Kembali, Pulang.
Allah, begitu mudahnya jika Engkau menginginkan hamba-Mu pulang. Jika Engkau rindu, ia mengangkat tangan dengan sebongkah harapan yang akhirnya bisa diletakkan padaMu saja. Tidak perlu pukulan keras, cukup usapan lembut :") hanya perlu Kau beri kerikil kecil saja dalam langkahnya, sudah berhasil membuatnya menangis tersungkur mengiba. Maha Besar Engkau, yang pada penciptaan-Mu diciptakannya manusia bersifat lemah. Andaikata jiwanya tak mudah goyah, entah sebesar apa pukulan yang harus membawanya kembali dalam dekapan-Mu.
Allah, jika hari ini Kau masih berkenan memberi kami kesulitan yang mengantarkan kami bahwa tiada daya dan upaya melainkan kekuatan-Mu, maka terimakasih. Tidak dibiarkannya kami dalam fatamorgana dunia yang lari-lari kami kejar, malah dengan lembut Kau ajarkan untuk berbalik arah dengan mengejar akhirat dan sisanya Kau urus dengan cara-Mu.
Walau sekarang, sesak penuh air mata, walau jalannya lelah tak berkesudahan, walau tapaknya berdarah-darah tak berupa namun tunjukkan bahwa ini adalah jalan yang Engkau ridho, supaya kami tenang, supaya kami lapang. Bagaimanalah lagi, jika kesulitan kami hanya membuat kami semakin jauh setiap hari dari apa-apa yang Engkau ingini, sedang di dunia terhina di akhirat memasuki neraka yang menyala-nyala.
Allah, gapai kami saat kami mulai berada pada upaya kami yang hampir habis. Bahwa pertolonganmu akan sampai sembari kami membenahi taqwa kami pada-Mu lagi, hingga Engkau percaya mengatakan "sesungguhnya Aku sangat dekat"
Allah, dengan jujur aku katakan. Sekali lagi, aku rapuh serapuh-rapuhnya. Tapi ini akan terlewati, kan? selagi aku percaya dan mengikuti semua yang Kau perintahkan, walau masih banyak kekurang.
Allah, jgn tinggalkan :")














