Banyak sekali pertanyaan tentang kenapa, bagaimana, kapan.
Ya mungkin di sini aku bisa cerita dan jelasin atas pertanyaan pertanyaan di atas.
Jadi, di awal tahun ini. Kelas 12 ini. iya, aku emang udh berniat, malahan emang sudah tertulis di 100 mimpi tika, di target tika. kalo tahun ini harus selese qur'an.
Tapi, setelah aku mempelajari. Adab menghafal al-quran, aku memahami makna setiap apa apa yang aku hafal.
Sekitar pertengahan semester sepertinya. Ya, aku sadar bahwa seorang penghafal al-quran itu memang harus benar benar berkomitmen.
Berkomitmen untuk selalu menjaga kalamNya, memahami isi kandungannya lalu menyebarkan. Ya bgitulah konsep menjaga. Berusaha untuk selalu mempertahankan apa apa yang ada di dalamnya.
ya pernah si terbesit dibenak ini #eaklo. Begini;
"Tik, yakin lo bisa kea gitu?" hmm, gimana ya, di sisi lain; "yakin dong tik!, lu pasti bisa."
Ya tika emang yakin banget bisa.
Gini gini, ada aja yang nanya ke tika;
"kenapa ga selese sebelum haflah (wisuda) si tik? Nanggung tau.
Hmm gimana ya? Sebenernya kalau masalah menghafalnya, menghafal itu mudah, yaa allah juga udh bilang sendiri kan, di surat al-qomar, dan diulang berkali kali bahkan.
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Yauda ya. Aku to the point aja nih ya.
Sebenernya akhir desember itu hafalan yang sudah aku ujikan 15 juz. Nah sisa setengah lagi kan. Nah, dari situ. Aku mulai ngerasa,
"tik. Lu udh hafal setengah al-quran, tapi kenapa sifat lo gini gini aja? "
Kaya ada pergolakan gitu tu di hati kecil tika. Emang sih manusia di dunia ini ga ada yang akhlaqnya se perfect nabi muhammad. Tapi ya, setidaknya kita sebagai umatnya, meniru sikap yang beliau ajarkan.
Nah kalo diliat dari waktunya ya, itu tinggal semester lagi, belum lagi banyak ujian sekolah bertubi tubi datang, silih berganti, datang lalu pergi lalu datang lagi*kaya dia #eh.
Saat itu aku juga dapet nasehat dari kaka aku sendiri, dia bilang gini ; "ka, selesaikan. Akhirat diutamakan. Karena kaidahnya kalo akhirat di kejar, dunia pasti dapet. Nah kalo dunia di kejar, akhirat belom tentu dapet."
Ketika denger itu, yaudah. Bingung dah tu harus gimana.
Ya menurut aku sih. Selese quran juga ga harus sebelum haflah kan(?) so, yaudah. Aku di situ mulai menyeimbangkan waktu antara belajar dan menghafal. Yaa, tapi, Aku lebih fokuskan untuk menghafal. Berusaha mengikuti nasihat dari sang kaka.
Nah mulai tuh, kea ngerasa waktu cepet bat tu berganti. Tugas lebih banyak dibandingkan waktu yang ada. Berhubung sisa 15 juz itu aku samsek belom pernah ngafal, jadi gimana ya. Kesan menghafal nya itu kaya ga dapet, feel nya tuh ga ngena. Kaya aku tuh memaksa diri buat ujian aja. Malah kadang ada aja setan bisikin "udahlah tik. Yang penting ujian." nah, harusnya ngga ada nih pikiran begini, tapi ya gimana tu ya, aku manusia biasa. Jadi, untuk memahami, menghayati ayatnya itu jadi kurang berasa gitu, nikmat menghafalnya berasa kurang gitu deh. Karena terkadang ya itu, ingin cepat cepat ujian quran.
Nah selain itu, ada alasan yang paling mendasar banget, buat aku ngga selesein quran sebelum haflah.
Aku masih terlalu takut, untuk dijadikan contoh atau teladan yang baik, aku masih terlalu takut untuk melangkah lebih jauh, dan aku masih terlalu takut untuk menyebarkan kebaikan yang ada di dalamnya.
Aku merasa tak pantas dengan sifatku seperti ini. Karena hakikatnya seorang penghafal al-quran, adalah akhlaqnya seperti apa apa yang allah sebutkan di dalamNya.
Karena al-quran akan bersemayam di hati orang orang yang tepat.
Nah, ngerasa aja gitu, kalo diri ini belom tepat.-.
Overall, Sebenernya ada rasa nyesek juga si, temen temen yang ngafal bareng, berjuang di awal bareng udah pada kelar, dan aku masi seperti ini.
Tapi, ya ini keyakinan aku.
Aku belum siap untuk menangggung semuanya, karena ya itu hafizoh itu benar benar menjaga. Benar benar berkomitmen dengan Allah sampai maut menjemput, sampai di hisab nanti, semua akan dipertanggung jawabkan atas apa yang sudah kamu hafal.
Aku? ya begini lah, terlalu banyak kekhawatiran dan terlalu banyak rasa takut.
Doain aku yaa teman teman..
Semoga aku diberi ke istiqomahan dalam menghafal dan diberi kemantapan hati untuk berusaha menyelesaikannya tahun ini dan menjadi pribadi yang rabbani.
Teruntuk kalian yang sudah selesai:
Barakallah, semoga allah selalu limpahi keberkahan dan keistiqomahan dalam menjaga kalamNya.
Dan selalu ingat, menghafal al quran itu berarti menjaga, dan menjaga itu butuh komitmen.
Ambil yang baik, buang yang buruk.