Percayakah Anda jika ada orang yang belum pernah pacaran?
Masa sih ada yang seperti itu? Apa mungkin ada yang bisa betah jomblo lama-lama?
Kenyataannya, ada orang yang begitu. Contohnya, saya.
Kenapa tidak punya pasangan?
Apa iya tidak ada yang tertarik?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah sering saya dengar, baik dari orang yang dekat dengan saya sampai tidak begitu mengenal saya. Bagi orang-orang yang saat ini tidak sedang memiliki pasangan, menjadi single bukan sesuatu yang tidak mungkin. Buktinya, ada yang betah bertahun-tahun tidak pacaran.
Saya sendiri jujur saja, BELUM pernah mencicipi nikmatnya pacaran seperti yang dikatakan oleh teman-teman saya. Secara manusiawi, kadang saya tergoda juga untuk punya pacar. Iri kadang melihat kemesraan teman yang sedang bersama dengan pasangan mereka. Ada yang merhatiin, bisa jalan bareng, nonton, makan. Seakan dunia milik berdua ya. Hehe.
Dulu sewaktu masih duduk di bangku sekolah, saya sering menyalahkan kedua orang tua yang tidak mengizinkan saya untuk pacaran. Katanya sih, belum boleh pacaran karena masih sekolah. Nanti mengganggu konsentrasi belajar. Saya mengiyakan saja karena saya juga tidak bisa menjamin, kalau nantinya saya punya pacar, tidak akan memengaruhi nilai rapor saya.
Setelah kuliah, saya pikir akan bisa mengatur waktu dengan baik dan bisa punya pacar tapi, kenyataannya saya justru terlalu fokus untuk menyelesaikan studi dan menutup diri dengan cowok-cowok yang dekat saya.
Seiring bertambahnya usia, saya juga cenderung lebih pemilih. Terlalu banyak kriteria yang dijadikan patokan. Ini akan menjadi pacar pertama jadi, dia harus begini dan begitu…
Hingga akhirnya saya sadar, alasan kenapa selama ini saya masih single adalah karena itu adalah PILIHAN. Ya, menjadi single adalah pilihan. Bukan karena tidak diizinkan orang tua. Kalau memang saya mau kan bisa backstreet. Toh, banyak yang begitu. Lalu kenapa tidak saya lakukan? Jawabannya, karena itu pilihan saya.
Bahkan setelah lulus kuliah, alasan kenapa saya tidak pacaran dulu adalah karena itu pilihan. Saya belum ingin terikat dengan seseorang. Saya belum ingin berkomitmen untuk itu.
Saya pikir saya terlalu picky dalam menentukan pasangan tapi, bukankan kita sudah seharusnya memang selektif dalam menentukan calon pasangan hidup kita.
Teman-teman saya pernah mengatakan, coba saja jalani dulu dengan orang ini atau itu tak peduli kita suka atau tidak. Kalau tujuannya hanya untuk coba-coba atau yang penting punya pacar saja, buat apa? Menurut saya, pacaran tidak sesimpel itu. Pacaran adalah komitmen antara dua insan yang dilandasi dengan kasih. Tujuan pacaran adalah menikah. Even, kita tidak bisa berencana bahwa pasangan kita saat ini sudah pasti akan menikahi kita karena Tuhan yang tahu siapa jodoh kita. Setidaknya, itulah yang saya yakini.
Lalu bicara soal memilih pasangan, saya rasa wajar saja menentukan pasangan ideal kita seperti apa. Toh, orang tersebut mungkin saja nanti akan berumahtangga dengan kita. Masa mau membeli kucing dalam karung. Artinya sebelum pacaran, kita perlu mengenal terlebih dahulu orangnya seperti apa. Dan supaya adil, kita juga perlu memantaskan diri untuk bisa dipilih juga nanti (nb: Pasangan berkualitas nanti dibahas di artikel selanjutnyaJ).
Jika ada mengejek karena status kita yang single, take it easy guys. Percaya deh, Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik bagi kita di waktu yang tepat.