PESAWAT yang dioperasikan Merpati Nusantara Airlines nomor penerbangan MZ-171, terbang dari Surabaya menuju Jakarta. Pesawat jenis Vickers V
PESAWAT yang dioperasikan Merpati Nusantara Airlines nomor penerbangan MZ-171, terbang dari Surabaya menuju Jakarta. Pesawat jenis Vickers Viscount 613 ini membawa 36 penumpang dan tujuh awak.
Namun, ketika berada di sekitar udara Semarang, salah satu penumpangnya yang kemudian diketahui seorang disertir TNI bernama Hermawan mengancam akan meledakkan pesawat di udara dan memaksa Pilot Kapten Hindiarto Sugondo yang didampingi Co-Pilot Kapten Muhammad Soleh Soekarnoprodjo, memaksa mengalihkan penerbangan yang seharusnya ke Jakarta, jadi ke Banjarmasin.
Namun, Kapten Hindiarto menjelaskan, bahan bakar tidak cukup, sehingga kemudian dari Semarang menuju arah Yogyakarta dan akan mendarat di Adisucipto.
Peristiwa ini terjadi pada 4 April 1972, jauh sebelum peristiwa pembajakan Garuda Indonesia Airlines (Garuda) Woyla.
Pembajak meminta uang tebusan sebesar Rp25 juta, atau pesawat bersama awak dan penumpangnya akan diledakkan. Namun untuk mendapatkan uang tunai sebesar Rp25 juta, tidaklah mudah.















