Tsiqoh Pemilu gini kita gencar mengampanyekan pilihan kita. Termasuk pada kerabat dan teman dekat. Kita pasti sering dengar kalimat, "Ah saya nderek kyai aja." . "Aah saya mah ikutin ulama pimpinan." . "Atau pilihan saya dan para santri jelas pada paslon yang ada kyainya." . Lalu kita berusaha mengedukasi mereka, bahwa ulama adalah manusia biasa. Mereka juga bisa salah. Apalagi dalam hal politik. Ada banyak aspek yang tidak ditampilkan terang trawaca di hadapan publik. . Politik memang pelik. Dan tsiqoh dengan kyai atau ustadz adalah salah satu cara berpartisipasi dalam politik tanpa ikutan pening. . Tapi belajar itu penting. Tahu itu penting. Karena ustadz itu banyak. Kyai itu ribuan di Indonesia. Dan semua baik. Jangan sampai kita tsiqoh atau ittiba' tanpa berpikir sendiri. Harusnya kita tahu kenapa kita tsiqoh, kenapa kita percaya sama pimpinan kita. . Bukan cuma karena dia pimpinan atau kyai yang terhormat, tapi karena kita tahu beliau meniti jalan yang benar. . Nasehat ini berlaku bukan hanya selama masa politik, dan untuk orang lain yang punya pilihan berbeda dari kita. Tapi buat semua orang dalam menjalani pilihan dalam hidupnya. KITA JUGA . Mari cari tahu dulu. Tsiqoh pada masyayikh itu perlu, dan harus. Tapi tsiqoh harus berilmu. . Hadaanallah #katarsistika #katarsis #tsiqoh #pemilu #pilihno2 #2019gantipresiden #AyoLebihBaik #staywoke #autokritik (at fX Sudirman) https://www.instagram.com/p/BtsQYkBFk25/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=17pqmqhqh8r56








