Review
Saya punya suatu kebiasaan, saya suka minta kepada temen- saya, apa yang kira-kira harus saya perbaiki? Pertemuan terakhir pada setiap komunitas, Sebut saja kelas di kampus, atau tempat belajar2 lainnya.
Berbagai macam jawaban saya temui, dan ada beberapa diantara nya yang menjawab hal yang sama. “Ah masa gue kaya gitu?!” Dalam hati sih. Sebuah penyangkalan tentang pernyataan mereka. Tentang kekurangan diri saya.
Saya nyebutnya kritikan.
Kalau tidak ada yang mengkritik, mana bisa tau letak kelirunya dimana, kan?
Sebenarnya tanpa di minta pun, banyak yang berseliweran ngasih kritik sana-sini, terlepas ada atau tidak ada pada diri, sebenarnya kita bisa menilainya sendiri.
Mengulik dalam-dalam sebuah tindakan atau sebuah ucapan “yang barangkali” sudah melebihi batas wajar. Dan seringkali tidak menyadarinya.
Kan manusia suka gitu, berubah-ubah hati nya. Bahkan tidak sadar apa yang telah di perbuatnya.
Kalau kata maaf terlampau berat, mungkin diperbaikinya melalui sebuah penyesalan untuk tidak mengulanginya kembali.
Kemudian, membenahi diri untuk memperbaiki yang salah.
Selamat memperbaiki diri, wahai diri yang selalu merasa paling benar.:)
Jakarta, 29 November 2019.














