Bagai putih dan hitam nampak jelas benang merahnya
Ingin merindukan yang sadar bagaimana hinanya keadaan
Ingin mencinta Ia yang begitu mulia dan tahu betul bagaimana yang terlalu melampaui batasan
Ingin kembali memadu syahdu tapi tak pantas dengan kelamnya penglihatan
Namun, sisi lain berpuisi menyemangati
Duhai, engkau yang menghambakan diri
Air mata akan jadi saksi, sesak jiwa akan kekhawatiran akan jadi cemeti
Kembalilah, pintu itu terbuka tanpa kau perlu mengetuk
Cerita pilu selalu ditunggu untuk menengadah
Agar risaumu tak terus tertunduk dan usai sudah
Serahkan segala perkara dan asa
Tentu, tidak ada yang tidak mudah sedang Ia yang paling berkuasa
(19 November 2020, 6.24 pm)











