Menjadi Golongan Yang Sedikit
Kondisi real umat saat ini kita tentu tau. Peradaban mana yang sedang menguasai dunia, bangsa yang menjadi adidaya, dan mendominasi gaya hidup hampir seluruh manusia.
Ah mereka baru saja lahir padahal dibandingkan umat islam yang sudah 1400 abad lamanya, beratus abad memimpin dunia. Tapi begitu cepatnya mereka menggerakkan perubahan dan mengganti hampir seluruh sistem yg ada, mengalihkan kita umat islam agar berpaham isme isme yg mereka gaungkan. Perang ideologi pun juga tak dapat dipungkiri, kita umat islam adalah target mereka agar kita mengikuti musuh2 Allâh.
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (QS Al-Baqarah [2]: 120).
Lalu apa yang mesti kita sadari di tengah-tengah kondisi umat yang justru berbalik dari zaman keemasannya ? Sampai-sampai ada muslim yang tak ada bedanya dg yang non muslim, sampai2 umat muslim tak peduli dengan saudaranya sendiri, syariatNya dipermainkan, ulama dan ustadzanya jadi permainan para elite dan penguasa, ataupun banyak yg diperalat untuk mengadu domba sesama muslim demi kepentingan (astagfirullah).
Kita perlu mengingat nasihat yang mengingatkan kita bahwa umat ini bangkit dan dapat menguasai dunia karena berpegang teguh dengan petunjuk Allâh.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, ada seorang pemuda yang sering berdoa berulang-ulang sambil thawaf di depan Ka'bah seraya meminta “Ya Allah, masukkanlah aku dalam golongan hamba-Mu yang sedikit".
Maksudnya apa? Karena orang2 yang sedikit itu mereka selalu berhubungan dg hal2 yang kebaikan dan hamba2 pilihan Allah.
Surat An-Nahl ayat 78 ditegaskan, "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur". Namun, kenyataannya banyak manusia yang tidak bersyukur, tidak taat, ingkar pada-Nya, seperti dijelaskan dalam beberapa ayat
"Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (tetapi) Amat sedikit kamu bersyukur. (Al-Mulk:23)
"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur" (Q.S. Saba': 13).
Amat sedikit lah Kamu bersyukur" (Al-A'raf: 10)
"dan tidak beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit" (Q.S. Hud: 10)
Maka jangan heran, islam juga akan kembali dalam keadaan asing, dan amat sedikit hamba2 Nya yg benar2 taat dan mensyukuri Nikmat Tuhannya, mereka istimewa karena merekalah hamba2 yg dicintai Allah. Allâh menyebut mereka diantara hamba2 yg lain. Tugas skita hanya beramar ma'ryf nahi mungkar semampu kita, hasilnya hanya keputusan Allah yg menentukan.
Semangat H-39 Ramadhan 💕💕
Selasa 22 Feb 2022 || ٢١ رجب ١٤٤٣