#Ceritagemespramugari 1. Jadi Pramugari
Ketika banyak orang yang pramugari wanabie tapi itu tidak berlaku buat saya. Jujur saja, menjadi pramugari bukanlah cita-cita saya karena cita-cita saya sesungguhnya ingin jadi psikolog. Mungkin karena latar belakang kuliah saya psikologi makanya saya mau jadi psikolog.Soo, kok bisa sih saya jadi pramugari ?
Saya sudah mulai berkerja itu sejak kuliah semester 5, dimana pekerjaaan pertama saya adalah menjadi ABA (Applied Behavioral Analysis) Therapist. Pekerjaan yang cukup menjanjikan bagi seorang mahasiswa ketika itu dan sangat berkorelasi dengan latar belakang kuliah saya. Karena saya bukan datang dari keluarga berada jadi saya harus survive mengerjakan apapun, awal jadi ABA Therapist, berhenti dari situ saya jadi tukang masak di usaha katering teman saya, kemudian saya jadi asisten fotografer, “nguli” di berbagai lembaga assesment, kemudian akhirnya saya kerja sebagai Guru Pendidikan Khusus di Homeschooling Kak Seto.
Ketika menjadi seorang guru, cita-cita saya untuk melanjutkan pendidikan S2 masih sunggu besar. Nasib kurang baik, tidak ada beasiswa yang bisa saya dapatkan. Dulu, saya berpikir abang-abang saya akan membantu membiayai pendidikan saya atau sekedar menyokong uang pendaftaran. Salah saya memiliki ekspektasi teralalu besar pada abang saya mungkin itu semua karena dulu Almarhumah Mama saya suka mendoktrin begini “Nanti, kalau mama papa sudah tua kan ada Mas Nugi, Bondan, Danang yang nyekolahin wulan”. Bisa jadi tanpa sadar, saya menanam pakem tersebut dalam benak saya. Yaah, tanpa saya sadari, abang-abang saya juga terlilit keadaan ekonomi yang mencekik. Bahkan, karena ekspektasi saya yang salah tersebut sampai ada keluarga yang celetuk pada saya begini “Eeh, wulan kamu tuh sadar jangan maksain kehendak kan Mas2 kamu juga punya kehidupan masing2 mereka punya kebutuhan masing mending kerja dulu, jangan merepotkan orang”. Pada titik itulah saya merasa, “Oke, baik saya akan berusaha sampai titik penghabisan,dimana perjuangan saya berujung. Saya kuliah S2 tujuannya gak untuk merepotkan Mas-mas saya. Oke, Kita lihat saja ujungnya dimana” Sampai saya merasa terhina sekali, dengan omongan-omongan orang sampai2 saya berdoa begini “Yaa, Allah hamba tau sekarang hamba miskin. Gak punya apa2, hidup numpang sama orang. Tapi Ya Allah, jika memang kuliah S2 itu bukan yang terbaik, gpp hamba ikhlas, tapi mohon bawa saya pergi yang jauh, jauh dari sini saya gak mau lagi ketemu orang-orang yang menghina saya. Berikan saya tempat yang saya selalu bisa dekat dengan Mu” itu adalah doa saya ketika saya merasa benar-benar berputus asa dan benar-benar sakit karena terhina. Tapi ketika itu saya masih fokus untuk melanjutkan pendidikan S2, hingga saya memilih untuk resign dari Homeschooling Kak Seto.
Lepas dari Homeschooling Kak Seto, saya pun “nguli” pada proyek recruitment volunteer Asian Games 2017 oleh Pertamina Training Center. Di proyek itu saya bertugas menjadi Asisten Trainer hingga saya dipertemukan dengan Ibu Diana Utomo, S.Psi, Psikolog. Singkat cerita Beliau menceritakan pada saya bagaimana awalnya beliau menjadi Psikolog. Ternyata, karena keterbatasan ekonomi Ibu Diana Utomo ini memilih untuk menjadi pramugari agar bisa mengumpulkan uang agar bisa menjadi Psikolog. Dari situlah saya terinspirasi untuk menjadi pramugari.
Mungkin, karena memang rezeki saya disini menjadi pramugari. Prosesnya begitu mudah dan lancar. Mas saya, Danang bertaya “wulan masih mau jadi pramugari gak?” Saya jawab “yaah, maulah tapi kan belum ada recruitment” kemudian Danang memberi tahu saya bahwa ada teman SMAnya dulu menjadi pramugari di Saudia Airline dan Danang pun mengenalkan saya pada beliau Kak Pipit biasa saya panggil. Akhirnya setelah berkenalan Kak Pipit memberi saran untuk follow Instagram PT. Binawan. Setelah saya follow, disana saya melihat ada pembukaan recruitment Low Cost Airline Fly*deal. Sebenarnya Flyadeal sendiri adalah perusahaan baru, mereka sedang open recruitment Cabin Crew besar-besaran. Yah, benar saja Alhamdulillah dengan kebesaran Allah SWT saya melalu tes recruitment dengan mudah tanpa kendala berarti. Mulai dari screening CV, Body Screening, Test Tulis Bahasa Inggris, FGD, Interview, kemudian Test Kesehatan. Alhamdulillah saya diterima menjadi pramugari di maskapai LCC pertama di Saudi Arabia, Fly**eal Airline.
Dari pengalaman yang saya alami ini saya dapat mengambi berbagail hikmah.
1. Jangan pernah menyerah sama mimpimu yang sempat tertunda.
2. Jangan pernah menggantugkan nasibmu atau berharap dengan orang lain meskipun saudaramu sendiri.
3. Jangan pernah mengecilkan orang lain, ingat ketika ada hati yang terluka Allah selalu mengabulkan doa-doa orang yang teraniaya. Seperti yang saya alami.
4. Rezkimu tak akan tertukar, tetap berusaha, berdoa, ikhlas