Setelah menikah nanti, pikirkan dan antusiaslah setiap hari tentang: kebaikan apa yang hari ini akan kuberikan untuk pasanganku? Lebih tepatnya, sama-sama antusias dan saling memikirkan.
—Taufik Aulia

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Canada

seen from Germany
seen from Russia

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Albania
seen from Algeria

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Albania
seen from United States
Setelah menikah nanti, pikirkan dan antusiaslah setiap hari tentang: kebaikan apa yang hari ini akan kuberikan untuk pasanganku? Lebih tepatnya, sama-sama antusias dan saling memikirkan.
—Taufik Aulia
Lelaki - sekalipun tiap keputusan berada di atas telapak tangannya, namun melibatkan perempuan dalam setiap pengambilan keputusan adalah salah satu bukti bahwa ia menghargai perempuan.
01 Januari 2026 || 12.52 a.m
Tolong, Dengarkan Aku
Besok di hari ulang tahunku, bolehkah kuminta hadiah untuk didengar keluh dan kesahnya?
Aku ingin sekali saja divalidasi perasaannya. Satu jam saja. Tidak, 30 menit saja sediakan telinga dan empatimu untuk memahami.
Aku juga ingin diupayakan.
Setelah itu aku akan pergi, bekerja seperti biasanya, berbenah seperti biasanya, dan mengikuti keinginanmu seperti biasanya.
Aku akan baik-baik saja hingga tahun depan di hari ulang tahunku, aku kembali meminta hadiah yang sama.
@oversharink
Memilih Pasangan Hidup
Memilih pasangan bukan hanya soal perasaan, tapi juga tentang arah hidup. Jika laki-laki dan perempuan memiliki visi dan misi yang sejalan, maka perjalanan rumah tangga akan terasa lebih ringan.usaha yang dilakukan tidak dianggap sia-sia, karena keduanya melangkah dengan tujuan yang saja.
Sesungguhnya yang ditakutkan perempuan bukanlah soal ekonomi. Banyak perempuan yang rela ikut membantu, rela berjalan Bersama, bahkan rela berkorban demi kebaikan keluarganya. Namun yang paling ia takuktakn adalah ketika seorang laki-laki, yang seharusnya menjadi pemimpin rumah tangga, tidak mampu memikul tanggung jawab dan tidak mau berusaha.
Pernikahan bukan hanya tentang awal yang indah, tapi tentang perjalanan Panjang yang penuh pasang surut. Seseorang laki-lakii adalah pemimpin, nahkoda yang menentukan arah bahtera. Karena itu, ketika ia tidak mampu mengabil keputusan besar di awal, bagaimana mungkin ia bias diyakini dalam keputusan-keputusan penting lain yang akan datang? Laki-laki dewasa sejatinya tahu apa yang ia perjuangkan dan berani bertanggung jawab atas pilihanya. Di sisi lain, tugas perempuan ketika sudah yakin adalah memberikan kemudahan. Bukan untuk mempermudah dirinya dilalaikan, tetapi untuk menunjukkan bahwa ia siap mengukung, siap mendampingin dan siap ikut berjuang.
Karena pada akhirnya hubungan yang sehat bukan hanya tentang satu pihak yang mengusahakan, melainkan tentang dua hati yang sama-sama berjuang, sama-sama saling mengusahakan. Perempuan perlu memahami bahwa laki-laki juga manusia yang bias Lelah, bias goyah, bahkan bias merasa rapuh. Justru di situlah peran istri menjadi sangant penting, ia bukan hanya pasanganan, tapi juga penenangn hati, bukan hanya teman hidup, tapi juga pengyemangat ketika suami mulai merasa berat memikul tanggung jawabnya.
Source: https://www.instagram.com/stories/herricahyadi/3434510173962838349?utm_source=ig_story_item_share&igsh=NHp3a3J5dng2bnVr
Doa di Persimpangan Waktu
Pada akhirnya segala ragu menjelma kabut, membuat langkah terhenti di persimpangan sunyi, hingga aku memilih diam sebagai doa, menyerahkan arah pada Yang Maha Tahu jalan.
Namun masih tersisa gentar di dada, takut semua hanyalah kesementaraan rasa, takut semua hanyalah sekadar pelarian, takut semua hanyalah cermin dari sepi.
Aku ingin pilihan ini jadi pelabuhan, yang meneduhkan dahaga jiwa yang rapuh, yang mampu menerima retak dan ganjilku, dan tetap tinggal, meski badai mengguncang.
Sering kupinta dengan lidah yang gemetar, “Ya Allah, jangan bosan pada rintihanku, tunjukkan jalan agar tak keliru memilih, berikan yang terbaik, meski aku belum sebaik itu.”
Semoga niat ini tetap terjaga bening, bahwa cinta hanyalah jalan menuju-Mu, bahwa ikatan hanyalah wujud ibadah, agar langkah kecil ini Engkau ridhai selamanya.
Perempuan Dominan
Sebenernya pengen bahas ini dah lamaaa banget, tapi bingung nulisnya kayak gimana. Sampai akhirnya aku terpantik dari story tehdin sekitar minggu lalu, yangmana belio dapat nasihat jangan terlalu dominan
Aku agak gemes, karena dominan seringkali konotasinya negatif. Padahal tidak selalu seperti itu
Oh iya, sebelum menulis ini, aku tanya dulu sama suamiku, "Aku ini dominan nggak sih mas?". Dia jawab, "Iya".
"Definisi dominan menurut mas itu kaya gimana?", tanyaku. "Unggul, kuat", jawabnya
"Hmm masa? Kayanya lebih ke berpengaruh gitu nggak sih mas?", tanyaku. "Hmm gak juga. Tapi iyasih, membawa pengaruh", jawabnya
"Akupun juga terpengaruh beberapa hal dari mas. Buktinya aku sekarang lebih calm dan gak se-sangar dulu", kataku. "Trus mas nyesel gak nikah sama aku? Aku kan dominan. Biasanya cowo-cowo gak mau tuh sama cewe yang suka ngatur", tanyaku
"Enggak. Meski kamu sering reaktif, bawel, tapi itu kan juga perhatian. Aku suka sama orang yang bisa diajak diskusi dan ngasih saran. Trus kadang kalo aku sudah maunya A, kamu juga gapapa, bisa terima aja", jawabnya
Perempuan dominan memang cocok sama laki-laki yang perlu dukungan dan validasi; yang perlu diajak negoisasi dan diskusi. Dominan seringkali dianggap negatif, padahal bukan berarti angkuh dan berkuasa, justru dominan itu memiliki kontrol kuat dalam dirinya, sehingga mudah menempatkan diri pada kondisi
Namun bukan berarti nantinya tidak ada konflik, pasti ada karena dua individu berbeda. Biasanya kita mencari yang minim potensi konflik
___
Dulu sebelum menikah, yang paling khawatir ialah mamaku, karena beliau tau aku orangnya dominan, tidak mau diatur, kuat pendirian dan keras kepala. Padahal aku merasa diriku gak semenakutkan itu. Terbentuk seperti itu karena keluargaku memang keras, ceplas ceplos, no baper-baper. Aku merasa diriku ini diplomatis, gak saklek, tapi ketika orang-orang menilai berbeda. Ya slow aza
Kayanya udah biasa ya, cewe-cewe dominan dan independen selalu dapat nasihat dari orang lain yang intinya jangan terlalu dominan. Tapi aku selalu skeptis. Why? Ya nggak apa-apa dong, asalkan paham dengan kapasitas diri, paham dengan peran berdasarkan prinsip masing-masing, bisa mengatur ego
Gak masalah menjadi perempuan yang dominan, strong, independen atau apa lah sebutannya. Justru itu harus, daripada nggak punya pendirian, gak tau tujuannya apa, cuma ngikut alur dan mudah terwarnai. Manut-manut ae, dikon nyemplung kali moro gelem sisan wkwk candaa ini perumpamaan aja
Kalau istri cenderung dominan dari suami, tetap harus bisa menghargainya sebagai kepala keluarga; juga sebagai suami. Beri ruang, dan turunkan ego. Pahami love language pasangan. Dua tahun ini, aku juga akhirnya belajar, bahwa memang benang yang mbulet itu harus diluruskan (dibicarakan baik-baik dan belajar memvalidasi apa yang sedang dirasakan)
Sekalem-kalemnya suami, tentu ia tetap ingin diperlakukan sebagai kepala keluarga yang punya andil besar dalam setiap keputusan. Istri mendampingi, menemani dan keduanya saling support
Jadi.. pasangan itu bukan saingan, justru saling mendukung. Siapapun yang lebih dominan, sebisa mungkin mau memposisikan diri dalam hal satu atau hal yang lainnya. Kedudukan suami di atas, dan istri di bawah suami, bukan berarti ada penindasan atau sebagainya. Dikarenakan suami memiliki peran dan tanggungjawab paling besar di dalam keluarga
Semoga Allah lembutkan hati kita untuk terus berbaiksangka, juga saling mendukung orang-orang di sekitar kita
Jakarta, 1 Agustus 2023 | Pena Imaji
Akan selalu ada orang yang mencintaimu dengan tulus. Tanpa tapi, tanpa perlu kau jelaskan ini dan itu.
Akan selalu ada orang yang menerimamu secara penuh, mengisi semua relung yang tak pernah terpikirkan olehmu.
Akan selalu ada orang yang memeluk segala kurangmu dan melengkapinya. Ia mencintai semua tentangmu.
Akan selalu ada orang yang mendoakanmu. Tanpa kau tahu, tanpa kau minta. Air matanya menetes untukmu, peluhnya, semua doa dalam sujudnya.
Kau adalah dunianya.
Maka jangan bersedih atas apa yang kau jalani saat ini, apalagi jika itu keluar dari orang lain yang tidak benar-benar tahu segala tentangmu.
Sebab akan selalu ada orang yang menunggu kehadiranmu. Tersenyum padamu, bahagia, sebab kau hadir di dunia untuk bersamanya.