Paradox Diri
Dalam perjalanan pulang kerja tadi, tiba-tiba saja muncul kesadaran tentang suatu hal yang lucu sekaligus ironis dan sangat pas dengan tema paradox ini.
Setiap kali menjelang Hari Raya Kuningan, kami Warga Bali di Melbourne biasanya akan melakukan acara persembahyangan bersama di gedung Konsulat Jenderal Indonesia. Selain sembahyang bersama, juga ada pertunjukan tari-tarian diiringi gamelan dan ditutup dengan menikmati masakan Indonesia yang masing-masing dari kami bawa dari rumah dan selanjutnya dimakan bersama.
Di momen inilah kesempatan bagiku untuk memakai kebaya..ya, setiap enam bulan sekali, koleksi kebaya yang ada di lemari akhirnya berkesempatan untuk menunjukkan pesonanya haha.
Dulu, memakai kebaya membuatku merasa seksi, sebab long torso yang dipakai sebelum memakai kebaya, membentuk lekuk pinggang jadi nampak indah.
Sekarang, moment memakai kebaya menjadi sebuah perjuangan tersendiri. Bagaimana tidak, long torso andalan sudah tidak lagi kuasa menahan timbunan lemak yang semakin melimpah, plus koleksi kebaya yang harus terus menerus di up grade, mengikuti perkembangan lingkar dada dan lingkar pinggang yang lingkaran nya semakin besar.
Aku sadar dengan kondisi ini dan tahu bahwa harus mulai merubah pola makan tidak sehat yang lebih dominan gula dan karbohidrat, lebih banyak makan sayur dan mulai berolah raga.
Menonton video-video tentang stretching, squatting, dan senam-senam ringan lainnya menjadi kebiasaan baru sehari-hari. Tak ketinggalan, yoga pants dan matras nya pun dibeli, tapi semuanya akhirnya hanya menjadi koleksi saja, bahkan matras nya sekarang dijadikan suami sebagai alas tidur kalau dia minta dipijitin sama anak-anak hihi.
"Perut Asia" selalu jadi alasan untuk tidak bisa skip makan nasi, sebab sudah makan apapun kalau belum makan nasi itu artinya belum makan. Sayur pun harus yang kusuka dan kurang berminat dengan sayuran berwarna hijau yang cenderung pahit.
Kalau belanja, suka sekali jajan bubble tea plus kue maupun roti yang manis-manis.
Lha terus bagaimana bisa bermimpi untuk mendapatkan body seperti saat long torso itu pertama kali dibuat ? Sungguh suatu hil yang mustahal.
Malas, mager, dan tidak mau keluar dari zona nyaman, memang masih menjadi PR terbesarku. Keinginan dan cita-cita setinggi langit, tapi minim effort, la piye to hehe.











