengan cepat. Setelah masak-masak dan makan malam biasanya ada sesi bermain uno dan juga deep talk tentang kehidupan. Kalau sudah jam 1 malam, kami harus menghentikan obrolan supaya paginya kami bisa kuat untuk trekking.
Camping kali ini aku kenalan dengan Kak Irish dan Bang Roy. Kak Irish adalah dosen sastra jerman di Universitas Indonesia. Dia adalah teman Bang Deri yang bertemu saat mendaki Gunung Slamet. I can say I adore her in many ways. she’s legit smart and beautiful. She has strong character and principle. Bang Roy adalah master chef. Dia jago banget masak, dia orang yang sangat perhatian atas detail, masakannya enak banget dan platingnya aesthetic. Pokoknya kalau ada Kak Rino dan Bang Roy masalah perut tidak perlu khawatir wkwk. Bang Roy juga sangat keren. He has strong values in his life and meaningful dreams. He can explain them in humble and charismatic way. Setelah ngobrol-ngobrol ternyata aku dan Bang Roy in line dalam bidang kerjaan. Kerja sebagai customer service!
Seneng aja ketemu dengan orang yang relate dengan apa yang kita rasakan. Aku nemunin banyak perspektif baru dalam dunia percustomer service-an, terutama customer service swasta. Aku sadar ternyata selama ini aku happy menjalani pekerjaan ini walaupun tidak setiap hari adalah hari yang indah.
Aku akui kalau aku terlambat dibanding teman teman untuk bisa handle dengan tenang wajib pajak yang marah marah, merendahkan pekerjaan cs, atau (maaf) kurang paham teknologi. Saat awal-awal aku kadang nangis kalau dimarahin wajib pajak. Aku masih harus terus belajar untuk bisa menyederhanakan bahasa yang sulit kepada orang awam. Aku masih harus belajar sabar menghadapi wajib pajak yang kurang paham teknologi. Aku harus lebih banyak belajar karena banyak wajib pajak yang pintar. Aku harus selalu belajar karena aturan selalu diubah dan disempurnakan. Aku bersyukur aku pelan pelan bisa beradaptasi dan menikmati kerjaan ini.
Sekarang kalau aku menghubungi customer service manapun, aku selalu berusaha menyapa nama agent yang melayani. Aku berusaha menyampaikan masalahku dengan baik. Aku selalu memberikan apresiasi jika dia memang melayani dengan baik. Aku juga berusaha kritik dengan cara yang sopan. Rasanya aku tau bagaimana rasanya ada diposisi mereka. Sekedar ucapan “terimakasih atas bantuannya”, “terimakasih atas penjelasannya” dan “penjelasan Mbak sangat jelas” adalah magic words yang bisa membuat seharian senang.
Kembali lagi ke topik pertemanan diatas, aku bersyukur atas setiap bahagia dari setiap momen dalam hidupku, baik itu dari sahabat, teman baru ataupun strangers. Aku bisa bilang orang-orang yang aku temui di gunung atau tempat camping biasanya adalah orang yg genuine dalam pertemanan. Dari obrolan camping Oktober ini aku mengambil pelajaran dari deep talk kami bahwa kita bisa melakukan apa saja diumur berapapun. Kita selalu pantas untuk punya mimpi diumur berapapun. Kita selalu bisa memulai sesuatu diumur berapapun. Dan ada banyak kejutan dalam hidup ini, tenang aja. Dari setiap cerita, aku jadi tau kalau setiap orang adalah manusia biasa. Aku bersyukur Allah selalu mempertemukan aku dengan orang-orang yang baik.
17 November 2021


















