Insomnia
Suaramu perlahan mendayu dalam hening malam, Suara yang telah aku rindukan untuk kembali terdengar. Nyata dan sayup-sayup, Seakan mencoba untuk meninabobokan aku yang jelas-jelas tak kuasa lagi menahan.
Kepalaku penat, Terisi penuh oleh memoar tentang kau dan aku, Yang lagi, telah berakhir dari jauh hari. Ku lihat wajahmu ketika aku mencoba menutup mata, Wajahmu yang tersenyum, terdiam, tertidur, Dan wajah dinginmu ketika memilih pergi dan tak pernah kembali.











