a face journey

seen from New Zealand
seen from Malaysia
seen from New Zealand
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from Japan
seen from South Korea
seen from Singapore

seen from Vietnam
seen from South Korea

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom
seen from China
a face journey
Waktu semesta adalah yang terbaik
Memaknai artikel yang ditulis oleh Ibu Keisari Pieta, Sekjen Pusaka Indonesia sekaligus parktisi mindfulness, di website Pusaka Indonesia beberapa waktu lalu, sungguh lah tidak mudah bagi saya yang tingkat pemahaman dan "kesadaran" nya masih rendah.
Butuh waktu dan membaca berulang-ulang, serta penyaksian melalui pengalaman otentik, untuk bisa benar-benar paham, lalu mendapatkan pembelajaran darinya.
Fase pemahaman ini baru mendapatkan momentum nya dua hari yang lalu, di saat tiba-tiba saja saya dihubungi oleh seseorang tentang sebuah pekerjaan di luar pekerjaan utama, yang pernah saya "kejar" beberapa waktu sebelumnya.
Kurang lebih tiga bulan yang lalu saya sangat berambisi dan ngeyel ingin segera mendapatkan kepastian, sebab sudah terbayang alokasi dana yang harus terkumpul untuk bisa memenuhi targat-target yang setelah kini saya renungkan, sebenarnya juga bukanlah sesuatu yang sangat urgent dan harus tercapai dalam waktu dekat.
Sempat spaneng dan kemrungsung, anxious menunggu kabar dan kemudian menyerah setelah tidak kunjung ada kepastian. Hingga akhirnya belajar untuk meluruhkan ego, mencoba berdialog dengan diri sendiri dan kali ini melibatkan akal sehat yang selama ini entah lagi jalan-jalan kemana.
Seiring berjalannya waktu, pekerjaan utama mulai memperlihatkan kemajuan yang signifikan dan sudah lebih stabil dari sebelumnya. Saya pun sudah mulai bisa legowo menerima kondisi ini sambil berusaha untuk bisa merasa "cukup" dan bersyukur atas segala anugrah yang sudah saya nikmati.
Dan ternyata di saat sudah bisa merasa cukup dan tidak lagi berambisi inilah, semesta akhirnya memberi feedback dengan datangnya tawaran untuk pekerjaan kedua, sesuatu yang dulunya menjadi obsesi demi memenuhi tuntutan ego.
Maturnuwun Gusti atas pembelajaran berharga ini🙏.
Project Runway
Can anyone please explain to me why season 8 is so frustrating?
I mean I’m watching this all the second time through and so I obviously know what’s going to happen. I know what everyone’s looks are, and I know who’s winning and losing. I know when someone is going to be a raging bitch.
And yet I’m still just as shocked and angry the second time through. I hate this and want to rant away but I have no idea why I’m so bothered by things from nine years ago.