Aku: Lulus?
Masih ingat dengan euforia ketika saya dinyatakan lulus dalam ujian pendadaran sekitar 3,5 tahun lalu? Well, hari ini saya mengalaminya lagi. Dan rasanya...lebih amazing.
Flashback sejenak.
Ujian ini sangat berat. Berat sekali sampai saya, selama 2 minggu begadang ga tidur bareng dua teman belajar saya: Nita dan Ella merasakan nano-nano yang luar biasa. Kami berjuang dalam usaha dan doa. Menangis dan meratap agar Tuhan memberikan sedikit nikmat untuk kami.
Banyak yang selama 2 minggu ini kami pelajari. Tidak sekadar belajar tentang rumus bangun datar dan bangun ruang, sistem pemerintahan, transportasi darah, hingga fungsi peta, tapi lebih dari itu, kita belajar tentang hidup.
Iya, kami banyak berbicara tentang pemaknaan hidup, kisah masa lalu, pelajaran, mimpi-mimpi, dan sebagainya. Semuanya. Hingga larut malam. Dalam diam dan keterasingan kami berjuang. Meski tidak dipedulikan orang lain, kami tetap berusaha untuk maju. Meski dikucilkan, meski tidak diindahkan, meski ditusuk dari belakang, kami tetap semangat. Bahwa ini yang terbaik.
Dan...hari ujian pun tiba. Dengan penuh percaya diri, kami melangkah ke bilik komputer, tempat ujian akhir kami berada. Saatnya, kami berjuang.
Namun...
Ketika kami keluar dari ruangan ujian, kami bertiga menangis. Menangis. Bukan karena kami berhasil, tetapi karena apa yang diujikan sangat jauh dari imajinasi kami. 90 menit dalam ruang itu benar-benar menyiksa. Kami takut. Takut tidak bisa. Tidak lulus.
Lalu...
Waktu berlalu. Kami menunggu. Kata-kata dari orang terdekat sudah cukup membuat kami tenang. Wis lah, kalaupun tidak lulus, pasti itu yang terbaik. Selalu ada yang terbaik. Yap, kami berpikir dengan positif.
Dan... hari ini pun datang. Tanggal 20 Januari 2016. Kami menunggu dengan penuh keikhlasan. Jam 12 lebih, ada kabar bahwa portal pengumuman sudah bisa dibuka, kami pun membuka satu per satu. Ketika nama kami satu per satu dicek, ah..tidak ada yang bisa melukiskan betapa bahagianya kami.
Kami LULUS.
Pelukan, tangis, tawa, berbaur menjadi satu.
Terimakasih untuk semuanya, doa-doa yang melangit dari ibuk, bapak, mas, dan orang-orang terdekat lainnya. Barokalloh :)
*euforia, untuk Ella, Nita, Inu, seperjuangan menggapai Gr.S.Pd. 20 Januari 2016













