Salah satu bahasan calon buku ke-2 : 'Untuk Dinda' ©Quraners
Color Me Curious

oozey mess

@theartofmadeline
No title available
RMH
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
ojovivo

Product Placement
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

if i look back, i am lost
untitled
Fai_Ryy
occasionally subtle
Claire Keane
No title available
EXPECTATIONS
d e v o n
Monterey Bay Aquarium
The Stonewall Inn
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from United States
seen from Jamaica
seen from United States

seen from Switzerland
seen from South Africa
seen from Venezuela

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from T1
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Argentina

seen from Belarus
seen from Ukraine

seen from Malaysia
@berjutakata
Salah satu bahasan calon buku ke-2 : 'Untuk Dinda' ©Quraners
#Ceritagemespramugari Cerita Gokil Penumpang Negara 966, Part II
Hiii, balik lagi dengan postingan yang gak jelas tapi Alhamdulillah dapet tanggapan positif ada yang DM ke Instagram, Twitter, trus personal DM ke sini jugaa. Soo, Anyway makasih banget. Soo, untuk beberapa pertanyaan “Kak kenapa kok dipostingan sebelumya malah disensor?” Salut loh saya, ada pembaca yang -ngeh ternyata. Seriously, aku nulis ini gak ada niat untuk menyinggung siapapun tujuannya cuman nge-share untuk pembaca Indonesia bahwasanya, masih ada loh sisi lucu dari dunia aviasi negara ini. Soo, demi keamanan kita bersama (lebih tepatnya keamanan saya sih, hehe) maka saya sensor laah, nama Airline tempat saya berkerja. Okee Intro selesai...
“Pak tolong yah anaknya dijaga kita mau landing” Khaalas Maafi Mushkila.
Okee, Untuk kalian ketahui orang-orang di negara ini edaaaaaan banget. Beneran edan, sepertinya di kepala mereka gak ada konsep safety, literally gak ada. Kalian kalau berkunjung kesini akan melihat bagaimana sembrononya mereka dalam berprilaku, dari mulai jaga anak, cara gendong anak yang sembarangan, anak dibiarin lari sana lari sini sampai hilang, cara mereka berkendara sampai kalian gak akan heran lagi melihat kecelakaan mobil dimanapun kalian jalan, dan anak hilang di Mall. Seriusan loh ini saya ngomong.
Bahkan sampai mereka menggunakan Aircraft, mereka gak perduli akan tanda “Seat-belt Sign is on”. Okee, bisa jadi disini ada juga ada yang belum tau kenapa sih kita harus “fasten seat belt”. Dalam penerbangan ada yang namanya Critical Phase yaitu sebelum Take-off hingga pesawat akan Cruise secara sempurna hingga diatas ketinggian 18.000 ft, kemudian fase preparation for landing saat ketinggian dari 18.000 ft hingga kita mendarat dan pesawat berhenti dengan sempurna, beneran sempurna sampai kalian akan mendengar suara dari Pilotnya ngomong “Cabin Crew Disarm door for arrival and cross check” disitulah kalian boleh buka seat belt dan ambil tas kalian. Kenapa siih, fase-fase tersebut dibilang kritis karena beneran deeh fase itulaah saat apapun bisa benar-benar terjadi, dimana saat itulah engine berkerja keras utuk menaikkan dan menurunkan pesawat. Bahkan dari hasil penelitian 89% kecelakaan pesawat itu terjadinya saat “Critical Phase” maka untuk menjaga diri kita tetap amat dibutuhkan sabuk pengaman.
Balik lagi kepenumpang, gak jarang penumpang disini ngebiarin aja anaknya berjalan di aisle-seat (tengah cabin) saat kita habis take-off ataupun setelah landing. Pernah suatu hari, seperti biasa negara 966 ini sering bawa anak lusinan. Itu bapak udah badannya gede susah gerak, anaknya banyak, mungkin dia sendiri kewalahan bawa anak segitu banyak kalau gak salah dia bawa anak ada empat dan masih pada bocah semua kecil-kecil deh pokoknya. Total mereka ada enam orang tiga orang duduk di row 19 DEF dan tiga orang di row 20 DEF. Sesuai dengan aturan safety yang berlaku “tidak boleh tiga orang anak dibawa 12 tahun duduk dalam satu row tanpa orang dewasa” maka kami pun meminta si Bapak ataupun si Ibu untuk temani anak mereka, supaya sear arragement nya 2 orang anak dengan 1 orang dewasa.
Maka securing Cabin pun dimulai, Saya dan rekan saya datang ke Bapak tersebut...
Bahasa Indonesianya kira-kira gini
Saya :“Pagi bapak, sesuai dengan aturan sefety yang berlaku anak bapak tidak boleh yaa, duduk bertiga tanpa pengawasan orang dewasa”
Bapak : “Looh kenapa bisa begitu?”
Saya : “Iyaa, karena jika terjadi sesuatu, seperti dekompresi mereka belum tentu bisa meraih Oxigen Mask, atau jika kita mendarat di laut belum tentu mereka bisa secara mandiri menggunakan pelampung”
Bapak : Khaallas, Maafi Mushkila (yaaudah siih, gak akan ada masalah)
Eeh temen saya mendengar hal tersebut emosi jiwa, gak tahan dia pun ngomong dengan bahasa arab.
Teman : “Paak, jangan takabur bagaimana jika QadarAllah, Allah mau menurunkan musibah pada kita”
Sontak, si Bapak pun terdiam dan nurut apa kata kita untuk arrange ulang seat mereka. Gak sampai disitu cerita si bapak.
“Seat Belt Sign is OFF” okee ini fase aman, tapi ini orang emang gak bisa jaga anaknya, langsung dong anaknya ambyar kemana-mana kaya anak ayam lepas di cabin, lari sana-lari sini. Rekan saya pun bertindak dengan menegur bapak tersebut sekali lagi jawabannya adalah “Khaallas, Maafi Mushkila” (Udah, gak akan masalah). Soo, sampai disini kalian paham kan, gimana sembrononya mereka dalam bertidak.
Hingga mendarat, after landing padahal “Seat Belt Sign is ON” anaknya dong canggih banget, tiba-tiba dari duduk kemudian loncat dari kursi ketengah Cabin, LONCAT iyaa beneran ini LONCAT, saya yang liat langsung dong teriak “Eeeh sayang duduk”, rekan saya langsung membuat announcement untuk mereka tetap duduk. Saya dan rekan saya yang saat itu kehilangan kesabaran teriak langsung “Bapak tolong yaah, anaknya dijaga untuk tetap duduk dan fasten seat belt”. Kalian pasti bisa nebak jawaban si Bapak apa “Khaalas Maafi Mushkila , pesawatnya kan udah mendarat”. Yaap, Akhirnya saya pun naik darah dan dengan nada yang lebih tinggi lagi “Iyaa, tapi seat belt sign is ON”. Dia gak kalah nyolot lagi “iyaa, iyaa aku gak budeg”. Dan kalian tau jawaban saya “ Iyaa, kamu gak budeg tapi kamu gak perduli sama keselamatan anak kamu”. Akhirnya dia pun menarik anaknya yang loncat-loncat di aisle cabin untuk tetap duduk.
Soo, sampai disini semoga kalian paham betapa pentingnya safety dalam melakukan apapun. Tugas seorang Cabin Crew bukan tentang service saja, kami ini segalanya terutama safety officer, keamanan kalian adalah prioritas utama kami.
#Ceritagemespramugari 2. Cerita Gokil Penumpang negara 966
.Akhirnya sesuai permintaan netizen Instagram yang mana sebanyak 58% memilih untuk nulis cerita gokil para penumpang, maka dengan ini saya persembahkan cerita-cerita gokil penumpang.
Sebelum saya mulai cerita ada beberapa hal yang perlu diingat tentang perkerjaan saya.
1. Saya berkerja di negara 966, yah jangan tulis merk lah yaa bahaya soalnya
2. Saya berkerja di maskapai the real Low Cost Carrier pertama di negara 966, yang mana maskapai kami mulai resmi beroperasi itu pada tahun 2017. Nb : ada LCC lain, tp bisa dibilang maskapai tersebut masih semi LCC karna masih ada pembagian class
Yuk kita mulai ceritanya
1. Sister, sister, Fi Muqhada (mbak, mbak ada bantal gak ?)
Yuup, inilah yang sering terjadi di flight saya. Dimana para penumpang bakal minta bantal dan selimut untuk penerbangan kurang dari 2 jam. Saya sampai sekarang masih belum paham cara berfikir para penumpang ini. Tapi yah, bisa jadi masyarakat negara 966 belum pernah punya pengalaman menggunakan maskapai LCC. So, FYI sejak zaman dahulu kala maskapai yang merajai dunia penerbangan di negara 966 ini adalah SV (cari sendiri ini maskapai apa bagi yang gak tau, ogah sebut merk soalnya) yang mana maskapai tersebut adalah maskapai full service. Tentu, maskapai full service menyediakan bantal dan selimut untuk penumpang, sehingga itulah yang membuat pada penumpang mengeneralisir saat menggunakan masakpai kami. Saat dijelaskan biasanya mereka ngomel-ngomel yah bilang “maskapai apaan niih masa bantal dan selimut aja gak ada” Tapi yasudahlah yaa, saya sih sebagai warga negara Indonesia yang mana kita telah familiar dengan sistem maskapai LCC (Lion Air dan Citilink) saya cuman bisa ngasih penjelasan dan geleng-geleng kepala.
2. Hellow Gw cewe, gw gak mau duduk samping laki-laki
Yuup, bingung gak sih kamu sebagai pembaca. Benar sekali, perempuan-perempuan di negara 966 ini masih conservative. yang mana mereka gak mau duduk sebelah-sebelahan dengan lawan jenis dengan alasan bukan mahram. Mereka, bener-bener gak paham bahwa “Kalau lo naik pesawat yah duduk di tempat duduk sesuai dengan boarding pass” Nooo, tidak netizen sekalian konsep ini gak ada dikepala meraka. Pada umumnya mereka masih kolot dan tetap maksa untuk duduk sesama perempuan. Tidak jarang, gara-gara hal ini penerbangan kami delay hingga TCC harus turun tangan. Padahal sebagai mana yang kita tahu, bahkan pangeran di negara ini telah mengizinkan perempuan untuk berpergian kemanapun sendirian, Tapi, sayangnya yaah itu perempuan2 disini masih banyak yang closed minded, dan merasa terancam kalau duduk disebelah laki-laki. Yang pada kenyataannya meskipun mereka duduk disamping laki-laki yaah mereka gak diapa-apain juga. Taapiiii, tapiii gak jarang juga yang mau duduk sampingan sama laki-laki, kalau penumpang laki-lakinya ganteng. Yaah, itulah mereka...
3. Gw perempuan, gw gak mampu naikin tas ke overhead lockers compartment.
Yaah, ini adalah hal stupid di negara 966. Yang mana pada kenyataannya dari bus sampai naik ke pesawat doi juga bawa tasnya sendiri. Tak jarang perempuan-perempuan disini nyuruh laki-laki seenaknya apalagi kalau yang didekat dia itu orang Bangladesh, Pakistani, atau India. hmmh cara nyuruhnya bikin lo netizen indonesia yang mana kita dididik dengan budaya sopan santun adat ketimuran bakal bikin lo ngelus dada. Seriously, ini nyuruh loh yaa bukan minta tolong. Naah, tapi kalau yang sekitarnya itu, warga 966 dan ganteng pula duuh, manis banget nyuruhnya. Gak jarang, mereka nyuruh kami para Cabin Crew, karena mereka berfikir tas itu tanggung jawab Cabin Crew nah yang konyolnya ketika kami para Cabin Crew menjelaskan bahwa, kami tidak diizinkan menaikkan bagasi penumpang (kecuali, ibu membawa anak dan elderly) itu biasanya mereka marah-marah naah, gak jarang juga hal seperti ini bikin Cabin Crew berantem sama penumpang.
4. “Sister-sister sawa-sawa family, family” (mbak, mbak kita duduk bareng, kita keluarga)
Yuuup, sekali lagi gw tekankan warga negara 966 itu masih conservative banget, banget, banget. Mereka bener-bener gak paham konsep “Occupied your assign seat according boarding pass”. Biasanya nih yaa, mereka keluarga, banyakan. Gak jarang 1 bapak 3 istri, 5 anak, seriusan ini beneran serius saya gak bohong, mereka dateng ramean, dan seluruh boarding pass beda row seat semua dan mereka gak mau duduk terpisah. Beneran gak tau deh saya, kenapa mereka bisa se-insecure itu padahal penerbangan kami kurang dari 2 jam semua. Udah gitu, kalau sudah begini ceritanya yang dimarahin siapa lagi kalau bukan CABIN CREW. Padahal, kenyataanya mereka gak booking online sebelumnya dan mereka check-in terakhir hingga Ground staff kasih tempat duduk yang tersisa dong. Intinya orang disini itu, kayanya kalau gak duduk bareng mereka pingsan.
5. Ayoo piknik didalam pesawat.
Mungkin, jika pembaca sekalian disini ada yang pramugari pastinya kalian akan merasa wajar jika melihat penumpang bawa makanan dari luar kaya McD, atau KFC, atau donat. Tapiiiiiiiii, lo pernah gak sih liat penumpang lo bawa kopi pakai teko yaap literally teko atau ceret yah apapun itu namanya sekalian sama cangkir-cangkirnya. Yup, penumpang disini hobi piknik dalam pesawat mereka bakal buka makanan, dan nuangin kopi terus bagi-bagi ke anggota keluarganya. Ini basanya, kalau yang dateng itu rombongan kaya itu tadi 1 Bapak, 3 Istri, 5 anak.
Segitu dulu, masih banyak cerita gokil penumpang dari negara 966, pasti masih ada sambungannya soalnya nyeritain kelakuan penumpang emang gak ada habis-habisnya.
#Ceritagemespramugari 1. Jadi Pramugari
Ketika banyak orang yang pramugari wanabie tapi itu tidak berlaku buat saya. Jujur saja, menjadi pramugari bukanlah cita-cita saya karena cita-cita saya sesungguhnya ingin jadi psikolog. Mungkin karena latar belakang kuliah saya psikologi makanya saya mau jadi psikolog.Soo, kok bisa sih saya jadi pramugari ?
Saya sudah mulai berkerja itu sejak kuliah semester 5, dimana pekerjaaan pertama saya adalah menjadi ABA (Applied Behavioral Analysis) Therapist. Pekerjaan yang cukup menjanjikan bagi seorang mahasiswa ketika itu dan sangat berkorelasi dengan latar belakang kuliah saya. Karena saya bukan datang dari keluarga berada jadi saya harus survive mengerjakan apapun, awal jadi ABA Therapist, berhenti dari situ saya jadi tukang masak di usaha katering teman saya, kemudian saya jadi asisten fotografer, “nguli” di berbagai lembaga assesment, kemudian akhirnya saya kerja sebagai Guru Pendidikan Khusus di Homeschooling Kak Seto.
Ketika menjadi seorang guru, cita-cita saya untuk melanjutkan pendidikan S2 masih sunggu besar. Nasib kurang baik, tidak ada beasiswa yang bisa saya dapatkan. Dulu, saya berpikir abang-abang saya akan membantu membiayai pendidikan saya atau sekedar menyokong uang pendaftaran. Salah saya memiliki ekspektasi teralalu besar pada abang saya mungkin itu semua karena dulu Almarhumah Mama saya suka mendoktrin begini “Nanti, kalau mama papa sudah tua kan ada Mas Nugi, Bondan, Danang yang nyekolahin wulan”. Bisa jadi tanpa sadar, saya menanam pakem tersebut dalam benak saya. Yaah, tanpa saya sadari, abang-abang saya juga terlilit keadaan ekonomi yang mencekik. Bahkan, karena ekspektasi saya yang salah tersebut sampai ada keluarga yang celetuk pada saya begini “Eeh, wulan kamu tuh sadar jangan maksain kehendak kan Mas2 kamu juga punya kehidupan masing2 mereka punya kebutuhan masing mending kerja dulu, jangan merepotkan orang”. Pada titik itulah saya merasa, “Oke, baik saya akan berusaha sampai titik penghabisan,dimana perjuangan saya berujung. Saya kuliah S2 tujuannya gak untuk merepotkan Mas-mas saya. Oke, Kita lihat saja ujungnya dimana” Sampai saya merasa terhina sekali, dengan omongan-omongan orang sampai2 saya berdoa begini “Yaa, Allah hamba tau sekarang hamba miskin. Gak punya apa2, hidup numpang sama orang. Tapi Ya Allah, jika memang kuliah S2 itu bukan yang terbaik, gpp hamba ikhlas, tapi mohon bawa saya pergi yang jauh, jauh dari sini saya gak mau lagi ketemu orang-orang yang menghina saya. Berikan saya tempat yang saya selalu bisa dekat dengan Mu” itu adalah doa saya ketika saya merasa benar-benar berputus asa dan benar-benar sakit karena terhina. Tapi ketika itu saya masih fokus untuk melanjutkan pendidikan S2, hingga saya memilih untuk resign dari Homeschooling Kak Seto.
Lepas dari Homeschooling Kak Seto, saya pun “nguli” pada proyek recruitment volunteer Asian Games 2017 oleh Pertamina Training Center. Di proyek itu saya bertugas menjadi Asisten Trainer hingga saya dipertemukan dengan Ibu Diana Utomo, S.Psi, Psikolog. Singkat cerita Beliau menceritakan pada saya bagaimana awalnya beliau menjadi Psikolog. Ternyata, karena keterbatasan ekonomi Ibu Diana Utomo ini memilih untuk menjadi pramugari agar bisa mengumpulkan uang agar bisa menjadi Psikolog. Dari situlah saya terinspirasi untuk menjadi pramugari.
Mungkin, karena memang rezeki saya disini menjadi pramugari. Prosesnya begitu mudah dan lancar. Mas saya, Danang bertaya “wulan masih mau jadi pramugari gak?” Saya jawab “yaah, maulah tapi kan belum ada recruitment” kemudian Danang memberi tahu saya bahwa ada teman SMAnya dulu menjadi pramugari di Saudia Airline dan Danang pun mengenalkan saya pada beliau Kak Pipit biasa saya panggil. Akhirnya setelah berkenalan Kak Pipit memberi saran untuk follow Instagram PT. Binawan. Setelah saya follow, disana saya melihat ada pembukaan recruitment Low Cost Airline Fly*deal. Sebenarnya Flyadeal sendiri adalah perusahaan baru, mereka sedang open recruitment Cabin Crew besar-besaran. Yah, benar saja Alhamdulillah dengan kebesaran Allah SWT saya melalu tes recruitment dengan mudah tanpa kendala berarti. Mulai dari screening CV, Body Screening, Test Tulis Bahasa Inggris, FGD, Interview, kemudian Test Kesehatan. Alhamdulillah saya diterima menjadi pramugari di maskapai LCC pertama di Saudi Arabia, Fly**eal Airline.
Dari pengalaman yang saya alami ini saya dapat mengambi berbagail hikmah.
1. Jangan pernah menyerah sama mimpimu yang sempat tertunda.
2. Jangan pernah menggantugkan nasibmu atau berharap dengan orang lain meskipun saudaramu sendiri.
3. Jangan pernah mengecilkan orang lain, ingat ketika ada hati yang terluka Allah selalu mengabulkan doa-doa orang yang teraniaya. Seperti yang saya alami.
4. Rezkimu tak akan tertukar, tetap berusaha, berdoa, ikhlas
Semestinya Gender dan Usia bukanlah patokan “kapan harus menikah”
Perempuan, adalah sebuah status gender yang mungkin sulit untuk diemban. Bukan tanpa alasan saya berpendapat demikian. Meskipun saat ini (2019) adalah zaman yang modern, saat dimana perempuan memiliki keleluasaannya melebarkan sayapnya. Namun, tak bisa disangkal bahwa perempuan masih menjadi target bagi orang-orang disekitarnya untuk diberikan saran untuk segera menikah. Terutama pada perempuan yang telah menginjak usia 25 tahun, tak jarang orang-orang disekitar memberikan komentar halus hingga komentar yang mengecilkan perempuan itu sendiri. Mulai dari “ayoo, kapan niih bawa calon” biasanya ini ketika sedang berkumpul keluarga. Hingga “kamu itu mau sampai kapan sih, mengejar karir?” atau “kamu itu mau sampai kapan sih berpetualang dan main-main terus?” atau adalagi yan lebih menyakitkan “aah, sekolah sampe S3 ujung-ujungnya juga ngurus anak dirumah.
Bagi saya yang merupakan perempuan yang kebetulan saat ini telah menginjak usia 25 tahun mulai saya rasakan orang-orang disekitar mulai mendorong saya untuk menikah. Setelah saya mencoba menerima, dan lebih membuka telinga lebar-lebar. orang-orang disekitar saya tak lebih hanya perduli atas kebaikan masa depan saya.Ada yang berpendapat bahwa jika terlalu lama menikah, nanti ketika menikah dan punya anak akan mengakibatkan jarak umur dengan anak akan terlalu jauh dan itu tidak baik. Ada lagi yang berpendapat, terkadang perempuan jika sudah berkarir suka lupa waktu karna keasikan meniti karir. Ada juga yang berpendapat, jika saya menikah setidaknya saya bisa punya teman hidup dan teman untuk berbagi karena setelah umur 25 tahun tantangan hidup akan semakin kompleks dan besar.Tuntutan orang-orang sekitar, mungkin berakar dari pengalaman-pengalaman yang telah mereka lalu. Yaah, bisa kita katakan orang-orang yang mendorong kita menikah biasanya sanak keluarga ataupun kolega yang pada umumnya lebih tua. Tidak salah, bagi saya mereka sama sekali tidak.
Hal yang perlu digaris bawahi disini adalah meskipun kamu perempuan bukan berarti dengan buru-buru menikah kamu akan sukses menjalani pernikahan itu. Pernikahan adalah sebuah fase hidup yang semestinya setelah kita memulainya kita kemudian akan mengakhiri hingga kita meninggal dunia (idealnya). Menjadi perempuan di fase pernikahan bukanlah sekedar memainkan peran, masak, ranjang, dan urus anak. Tidak, perempuan adalah pencetak generasi selanjutnya dibutuhkan perempuan-perempuan berkualitas untuk menghasilkan generasi yang berkualitas pula.
Jika, pembaca tulisan saya disini merasa “duuh, kok gw belum menikah sih udh umur segini” atau “duuh, mana sih jodoh gw?”. Heeeiii, kamu yang baik hati dan mandiri. Ingatlah, pernikahan bukan ajang berkompetisi dengan perempuan lainnya. Yang cepat menikah itulah yang menang. Tidak, maka percayalah setiap orang dimuka bumi ini memiliki zona waktunya sendiri. Seberapapun umur kamu sehabat apapun karir dan cita-cita yang kamu kejar. Ingatlah, tetalah percaya diri dengan apapun yang kamu raih dan miliki selalu berusaha untu terus meningkatkan kualitas diri.
Menjemput Do’a
Kalau saja mau direnungkan, begitu lucu jika manusia masih saja punya waktu sedetik memalingkan hati hanya untuk sekedar berputus asa. Padahal, Allah mendengar lebih dari yang kita katakan, Allah menjawab lebih dari yang kita minta, bahkan Allah memberi lebih dari yang kita inginkan.
Curahan hati tiada pernah ia berbatas. Sekali ia menjelma menjadi hujan, maka tidak akan pernah habis ia tumpahkan pada bumi hingga matahari yang memaksanya untuk berhenti. Maka tidak pernah ada yang terlalu besar bagi-Nya, tidak pun berkurang apa-apa dari-Nya.
Do'a-do'a itu tidak akan pernah memakan waktu lama untuk sampai pada-Nya. Demi waktu yang bergetar di atas dada, langit ketujuh tidak pernah berjarak lebih jauh dari urat leher kita.
Maka, memintalah. Pada permintaan yang selalu kita sangka mustahil, yang kita lafalkan dengna begitu rumitnya, jadikan harapan itu sebagai temali pada tiap jari-jari di tangan agar mudah menggantungkan impian pada-Nya.
Peluk-Nya dalam keyakinan kita, agar lapang hati dan tidak tercipta semula sekat di antara do'a dan pengabulan-Nya.
Sebab dibelakang kita, ada banyak kekuatan yang tak terhingga. Di hadapan kita, ada banyak kemungkinan tanpa batas, di sekitar kita ada kesempatan yang tiada akhir.
Dan lebih dari itu, ada Allah yang selalu hadir tanpa kita harus meminta.
Sebab satu ketukan lembut di pintu-Nya, begitu anggun kasih-Nya sampai ke bumi.
Bogor, 11 Maret 2017 | Seto Wibowo
La Tahzan, Be Happy :)
Amalan paling mudah dan ringkas yang berat banget dikerjain biasanya itu sholat sunnah. Padahal Allah ngga pernah luput dari janji2nya yaa. Kalau manusia termasuk saya sering banget lupa sama janji, misal: Saya janjian mau anter barang pagi2 ke kantor temen, tp karna jalanan macetnya luar biasa saya ubah jadi kekantor temen malem. Ngelanggar gak namanya kalau gitu? iya tentu ngelanggar janji, bedanya aja saya izin dulu kalau saya bisanya anter barang malem. Saya mengusahakan tetep anter barang tp sesempatnya saya aja.
Bagaimana dengan Allah? Allah ngga akan luput dari janji2nya barang sedikitpun, Allah pasti tepatin semua janjinya on time, pasti on time. kadang suka ngerasa “kok Allah belum kabulkan doa saya ya? padahal kan sudah melakukan ini itu?” nah, cuma aja Allah mengabulkan doa ketika sesuai kebutuhan manusia. Kok gitu? Iya, karena Allah yang Maha-Paling-Tau segala urusan hambanya di Dunia ini. Maka dari itu, ketika doa kita belum dikabulkan, Allah bukannya ngga kasih, tp menunda memberikannya diwaktu yg paling tepat.. positif thingking aja sama segala sesuatu yang belum Allah berikan sekarang. Jodoh-lah misalnya hahaha.
Belakangan ini.. ya bisa dibilang saya telat karena baru “Sadar kembali” apa arti dari berserah diri sama Allah, apa arti bahwa Dunia ini maha sebentar, bahwa Dunia ini maha Fana dan bener-bener Fana. Lebih sedih lagi, saya belum disadarin dan dibukakan pikirannya secara total bahwa hakikat hidup ini apa? Makanya saya sedikit2 mau cari tau pelan2 apa sih tujuan saya disini (secara riil, ya), supaya saya bisa lebih banyak melakukan hal2 yang manfaat selama sisa hidup saya yg entah-sampai-kapan dan juga saya belum bisa Ikhkas sepenuhnya mengenai Dunia.
Jadi, dengan sadarnya saya bahwa dunia ini Fana, saya jadi tergetok bukan lagi terketuk… tp bener2 tergetok bahwa semua isi bumi ini bahkan isi Alam semesta ini ada yang punya, dulu kalimat “Allah maha punya segalanya” saya dengar, saya sadari saya resapi.. tp tidak sesadar sekarang, dulu sepertinya berlalu demikian saja hanya sekedar sadar. Tp sekarang, iya, bener2 ada yang gerakin matahari dan bulan, ada yang alirin air dari atas ke bawah, ada yang ngibasin angin dan jadi oksigen dengan proses rumit masuk ke paru2, ada yang izinin kita bergerak sampai bisa kita denger melodi2 bagus dari gerkaan tangan/petikan gitar mas fiktri the triangle bandung di youtube, ada yang izinin udara masuk ke kuping supaya kita bisa denger Nama gebetan disebut dan jadilah deg2an.. itu semua ada, iya ada yang atur. Untuk itu saya sadar, kok ya kenapa selama ini masuia harus jungkir balik dan was-was banget sama masa depan? Padahal itu semua ada yang atur dan tinggal serahin aja semuanya dengan usaha yang serius untuk kita bisa dapetin itu semua, ya ngga si? Hati kita pun kenapa bisa deg2an ketemu gebetan, kenapa bisa sedih denger gebetan udah rencana nikah sebentar lagi, kenapa bisa ketawa lagi walaupun gebetan mau nikah.. Itu semua karena Allah yang atur, Allah yang menentukan, Allah yang buat skenario asik dan seru.. Itu semua kerjaan Allah SWT Yang Maha Keren Pembolak Balik Hati Manusia. Setuju? Harus!!
Jadi intinya apa, intinya saya mau sampaikan.. Jangan terlalu sedih sama satu urusan yang itu2 aja, serahin saja semuanya sama Allah, deketin aja Allah karena Allah yang atur dan menentukan semuanya. Marilah kerjakan hal lain dengan maksimal, padahal Jaman setelah Nabi, banyak Pemuda yang bisa mendapatkan Predikat Jago Perang + Sekolah kedokteran + Pengahafal Al-Quran + Pensyair dan beberapa keahlian lain yang dikerjakan sama satu orang. Lantas kenapa kita cuma bisa dan hanya fokus sama satu hal aja? dan gimana caranya? Saya juga belum coba rutin sih..
Hayya ‘alal Falah.. “Bergegaslah untuk kemenangan” Sedangkan Jarak kemenangan hanya sedekat sujud.
Panjangkan dan Perbanyaklah sujud.. baik sujud diwaktu Wajib ataupun Sunnah (Sholat Wajib/Sunnah) perbanyaklah doa diwaktu mustajab misal, disaat hujan, disaat jeda antara Adzan dan Iqamah, di sujud terakhir dll..
Nangislah, merengek2lah dan Tersenyumlah ke Allah SWT Sang Maha Pemilik Alam Semesta. Nangis yang kenceng kalau kangen sama gebetan, nangis yang kenceng kalau sedih dia udah seserahan ((ha ha hakh)) nangis yang kenceng kalau dia jadi single, merengek2 kalau kangen silahkan.. silahkan lakukan semuanya ke Allah SWT aja. Lebih indah rasanya kalau rahasia ini cuma berduaan sama Allah aja yang tau, karena sudah pasti, ketika kita cerita apapun ke Allah, Allah akan kasih solusi terbaik tiada lawan..ketenangan hati misalnya. Lagian doa kan sama seperti mengayuh sepeda ya, semakin kenceng berdoa kita akan cepat sampai ditujuan :)
Dalam janjinya Allah sudah sering bilang, diantaranya yang saya suka:
“Berdoalah kepda-Ku maka akan Ku kabulkan”
“Jika ada yang datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang dengan Berlari” kebayang ngga kalau kita lari ke Allah maka Allah akan seperti apa mengahampiri kita?
“Allah Maha Pemalu jika ada hamba-Nya yang mengangkat tangan berdoa kepada-Nya maka tangannya kembali dengan tangan kosong”
Thats whyyy thats whyyy… jangan capek berdoa, jangan capek shalat wajib dan sunnah supaya doa kita dikabulkan. Inget Allah udah pasti nepatin Janji, dan inget yaa.. sholat sunnah yang dikerjakan ngga ngantuk dan banyakin rezeki kita itu Shalat Duha, ketika nanti kita baris di Padang Mahsyar akan ada Surga bernama “Duha” khusus orang2 yang Istiqamah dalam menjalankan Dhuha. Kita bisa masuk kesana dengan berlarian sambil gandengan dan senyum cerah sama Keluarga, Sahabat dan Jodoh kita kelak. Asik yaa? Iya dong, Ayo Jangan Sedih lagi.. Ada Allah yang Maha Keren bersama kita :)
Reblog kisah ini, ayoo sahabat2 sekalian kita Moveon dari cobaan.
Renungan Rezeki
Akhir-akhir ini saya tengah dirundung kekhawatiran yang amat sangat. Saya mengkhawatirkan tentang rezeki. Sampai-sampai saya sempat berdoa “Ya Allah jangan kau berikan hamba rezeki yang berlebih-lebihan yang kemudia membuat aku lalai, sombong dan semakin menjauhkan keningku dari sujud kepada-Mu”
Saya takut jika pada suatu hari, Allah SWT menitipkan saya harta nan berlimpah yang kemudian membuat saya menjadi lalai. Memenuhi diri dengan benda-benda mewah dan lupa bahwa sebagian rezeki saya pada dasarnya ada bagian rezeki hamba-hamba Allah yang lain juga. Seperti, saya yang semestinya bisa membeli jilbab dengan harga mungkin 75ribu sampai 250ribu paling mahal, namun karena nafsu saya, saya ingin membeli jilbab yang harganya 1 juta misal karena saya merasa itu merupakan rezeki saya, dan hak merupakan hak saya, dan semua itu merupakan hasil kerja keras saya. Padahal, mungkin kalau saya sadar, jika saya memiliki uang 1 juta, sedangkan saya hanya membeli jilbab seharga 250 ribu mungkin saya bisa memberikannya pada yang berhak bisa jadi Yatim, bisa jadi madrasah-madrasah, mungkin fakir atau sebagainya. Saya takut karena uang yang berlebih itu membuat saya membeli jilbab, yang semestinya pakaian Taqwa menjadi ajang pamer pada manusia lainnya.Takut, sumpah saya takut sekali.
Takut, jika karena harta yang berlebih yang semestinya saya cukup dengan Smartphone seharga 2,5-3 juta saja dengan fungsi yang mumpuni namun karena nafsunya saya saya membeli smartphone hingga belasan juta. Padahal bisa saja, saya tidak menggunakan smartphone tersebut di jalan Allah (berdakwah, misal) yang saya gunakan hanya untuk sombong agar orang lain tau saya memiliki smartphone tersebut dan kemudian saya dibilanghebat. Takut, saya takut sekali.
Saya berusaha tidak melebih lebihkan, hanya saja ketika saya menuliskan ini tangan saya bergetar dan menangis. Karna sahabat tumblr saya sekalian, ketakutan ini kian merundung saya seakan-akan saya dihantui.
Dulu, waktu saya masih berkecukupan, ayah saya merupakan seorang Manager di suatu perusahaan. MasyaAllah banyak rezeki yang dilimpahkan pada keluarga kami ketika itu. saya ingat betul bagaimana saya dulu hidup dalam keadaan berlebih-lebihan, dan saya takut kembali dalam keadaan seperti itu, Dikelilingi oleh benda benda mewah, semua serba ada tapi saya jauh dari sujud, saya jauh dari kata “Hamba Allah yang bermanfaat” saya takut sekali kembali pada masa itu.
Saya, merasa bersyukur sekali sekarang Allah mencabut Nikmat harta dunia itu. Saya lebih merasakan nikmatnya sujud, nikmatnya makanan sederhana, nikmatnya memiliki sepatu, nikmatnya naik motor, nikmatnya naik angkutan umum. Alhamdulillah. Saya merasakan hikmah Allah mencabut harta yang berlebih-lebihan itu.
Sepenggal Kisah Sepenggal Cerita
Walau ketika itu hanya dengan sidik jari bung. Kau tinggalkan, tapi kau bangkitkan kembali kenangan dimana kita membaca puisi Sapardi Djoko Damono atau saat minum kopi bersama, kau katakan ketika itu "aah, kau suka Wiji Thukul juga?" kau raba tulisan ku, dan kau berkomentar "Aku bangga dengan dia" Bahkan aku tak berharap Vespamu kembali datang menyapa Satpam kosanku dan kau katakan padanya "Kang, saya mau sulap Nona manis ini supaya lebih manis lagi" Bahkan aku juga tak berharap kita kembali menelaah para sastrawan terdahulu, meneguk kopi, dan juga mendengarkan lantunan Payung Teduh dan juga Banda Naira. Aku berharap pergilah kau belajar yang baik di Negeri Orang, jadilah ilmuan dan sastrawan hebat seperti yang kau impikan. Maka, maafkan aku yang sudah mengisi kekosongan atas dirimu dengan cara yang tolol.
Sepenggal Cerita
Walau ketika itu hanya dengan sidik jari bung. Kau tinggalkan, tapi kau bangkitkan kembali kenangan dimana kita membaca puisi Sapardi Djoko Damono atau saat minum kopi bersama, kau katakan ketika itu "aah, kau suka Widji Thukul juga?" kau raba tulisan ku, dan kau berkomentar "Aku bangga dengan dia" Bahkan aku tak berharap Vespamu kembali datang menyapa Satpam kosanku dan kau katakan padanya "Kang, saya mau sulap Nona manis ini supaya lebih manis lagi" Bahkan aku juga tak berharap kita kembali menelaah para sastrawan terdahulu, meneguk kopi, dan juga mendengarkan lantunan Payung Teduh dan juga Banda Naira. Aku berharap pergilah kau belajar yang baik di Negeri Orang, jadilah ilmuan dan sastrawan hebat seperti yang kau impikan. Maka, maafkan aku yang sudah mengisi kekosongan atas dirimu dengan cara yang tolol.
Tanpa Inspirasi
Aku tulis, tulis kembali
Kata orang itu berjuta puisi
baru aku ingat kau tidak disini
ya dibagian dari kata-kata ini
bukan karena tidak cinta lagi
Aku baru sadar, dari awal kau tidak hadir disini.
Pergi Sana !
Puisi puisi ini tidak butuh kau lagi untuk jadi inspirasi.
Yang tak padam, yang tak putus
Ada pandangan yang tak putus
Kemudian,
Suara itu terdengar lagi.
Keindahan itu tak habis,
Teh ataupun Kopi
Mereka penyimak yang setia
Cinta kita kala itu.
Senja tidak untuk Kekasih
Senja bukan untukmu kekasih
kau lihat senja bergitu kejam menikam mentari untuk kian temaram
rasa-rasa terlalu gelap untuk hatiku yang susut termakan oleh angin malam
Kalaulah bukan dikau,
kalaulah bukan senja mungkin aku biarkan mataharipun terlewat oleh rembulan.
Biarkan saja mereka tertunduk tunduk menghamba sahaya
Asalkan Senja tidak untuk kekasih.
Merindukan Engkau
Kurindukan Engkau
Maka rela rela aku merintih dan meratap
Kurendahkan, Kuhinakan dengan segala pengharapan
Dipagi, Senja, dan malam mu
Kupaksa matahari terbit dan tenggelam
Seraya ia melemparkan setiap penggalan kata sapaan.
Begitu sakit, tiada hatimu pun untuk sujung membalas
Kian hari kian nelangsa
bertubi tubi kian kurasa
terpuruk,bangkit, berdiri kian nestapa
Namun Engkau selalu lupa.
Siapa yang senantiasa tiada memalingkan wajah kala kau berbucara
Namun Engkau lupa
Siapa yang senantiasa membuka lebar mendengarkan suara-suaramu yang lantang.
Merindukan Engkau,
Kurindukan Engkau tapi aku tak mau sampai mati.
kalaulah senja enggan melepaskan kepergianku menuju malam, apalah dayaku pujangga malang
Indira
Cinta Anak-anak
Aku dan kamu saling bersaing untuk menahan gatalnya tangan untuk mengirim pesan.
Terjebak dalam gengsi yang tak berkesudahan.
Yaa, aku dan kamu pada dasarnya hanya anak-anak yang terjebak dalam tubuh dewasa, yang kemudian kita jatuh cinta, lagi-lagi dengan cara yang tak dewasa.
Cantik
Mungkin pada suatu hari Aku akan menemukan Tuan.
Lalu aku bertanya :
“Cantik kah aku Tuan ?”
Kemudian Tuan menjawab
“Ya Nona, Kau gilang gemilang dimataku”
Karna aku mulai jengah, ayahku saja yang berucap demikian.
Ternyata aku masih saja menertawakan kesendirian