
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from China

seen from Singapore
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from Philippines
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Pakistan
seen from Yemen
seen from Japan

seen from United States
Ga bisa tidur. Terus nemu thread di twitter yang agak nostalgia masa SD (walopun sedih). Dan pengen juga. Karena aku kebanyakan inget masa SD-ku yang sedih-sedih doang dibanding yang seneng, aku kepengen ngelist hal-hal cukup menyenangkan pas SD yang (semoga) bisa mengobati diri. Hahaha.
1. Kelas 3 SD punya sahabat, yang lucunya out of nowhere dia yang "ngelamar" aku sebagai sahabat. Ya like, "Kita sahabatan yuk!" padahal dia anak perempuan di kelas yang paling jarang interaksi ma aku. Terus sejak saat itu lah dimulai persahabatan kami. Anaknya mantan rektor ITB, btw, sering nginep di rumah dia di Bojongkoneng. Pas reuni jaman kuliah, si pak rektor masih kenal aku huhu terharu. Udah lama banget ga kontak, kabarnya dia dah nikah dan udah dapet gelar doktor dari Jepang.
2. Kelas 6 SD mulai dilesin pelajaran. Sejak saat itu nilai Matematika-ku meroket. Pernah sekali dapet nilai 10 sempurna dan satu-satunya di kelas. Dapet hadiah apa yah, aku lupa, pas itu keknya satu-satunya masa disegani ma temen-temen sekelas, sampe ada si yang paling terkenal jago Matematika ngehadiahin stiker buatku =)) Nilai Ebtanas-ku paling gede Matematika dong, cuman salah satu soal.
3. Anak paling cantik di kelas deket rumahnya sama aku. Dan sering maen bareng ke rumahnya nyaris tiap minggu. Kelas 6 SD kali yah, atau kelas 5? Lupa. Pokoknya aku rutin maen ke rumah dia, haha, walopun dia dikenalnya ngegeng sama geng paling terkenal di angkatanku. Hobi kita maen sega/PS apa yah, maen Mortal Combat =))
4. One of most hated girl di kelas, suatu hari jadi sahabatku. Yap di masa-masa akhir sekolah selain si sahabat nomor 1 ini, ada si nomor 4 ini. Pas itu ya seneng aja berteman sama dia walaupun posisi dia pernah kusebelin (karena peer pressure), anaknya fun kok.
5. Dilesin mama keyboard dari SD. Pas ujian akhir praktik Seni Musik, perform keyboard pake lagu The Way We Were-nya Barbra Streisand sama Mr. Bojangles-nya Nina Simone (selera musikku terpaksa jadul karena buku musikku lagu lama semua, Frank Sinatra lah pas SD udah apal banget). Nilaiku paling tinggi :")
6. Walaupun lariku boyot, tapi aku selalu suka main kasti di lapangan sama temen-temen. Aku ga ngerti kenapa ga kapok, pasti selalu maen. Kupikir kelas 6 SD semuanya membaik sih.
7. Naksir-naksiran jaman SD, aku inget pernah ditaksir balik (ga lama sih). Anaknya fun dan salah satu yang emang konsisten baik (ikutan peer pressure buat bully sih tapi ga terlalu keras bully-nya). Anaknya udah meninggal, sekitar tahun 2014-2015-an.
8. Sama sahabat nomor 1 suka bandel beli es krim walls pas pulang sekolah. Ini parah kalo ketahuan sama guru sanksinya, bisa disetrap pas upacara diliatin semua angkatan. Tapi kita gak pernah ketahuan hahaha
9. Pernah juga dilesin gambar, pokoknya sejak saat itu nilai kesenianku membaik. Ada tugas gambar ilustrasi, nilaiku paling gede.
10. Gara-gara bisa keyboard, aku diminta ngajarin guru Bahasa Indonesia di ruang guru setiap Jumat. Namanya Bu Dewi. Udah meninggal juga Beliau, pas SMP/SMA aku tahunya
11. Suatu hari bawa catur ke sekolah dan sejak saat itu aku dikasih label "si jago catur". Yap, ada masanya aku obsesi catur, sampe semua artikel pertandingan catur yang ada langkahnya, kuguntingin dan aku kipling T_T Suka kalo lagi senggang nyobain langkah-langkah catur itu, sampe beli bukunya juga. Pernah sekali menang tanding sama kakak kelas, dianya ngambek hahaha.
12. Man, kelas 6 SD semuanya serba membaik kalo dipikir-pikir.
Photographs lost in time are all I see
Jamie Cullum — Pointless Nostalgic —
Let's talk about the existential crisis I go through before every birthday when I realize there's yet another lyric I can't BE...
When I turned 19...and I could no longer "stay 18 forever (cut me open)"
When I turned 20...and I was no longer "just a teenage dirtbag" (I told people to wish me a Happy Twenteenth Birthday)
When I turned 22...and was no longer "21 and invincible"
Now 24 approaches...
and maybe I like that "nobody likes you when you're 23"
and maybe I like being "a 23 on the verge of spontaneous combustion"
and maybe "I'm only 23 for another [25 days] give or take, I'm a fan of yours and I need a good mistake"
...is this a pathological condition?
I really dwell so much on parts of my past and how badly I miss those times and the feelings I had and it sometimes it makes it very hard to fully enjoy my present and it's a frustrating and unfortunate thing that I'm really trying to work on.
Sean just posted pics of senior year and I was ugly and weird looking but it didnt matter cause I had a wicked cute gf and the best friends and the best time