We’ve had an incredible response so far to our first call for artists ! Of the 24 songs in Act 1, only four remain unclaimed: “Stay Alive,” “Meet Me Inside,” “That Would Be Enough,” and “The Battle of Yorktown.” We’d love to have you join in and help us complete the project ! if you dont want to go to my bio to get the link to the discord, Message either @MissMander or myself to pick a song and enter the discord! href="https://www.instagram.com/p/CEcap2bl-Qr/?igshid=1bpt027ticbox">https://www.instagram.com/p/CEcap2bl-Qr/?igshid=1bpt027ticbox
Ace Attorney adalah salah satu franchise game andalan Capcom untuk Nintendo. Judul yang akan saya review kali adalah seri pertama dari Ace Attorney dan telah dirilis pertama kali untuk konsol NDS versi Jepang pada tahun 2005. Saya tertarik memainkan game ini karena ada keperluan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris hukum saya, dan saya pikir ini adalah game yang sempurna untuk itu.
Di game ini kita akan berperan sebagai pengacara muda yang belum berpengalaman bernama Pheonix Wright. Seperti cerita dalam manga Detective Conan, kita akan bertemu dengan klien, mengunjungi TKP, mendengarkan keterangan dari saksi-saksi dan mencari barang bukti yang sebenarnya lebih dekat ke tugas penyidikan polisi alih-alih pengacara. Berbekal bukti-bukti selama penyelidikan tersebut, kita dituntut jeli untuk mencari kontradiksi dari setiap keterangan-keterangan saksi selama persidangan. Untuk itu, kita diberi opsi untuk “memeras” setiap keterangan dari saksi dan mengonfrontasinya dengan bukti yang kita miliki. Namun hati-hati, kita tidak bisa sembarangan mengajukan keberatan karena hakim akan memberi kita teguran untuk setiap keberatan yang tidak tepat. Lima teguran dari hakim akan mengakibatkan kita kalah di persidangan.
Secara umum, saya cukup menikmati alur cerita, puzzle, dan twist ending dalam Pheonix Wright: Ace Attorney, apalagi sebelumnya saya tidak banyak memainkan game dengan genre visual novel. Ada beberapa dialog yang lucu dan walaupun grafiknya sederhana, namun ia didukung dengan back sound yang sesuai dengan situasinya. Yang masih bisa ditingkatkan menurut saya adalah perlu adanya semacam sistem untuk memanfaatkan sisi psikologis saksi dalam cross examination agar persidangan terasa lebih real. Selain itu, ada beberapa pilihan dialog yang sebenarnya memiliki kesimpulan yang sama, sehingga ceritanya terasa linear. Beberapa dialog terlalu panjang yang mungkin dimaksudkan untuk membangun hubungan dengan NPC juga terkadang terasa menyebalkan. Game ini juga termasuk game dengan alur yang lambat sehingga akan melelahkan untuk dimainkan dalam jangka waktu lama.
Pheonix Wright: Ace Attorney adalah alternatif sempurna bagi kalian yang ingin memainkan game misteri a la Detective Conan namun tidak menguasai bahasa Jepang. Ia memang game yang tidak sempurna namun cukup enjoyable untuk dimainkan. Selain itu, saya juga dapat memperkaya vocabulary hukum seperti trial, witness, prosecutor, attorney, defendant, victim, adjourned dari dialog-dialog di game ini.