Bangunlah di waktu sahur. Meski tidak ada yang membangunkanmu untuk sahur seperti kebanyakan orang-orang. Entah karena engkau belum punya pasangan atau karena engkau sedang berada jauh dari keluarga di perantauan. Berikhtiarlah sebisa mungkin. Tidurlah lebih awal, pasang alarm, niatkan untuk sahur dan mintalah pertolongan Allah agar dibangunkan. Sebab di waktu sahur Allah turunkan keberkahan.
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
“Nabi ﷺ bersabda, “Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada keberkahan.” (HR Bukhari, No 1789)
Apa saja keberkahan di waktu sahur?
Waktu sahur merupakan salah satu waktu diistijabahkannya do'a-do'a. Mereka yang di waktu sahur melangitkan do'a-do'a, berpotensi lebih cepat Allah ijabahkan do'anya. Karena di waktu itu, ibarat waktu VVIP-nya seorang hamba untuk bermunajat kepada Rabb-nya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman: "Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni." (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).
Makan dan minumlah di waktu sahur walau hanya sedikit!. Meski mungkin engkau sudah terbiasa atau mampu untuk berpuasa tanpa harus bersantap sahur sebelumnya.
Makanlah walau hanya sebutir kurma dan minumlah walau hanya seteguk air saja. Sebab di setiap kunyahan dan tegukan yang engkau niatkan sebagai santap sahurmu, ada keberkahan yang Allah lekatkan dalam makanan dan minumanmu. Ketahuilah, dari mulai engkau menikmati hidangan itu sampai engkau menyelesaikan sahurmu, para malaikat bershalawat (memintakan ampun) untukmu.
Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, beliau berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda:
“اَلسَّحُوْرُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ, فَإِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ.”
‘Makan sahur adalah makanan yang penuh dengan keberkahan, maka janganlah engkau meninggalkannya, walaupun salah seorang di antara kalian hanya meminum seteguk air, karena sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur". (HR. Ahmad 3:44)
Sahur juga merupakan pembeda antara puasanya kita dengan puasanya para ahli kitab.
عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
“Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim, No 1836).
Dan di waktu sahur itulah, para calon penghuni surga beristighfar. Mereka adalah orang-orang yang memperoleh ampunan, surga & segala kenikmatan di dalamnya serta keridha'an Allah.
Tahu dari mana?. Dari ciri-ciri penghuni surga yang Allah spill kan dalam Al Qur'an, tepatnya di ayat ke 15 - 17 surat Ali Imran.
{۞ قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ (15) الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (16) الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ (17)} [آل عمران : 15-17]
Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?". Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Mereka itu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Mereka itu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (QS.3:15-17).
Bangunlah di waktu sahur. Makan dan minumlah walau hanya sedikit. Dan ingatkan orang-orang tercinta, bahwa bangun dan bersantap sahur bukan semata-mata untuk menguatkan raga agar esok harinya kuat berpuasa, tapi yang paling utama adalah untuk menjemput keberkahan-Nya.
Bukankah keberkahan itu yang selama ini kita cari-cari?.
Bangunlah di waktu sahur. Makan dan minumlah walau hanya sedikit.
Semoga Allah berkenan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang diberkahi di mana pun kita berada.