Apakah Anda Tahu "Biografi,Profil Dan Sejarah Lengkap Band Slank"
Baca Sumbernya Disini Sob on http://cafemusik.com/biografi-musik/biografiprofil-dan-sejarah-lengkap-band-slank/
Biografi,Profil Dan Sejarah Lengkap Band Slank
Biografi,Profil Dan Sejarah Lengkap Band Slank, Slank adalah sebuah grup musik di Indonesia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983 sebab bosan bermain musik menjadi cover band dan punya keinginan yang kuat untuk mencipta lagu sendiri. Dan berhasil menjadi salah satu musisi bersejarah dan dikenang dan berpengaruh sepanjang masa di Indonesia. Tidak hanya itu Slank juga menyandang predikat Indonesia’s Highest-Paid Music Star (bintang musik berbayaran termahal) pada tahun 2008 dan 2009 dengan honor Rp 500 Juta per show.
Biografi,Profil Dan Sejarah Lengkap Band Slank
Group musik Slank adalah salah satu grup Musik Indonesia papan atas, yang bermula dari berdirinya Cikini Stones Complex (CSC) pada 26 Desember 1983, yaitu grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta. CSC terdiri dari Bimo Setiawan (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal), dan Well Welly (vokal), yang tidak sedikit mengekspresikan kecintaan pada jenis musik Rolling Stones. Tetapi Sayang, grup ini tidak bersi kukuh dan membubarkan diri.
Seiring berkembangnya waktu, Slank mengalami perubahan personil hingga 14 kali pada 1996 yang bersi kukuh hingga sekarang. Formasi terakhir yang dimulai dari album ke-7 Slank, terdiri dari Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Abdee (gitar). Album Slank, di antaranya Suit-Suit….Hehehe (Gadis Sexy) (1990), Kampungan (1991), Piss (1993), Generasi Biru (1995), Minoritas (1996), Lagi Kecewa (1996), Tujuh (1997), Mata Hati Reformasi (1998), 999+09 (1999), Virus (2001), Satu Satu (2003), Bajakan! (2003), Road to Peace (2004), Plur (2005), Slankissme (2006) dan Slow But Sure (2007). Sementara itu, lagu Gosip Jalanan dari album PLUR yang dihadirkan pada 2004 berbuntut sorotan dari anak buah Dewan Perwakilan Rakyat. Slank yang saat itu menjadi duta anti-korupsi untuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dianggap ‘melecehkan’ dewan melewati syair-syair lagu tersebut. DPR-RI melewati Lembaga Kehormatan Dewan berencana melancarkan tuntutan pada grup anak muda ini, walau kemudian rencana tersebut dibatalkan. Rencana Slank untuk Go International mulai terkesan di pertengahan 2008. Dengan kolaborasi dengan The Big Hip, sebuah band asal Jepang, menghasilkan sebuah album, THE BIG HIP. Hebatnya di album ini, Slank memakai 3 bahasa sekaligus, Indonesia, Jepang dan Inggris. Bagi para slanker, Slank bakal memberbagi bonus berupa VCD Exclusive kegiatan Slank di Jepang bila pembelian kaset alias CD album terakhir Slank. Tidak hanya itu band ini juga giat mendukung beberapa agenda sosial. April 2010, Slank tampil pada agenda Earth Live yang mengusung tema lingkungan. Slank menyerukan butuhnya ekonomis dalam memakai sumber daya alam tergolong air.
Baca Juga Biografi Lamb Of God
Awal Karier Cikal bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernama Cikini Stones Complex (CSC) yang dibentuk oleh Bimo Setiawan Almachzumi/Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) pada awal tahun 80-an. Band ini hanya memainkan jenis musik Rolling Stones dan tidak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan.
Bimbim meneruskan semangat bermusik mereka dengan kedua saudaranya Denny dan Erwan membentuk Red Evil yang kemudian berganti nama jadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang tidak jarang menyebut mereka cowok selengean dengan personel tambahan Bongky (gitar) dan Kiki (gitar). Kediaman Bimbim di Jl. Potlot 14 jadi markas besar mereka dan menjadi website harus yang harus dikunjungi para Slanker.
Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan jenis musik sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur sebab merasa tidak punya andalan di Slank. Dengan perjuangan panjang terbentuklah formasi ke-13, Bimbim, Kaka, Bongky, Pay dan Indra, Slank baru solid.
Dengan formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard) mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman.
Seusai berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit… Suit… He… He… (Gadis Sexy). Album yang menampilkan hit Terbukti dan Maafkan itu booming dipasaran jadi mereka pun diganjar BASF Award untuk kategori pendatang baru paling baik. Album tersebut juga seakan “menampar” industri musik Indonesia yang kala waktu itu tetap gencarnya lagu lagu Malaysia seperti tembang Issabella milik Search. Musik Slank yang Rock ‘N Roll Blues itu bisa dibilang penyelamat kaum anak muda di Indonesia. Gayanya yang cuek dan slengean tapi akrab itu hebat massa yang saat itu tetap sebatas minoritas.
Album kedua mereka, Kampungan pun meraih berhasil yang sama.. Hits single dari album Kampungan adalah Mawar Merah dan Terlalu Manis yang dibangun dalam dua versi. Suka suka dan Jualan. Tetapi anehnya, justru lagu yang versi Suka suka lah yang menjadi hits dan tidak jarang dimainkan. Lagu nya terbukti damai sebab Kaka bermain harmonika (bukan pertama hari ini saja Kaka bermain harmonika). Di album Kampungan ini pun,Slank memasukkan lagu Nina Bobo. Nafas Rock ‘N Roll dan Blues tetap terasa di album ini. Wajar,, sebab nyawa musik Slank ada di situ.
ivan slank
Tahun 1993 bulan Desember, Slank mengeluarkan Album ketiga yang diberi judul Piss!. Semboyan Peace di plesetkan menjadi Piss. Semboyan Piss menjadi trend pada masa itu (mungkin juga hingga sekarang). Hits single dari album ini adalah Piss dan Kirim Aku Bunga. Cover album ini adalah seorang model yang meniru pose Jim Morisson (The Doors). mesikipun tidak sedikit yang menganggap bahwa model di cover tersebut adalah Bimbim, tetapi faktanya model cover album tersebut adalah Adji ‘tarmo’ tetangga seberang rumah Bimbim.
Tahun 1994, Slank lagi-lagi mengeluarkan sebuah album yang diberi titel Generasi Biru. Lagu ini juga tidak jarang dibawakan hingga saat ini. Hits single dari album ini adalah Generasi Biroe, Terbunuh Sepi, dan juga Kamu Harus Pulang yang tidak jarang dimainkan saat ending show mereka.
Tahun 1995, cocoknya di bulan Agustus, Slank mengisi sebuah agenda di RCTI dalam rangka menyambut Hari Jadi Kemerdekaan Indonesia yang ke-50. Mereka membawakan beberapa lagu dari album Generasi Biru.
Album ke lima mereka, Minoritas dihadirkan pada Januari 1996. Menampilkan single Bang Bang Tut yang juga berhasil dipasaran dan tetap tidak jarang dinyanyikan di show mereka. Di album ini juga Bimbim menyanyikan sebuah lagu miliknya yang berjudul Bidadari Penyelamat. Unik nya,, lagu ini tidak ada aransemen apapun. Hanya suara Bimbim saja.
Perpecahan Band dan Masuknya Abdee, Ivanka & Ridho (Formasi Terakhir) Pada saat menggarap album keenam Lagi Kecewa, Bimbim selaku leader akhirnya memutuskan untuk memecat Bongky, Pay dan Indra.. Tetapi ada juga yang menyebutkan bahwa Bongky, Indra dan Pay keluar alias mengundurkan diri sebab perilaku Bimbim dan Kaka yang telah terlampau parah dalam pemakaian narkoba. Perpecahan tersebut sebetulnya telah bisa terkesan di album ke empat mereka di lagu Pisah Saja Dulu. Bimbim bahkan berniat untuk membubarkan Slank. Tetapi sebuah surat yang ditulis dengan darah oleh seorang Slanker membuatnya mengurungkan niatnya. Isinya menyeramkan. ” Lo Jangan Tidak lebih Ajar Ya Bim! Kalo Slank Ampe Bubar, Berarti Itu Salah Loe! Gue Tulis Surat Ini Pake Darah. Jangan Sampe Gue Tulis Surat Berikutnya Pake Darah Lo!” Artinya dirinya bersumpah untuk membunuh Bimbim apabila Bimbim benar benar melaksanakan niatnya untuk membubarkan Slank. Kaka dan Bimbim tetap menggarap album ke-6 dengan bantuan additional player. Reynold masuk untuk mengisi posisi gitar dan Ivanka yang waktu itu tidak jarang nongkrong di Potlot juga ikut menolong dalam mengerjakan project Slank untuk album ke enam dengan formasi masa transisi ini. di saat Bimbim dan Kaka sedang menonton panorama pantai Indonesia tiba-tiba ada Slanker jawa yang C.A. memberbagi putau mereka kira putao (bir manis dari cina) sebab C.A. mengambil gelas mereka jadi penasaran jadilah mereka mencoba
Album Lagi Sedih pun dihadirkan pada Februari 1996. Dengan single Koepoe Liarkoe dan Tong Kosong membuktikan Slank tetap bisa survive. Tawaran manggung pun berdatangan. Dan saat tinggal beberapa kota yang bakal diberakhirkan dalam rangkaian show nya,, Reynold menyebutkan ingin keluar dari Slank. Alasannya sebab dirinya juga tidak kuat sebab Bimbim dan Kaka yang saat itu tetap terjerumus dengan narkoba. Mesikipun saat itu telah dibujuk untuk menunda pengunduran dirinya,, Reynold tetap tidak ingin melanjutkan sisa show nya. Saat itu lah reformasi di tubuh Slank terjadi. Kemudian, Ivanka yang semula hanya additional bass player akhirnya ditarik menjadi member resmi menggantikan posisi Bongky.
Semenjak memakai tipe narkoba ini, Bimbim yang biasanya pendiam, rapi, tidak suka teriak-teriak, tiba-tiba berubah. Demikian juga Kaka.
Tidak sedikit pengalaman pahit, dari sejak mereka pakai (1994) hingga tahun 1999. Pengalaman di Lubuk Linggau (1998) juga tidak terlupakan. Mereka ”kehabisan barang”, sakau. Tidak ada orang jual barang seperti itu di Lubuk Linggau. Bimbim hingga tidak bisa bangun, di kamar. Padahal mereka tetap harus melayani wartawan, wawancara. Tinggal Kaka, yang badannya lebih kuat, melayani wartawan, walau dengan susah payah.
Slank membantah asumsi bahwa dengan mengonsumsi Narkoba seorang seniman bisa lebih kreatif, justru sebaliknya, tanpa memakai barang haram tersebut mereka terbukti bisa menghasilkan karya-karya keren.
“Saat membuat album pertama hingga ketiga, kita belum memakai Narkoba, tapi album itu terbukti paling keren. Jadi, tanpa Narkoba kita bisa menghasilkan karya yang keren. Seusai album ketiga, kita menjadi pemakai,” ucap Kaka.
Slank yang sepeninggal Reynold langsung bergerak cepat. Management langsung mencari orang untuk untuk menyelesaikan sisa show di beberapa kota. Ivanka merekomendasikan Abdee Negara untuk menolong Slank. Abdee dan Ivanka terbukti sebelumnya telah akrab dan satu Band di Flash. Sedangkan manager Slank waktu itu,Mbak Wiwid mengontak Mohammad Ridwan Hafiedz (Ridho) yang baru saja menyelesaikan sekolah gitarnya
kaka n abdee slank
Album terakhir dan semangat baru Masuknya Abdee dan Ridho dalam formasi inti Slank membuat Bimbim dan Kaka melanjutkan perjalanan bermusiknya. Diawali dengan album Tujuh yang dihadirkan Januari 1997 dengan single yang menghentak yaitu Balikin. Lagu yang menandakan bahwa Bimbim dan Kaka ingin rehat dan sehat dari ketergantungan. Ditambah dengan Abdee dan Ridho yang sangatlah bersih dari narkoba terus menguatkan niat mereka. Mereka berhenti bukan sebab takut diikuti massa yang terbukti telah tidak sedikit,, tetapi mereka berhenti justru sebab telah tidak sedikitnya yang mengikuti mereka memakai narkoba. Album tersebut terjual satu juta copy hanya dalam hitungan minggu. Bimbim lagi-lagi menyumbang suaranya dalam lagu Bimbim Jangan Menangis. Sebuah curhatan yang tercipta sejak tahun 1993. Ridho bermain keyboard di lagu ini. Pada tahun ini pulalah Ibu Iffet selaku Ibunda dari Bimbim mengambil alih jabatan menjadi Manager Slank.
Album berikutnya Mata Hati Reformasi dihadirkan. Jenis musik di album ini tidak sedikit bercerita mengenai persoalan sosial dan pemerintahan pada zaman reformasi. Ketinggalan Zaman menjadi andalan di album ini. Slank juga mengaransemen ulang lagu tradisional yang diberi judul Punk Java. Di album ini juga terdapat sebuah lagu yang seharusnya di rilis pada album Tujuh tetapi terkena sensor. Tetapi saat Orba rezim Soeharto runtuh, lagu tersebut bisa masuk dalam album ini. Siapa Yang Salah adalah judul lagunya. Yang unik dari lagu ini adalah lagu ini hanya dimainkan oleh Bimbim dan Kaka. Mereka berdua yang memainkan semua. Bimbim juga mengambil dua porsi lagu yang dirinya nyanyikan. Aktor Intelektual dan Nggak Mau Percaya. Di album ini Slank memberi bonus sebuah kalung tiap satu buah kaset original. Ada peringatan di belakang kaset untuk didampingi terhadap pendengar dibawah umur. Tidak sedikit lagu yang direkam dengan cara live di album ini.
Tahun 1998 Slank juga menyelenggarakan konser dengan judul Konser Piss 30 Kota yang direkam dan dipasarkan ke pasaran. Lagu yang direkam dengan cara live dan ada bonus dua buah lagu baru yaitu Pintu dan Makan Gak Makan. Album ini tidak sedikit sekali mengambil tema jenis musik politik yang di masuk kan ke dalam nya. Bimbim bernyanyi di lagu Kalo Aku Jadi Presiden tetapi ada lirik yang diubah oleh nya. Hampir di setiap lagu, ada sedikit “ceramah” dari Kaka maupun Bimbim.
Tahun 1999 Slank mengeluarkan double album yang diberi judul 999+09. Ada total 27 lagu yang dibangun dalam dua versi. Yaitu versi kelabu dan versi yang biru. Versi yang biru mempunyai single Bintang Kesiangan dan Anak Mama sedangkan versi kelabu adalah Orkes Sakit Hati dan Ngangkang dan Malam Minggu Lagi. Konon, saking tidak sedikitnya lagu yang mau dijadikan single, Slank mengumpulkan massa di Potlot dan mendengarkannya terhadap pendengar untuk dimintai pendapatnya perihal lagu mana yang bakal dijadikan single. Lagu Orkes Sakit Hati terbukti ditujukan terhadap orang-orang dan politisi yang cenderung menguraikan janji-janji manis nya. Di PV (promo video)lagu tersebut juga Slank bermain di tengah-tengah masyarakat kecil. Bimbim mengambil jatah dua lagu dari masing-masing album. Sista Petty di album kelabu dan Friday di album biru.Bonus dari album ini adalah sebuah kantong kecil yang biasa digunakan di ikat pinggang. Tahun 1999 pun menjadi tahun dimana Bimbim mengakhiri masa lajangnya dan melamar seorang gadis bernama Reny.
Slank kemudian mengeluarkan sebuah album the best yang diberi titel De Bestnya Slank. Berisi lagu lagu opsi dengan satu lagu dari album sebelumnya yang di remix oleh DJ Anton di lagu Ngangkang. Dan sebuah live lagu Malam Minggu Lagi yang direkam di Potlot.
Next album, Virus dihadirkan pada 2001. Berisi single Virus, Jakarta Pagi Ini, dan #1. Bonus dari album ini adalah sebuah tattoo dan kartu koleksi Slank. Lagu bertema sosial juga dimasukkan di album ini. Keprihatinan Slank mengenai pembabatan hutan bisa ditangkap lewat lagu Lembah Baliem. Bahkan Slank memasukan lagu Yamko Rambe Yamko di akhir lagu Lembah Baliem. Lagu yang berasal dari tanah Papua. Di lagu #1 dan Symphaty Blues, Slank untuk pertama memasukkan unsur orkestra di lagu nya. Erwin Gutawa orkestra lah yang ikut menolong lagu yang ditaruh di track terakhir itu. Sebelum lagu #1, Kamu bahkan bisa mendengar permainan solo Abdee di lagu Kereta terakhir. Di lagu Symphaty Blues, Kamu bisa mendengar suara seorang wanita yang konon itu adalah istri dari Kaka, Tascha.
Berhasil album Slank sendiri langsung diikuti dengan konser Virus Road Show 22 Kota di Indonesia dan hasil Live nya sendiri bisa didengar di album yang diberi judul A Mild Live Slank Virus Road Show dengan bonus tambahan satu buah lagu baru dengan judul yang sangat luar biasa, I Miss You But I Hate You dan bonus sebuah Koran Koranan Slank. Koran Koranan Slank ini adalah cikal bakal lahirnya media bulletin yang bisa didapatkan di luar (tanpa harus membeli kasetnya) dengan cara berkala. Ini adalah album live kedua Slank seusai Konser Piss 30 Kota.
Dalam versi kaset,,terdapat permainan solo dari Abdee, Ridho, dan Ivanka. Rekaman lagu Pak Tani yang di Jember dimana terjadi keributan antar penonton pun dimasukkan di kaset ini. Tetapi apabila menonton versi VCD nya,, konser yang di ambil adalah yang di Jember. Di lagu Bocah, Ivanka bermain gendang terlebih dahulu sebelum memainkan gitar bassnya. Di lagu Pak Tani dimana ada keributan tersebut, Slank mengajak penonton untuk meperbuat seperti tanya jawab di tengah-tengah lagu dan yang hebat adalah saat Kaka bertanya apakah mungkin apabila Slank menjadi presiden, dan jawabannya nyatanya tidak mungkin. Di lagu Kamu Harus Pulang yang menjadi penutup konser pun diselipi ucapan terima kasih terhadap semua pihak di tengah-tengah lagu.
Seperti tidak mengetahui lelah, Slank lagi-lagi mengeluarkan album studio kesebelas nya yang diberi titel Satu Satu (11) pada tahun 2003. Bulan dan Bintang, Gara-Gara Kamu, dan Jembatan Gantung menjadi hitsnya. Lagu Bulan dan Bintang juga masuk dalam soundtrack film Novel Tanpa Huruf R. Lagu Gara-Gara Kamu ditujukan terhadap narkoba yang sempat membuat mereka mengalami masa-masa kritis. Tingkat kreativitas Slank saat itu bisa dibilang sangat tinggi dan sangat produktif. Bisa dibilang pada tahun ini lah mereka sangatlah bersih dari ketergantungan. Album ini juga diikuti dengan award AMI Award kategori album rock paling baik. Album ini diberi bonus kondom dan kartu koleksi Slank. Cover depan album pun ditulis ‘EDISI KHUSUS SUAMI ISTRI’. Di album ini Kaka telah tidak berambut panjang gimbal tetapi menjadi lebih singkat tetapi tetap keriting. Bimbim menyumbang suaranya di lagu Jadi Persoalan. Di PV Jembatan gantung, Slank tidak tampil tetapi hanya para siswa sekolah yang diperankan Marshanda dan beberapa remaja lainnya.
Slank kemudian menyelenggarakan “Satu-Satu Live Tour” di kota-kota Indonesia. Beberapa lagu di konser tersebut dimasukkan ke album live ketiga mereka yang diberi titel Bajakan. Bajakan adalah bentuk kegelisahan Slank terhadap para pembajak yang dengan mudah dan gampangnya mencuri hak cipta seorang pemusik. Lagu lagu yang direkam semuanya adalah live hasil konser dibeberapa tempat dan event. Ada tiga lagu baru yang dimasukkan di album live ketiga Slank ini. That’s All,, yang direkam pada konser Satu-Satu Live Tour ini menjadi single disusul Bendera 1/2 Tiang yang direkam di studio Parah di Potlot dan juga lagu hasil kolaborasi dengan group musik dari Korea Selatan berjudul South Asia. South Asia direkam dengan cara live bersama Yoon Band dari Korea. Lagu ini sempat dibawakan saat Slank bermain di Korea. Yoon Band pun ikut berkolaborasi di lagu I Miss You But I Hate You milik Slank yang direkam pada agenda Impresario di RCTI. Sang vokalis dari Yoon Band merubah liriknya menjadi bahasa korea. Lagu tersebut juga masuk dalam album Bajakan ini. Ada juga lagu dimana Slank berkolaborasi dengan raja dangdut Rhoma Irama di lagu Balikin. Kaka tidak tidak sedikit bernyanyi di lagu ini. Malah Rhoma lah yang mengambil hampir seluruh tahap yang dinyanyikan Kaka. Hasil konser Tiga Dimensi pun dimasukkan kesini. Ending album Bajakan adalah Sumpah Anti Pembajak yang di deklarasikan Slank bersama Slanker se-Indonesia. Bonus album ini adalah sebuah pick guitar.
Slank memperingati ulang tahun ke-20 nya di Lebak Bulus. Konser yang diberi judul Metamorfosa Sebuah Generasi ini tidak sedikit diisi para musisi yang meramaikan agenda ini di antaranya Netral, Ungu, Koil, dll. 20 tahun bermain musik dan berkreasi belumlah lumayan untuk Slank. Mereka tetap ingin bermimpi dan meraih mimpi-mimpinya.
ridho slank
Album Live pertama di dunia Memasuki tahun 2004 dimana punk berhasil menggebrak musik Indonesia, Kaka merubah image dirinya dengan rambut mohawk. Punk ala Slank. Begitu mereka menyebutnya. Slank dan Naif menggelar konser bersama bernama Road to Peace 24 Kota. Yang hebat dari konser ini adalah, dibawakannya jenis musik baru yang belum sempat dibawakan dan hasil lagunya direkam dengan cara live dan dijadikan album berikutnya. Apabila biasanya Slank merekam lagu, rilis, kemudian tour,, hari ini tidak. Mereka tour sambil merekam dengan cara live di panggung, baru kemudian merilisnya. Album ini diberi nama Road to Peace. Naif juga berkolaborasi di lagu Amrozy Gitting yang direkam di studio Parah milik Slank. Dua lagu yaitu Amrozy Gitting dan P3K direkam di Potlot, markas mereka sedangkan yang lainnya direkam di atas panggung. Mars Slankers dan Salah menjadi jagoan di album ini. Di album ini juga dimasukkan sebuah karya dari Mochtar Embut berjudul Mars Pemilu yang diaransemen menjadi aransemen rock oleh Slank. Album ini konon disebut sebagai album live pertama di dunia. Mesikipun telah sempat ada yang merekam full album dengan cara live seperti Greateful Dead dan Blues Traveler,, tetapi band tersebut tidak merekam nya di atas panggung seperti yang diperbuat Slank. Untuk pematangan konsep pun, Slank tidak ragu dan malu untuk menyewa sebuah studio ketika Slank berada di kota tempat mereka bakal show. Bahkan lagu Make Love Not War direkam saat Slank sedang checksound di Yogyakarta. PV lagu Mars Slanker mencampurkan unsur animasi di dalamnya sedangkan PV lagu Salah, lagi-lagi Slank tidak ada di video tersebut.Bonus dari album ini adalah sebuah poster dan masker berlogo peace yang di design oleh seorang Slanker dari Makassar bernama Firman.
Tahun 2004 ini juga Slank mewakili Indonesia untuk tampil di agenda MTV Asia Aid di Thailand dan membawakan sebuah lagu yang diambil dari album Satu Satu yaitu Karikatur. Tidak hanya Slank, musisi lain yang tampil di event tersebut adalah Simple Plan, Rain, Siti Nurhaliza, Namie Amuro, Jay Chou, Hoobastank, dll.
Di akhir tahun 2004, lagi-lagi Slank mengeluarkan sebuah album baru. P.L.U.R adalah nama albumnya. PLUR adalah singkatan dari kata Peace, Love, Unity, Respect. Sebuah semboyan baru Slank (sebelumnya Slank setia dengan jargon Piss). Album ini mempercayakan Ku Tidak Bisa, Biru, dan Juwita Malam sebagai jagoan. Juwita Malam ini adalah lagu ciptaan Ismail Marzuki. Dibangun dalam dua versi. Punk dan Blues. Lagu Juwita Malam dan Biru masuk dalam soundtrack film Banyu Biru yang dibintangi Tora Sudiro. Bimbim bernyanyi kembali di lagu Indonesiakan Una. Bonus album ini adalah sebuat sticker dan poster kalender. Dan album ini, pada akhir tahun 2005 menurut majalah GitarPlus masuk sebagai album gitar rock paling baik tahun tersebut bersama dengan Gigi, Edane, dan Netral. Alasannya adalah permainan gitar Abdee dan Ridho yang cenderung blues dan rock ‘n roll menyaru ke permainan gitar rock modern.
Pada tahun 2004 ini Slank memperingati ulang tahun ke 21 tahun di kota Surabaya pada 26 Desember bercocokan dengan bencana besar di Aceh. Sebetulnya di album ini pun Slank membuat lagu mengenai Aceh yaitu Atjeh Investigation. Lagu Gossip Jalanan yang membuat gerah para politisi pun terdapat di album ini.
Bencana Aceh tersebut lantas dijadikan destinasi oleh Slank untuk mengumpulkan dana dan memberbagi sumbangan di tengah-tengah promo album P.L.U.R tersebut. Akhirnya pada awal tahun 2005, Slank dan Iwan Fals diajak oleh Deteksi Production untuk menggelar konser di 27 Kota Indonesia yang diberi judul Bersatu Dalam Damai. Slank dan Iwan Fals berhasil mengumpulkan total 2,9 Milyar Rupiah yang bakal disumbangkan untuk korban bencana alam tsunami di Aceh dan kurang lebihnya. Sasaran dari Deteksi dan A Mild adalah Rp.3 Milyar jadi angka tersebut di bulatkan menjadi Rp.3 Milyar yang disumbangkan ke Aceh. Terjadi insiden di Bengkulu dalam konser ini dimana Kaka harus dilarikan ke dokter umum sebab terkena timpukan dari penonton yang mengdampakkan pendarahan pada mulutnya. Tetapi show tetap dilanjutkan. Konser ini diakhiri di Ancol.
Tahun 2005, Slank di daulat leh MTVIndonesia menjadi Icon dari MTV. Saat itu Slank berhasil mengalahkan saingan laiinya di antaranya Dewa dan juga Chrisye. Malam penganugerahan gelar tersebut diselenggarakan di TMII Jakarta dan musisi yang hadir di situ membawakan lagu Slank. Agenda itu dimeriahkan oleh Gigi, Seurieus, Netral, Shanty dll. Slank sendiri tampil di akhir agenda dan memedley lagu-lagunya.
Pada tahun 2005 ini pula lah Slank untuk pertama kalinya show di Korea Selatan. Pada tanggal 7 Oktober 2005, Slank bermain di kota Gwangju. The May 18 Memorial Foundation yang mengajak Slank untu tampil dalam agenda yang diberi judul Echo of Music Concert. Slank membawakan dua buah lagu yaitu Bang Bang Tut dan Virus (English Version). Dalam konser ini, Slank juga berjumpa kembali dengan Yoon Band,musisi yang berkolaborasi dengan Slank dan menghasilkan sebuah lagu yang masuk ke dalam album mereka masing-masing.
Masih pada tahun yang sama, Abdee Negara selaku gitaris Slank melelang gitar Fender Stratocoaster nya. Dibuka dengan harga Rp 10 Juta, dan berharap bisa mencapai Rp 20 Jutaan, perdiksi Abdee nyatanya jauh meleset. Angkanya terus naik dan akhirnya terjual seharga Rp 325 Juta. Adrie Soebono, seorang promotor kondang dari JAVA Musikindo itulah yang berhasil memperolehnya. Bahkan terkesan Abdee sempat ingin meneteskan aer mata seusai tahu harga gitar yang telah setia menemaninya itu (gitar Abdee tersebut digunakan saat rekaman maupun tour Slank dari pertama Abdee bergabung) dikualitas sangat tinggi melebihi bayangan awalnya. Ivan juga sempat melelang bass Tobias Legend kesayangannya dan berhasil meperoleh Rp. 5 Juta.
Di tahun 2005, Slank sempat mengeluarkan sebuah Video Live dalam format DVD dan VCD. Diambil dari konser A Mild Live Soundrenaline saat itu. Jenis musik nya di ambil dari lima kota tempat berjalannya konser tersebut (Bali, Palembang, Bandung, Surabaya, dan Semarang). Slank juga mengajak vokalis Crowned King, Shawn Frank untuk berkolaborasi di lagu I Miss You But I hate You. Ada sedikit dokumentari di setiap clip nya.
bim bim slank
Ajaran bernama SLANKISME Di penghujung tahun 2005, Slank kembali mengeluarkan sebuah album studio ke 14 nya yang diberi titel SLANKISSME. Dan ulang tahun Slank yang ke 22 tahun di Ancol pun sedikit tidak sedikit telah memainkan jenis musik baru dari album tersebut. Konser ulang tahun yang hari ini pun dimeriahkan oleh PAS Band, Peterpan, Naif, Seurieus, J-Rock’s, The Brandals, Speaker F1rst, Teamlo, Melanie Soebono, Ratu, Cokelat, Jacko, Shanty dll. Di beberapa lagu, Slank berkolaborasi dengan para bintang tamu. Konon, total lagu yang dimainkan Slank sepanjang konser tersebut adalah 40 lagu.
Slankissme sendiri adalah sebuah ambigu kalimat dari Slank Kiss Me, Slank Is Me, dan Slankisme. Bimbim menyebut bahwa ada 13 aliran ‘gak sempurna dari Slankisme, dan itu harus diketahui oleh para Slanker, supaya mengerti dan menjalani. Kenapa, sebab terbukti kesempurnaan hanya milik Tuhan. Begitu kata Bimbim. Dan “tiga belas aliran gak sempurna ini” dijadikan manifesto Slank, dan Bimbim rutin membacakan nya di saat Slank berkunjung ke sebuahnegara. Tetapi, Di dalam negeri pun Slank tidak jarang kali membacakan manifesto-nya tersebut. Single dari album ini adalah SBY, singkatan dari Sosial Betawi Yoi, dan dua tembang ballad nya, Gak Ada 2nya dan Yang Manis yang ketiga nya dibangun PV nya. Di lagu Kritis BBM dan Alami, Bimbim menciptakannya dalam satu hari. Slank bermain akustik di lagu Alami.
Di awal tahun 2006, Slank pergi ke Jepang untuk konser disana. Konser pada tanggal 2 January itu berfungsi untuk agenda charity for Sumatra. Kemudian Slank gencar mempromosikan album baru nya. Baik dari live on aer di televisi alias juga konser tour nya yang menjangkau 60 kota di Indonesia. Bisa dibilang ini adalah tahun tersibuk Slank, sebab pada tahun ini, tidak hanya promo album Slankissme, Slank juga menjalani tour di beberapa kota di Jawa Barat dan Banten dalam rangka konser Ngedjinggo Bareng Slank, lalu mengeluarkan Album Slank Since 1983 di Malaysia dan promo di negara tersebut. Di Malaysia, Slank harus kerja keras dan mereka kelelahan sebab harus interview di televisi, radio dan media cetak disana. Dan puncaknya adalah ketika Bimbim menolak seorang fans yang meminta gambar bersama. Di tour Ngedjinggo Bareng Slank ini, setiap Slank mampir ke sebuahkota, rutin saja mampir ke sebuahtempat untuk kegiatan bhakti sosial, alias juga kegiatan lainnya yang melibatkan rakyat kecil dan juga kesenian dan adat setempat. Slank juga tetap tidak jarang tampil di televisi, lalu juga konser sebagai penutup di event musik populer Soundrenaline. Bukan hanya itu, Slank juga mampir ke Amerika untuk mengisi agenda di 5 tempat live house di beberapa kota di Amerika. Slank di undang oleh para mahasiswa disana. Faktor itu dijadikan peluang untuk mengangkat CD demo album Slank yang telah di translate ke bahasa Inggris supaya albumnya bisa rilis di luar negeri dan go internasional. Untuk itulah Slank gencar mencari tutorial dan usaha supaya bisa terbang dan bermain di sana. Peluang emas itu pun hadir tatkala Slank mengajak dua produser di konser mereka. Satu dari Amerika dan satu dari Kanada. Blues Saraceno, mantan gitaris group band Poison yang juga guru gitar Ridho ketika menuntut ilmu di Musician Institute, Hollywood, hadir sebagai produser yang ingin menonton aksi Slank. Dan satu lagi seorang produser dari Kanada yang juga hadir bersama vokalist dari group Crowned King, Shawn Frank, yang sempat berkolaborasi dengan Slank ketika konser Soundrenaline tahun 2005 di Bali turut dan hadir jauh-jauh dari Kanada. Mereka berdua berminat dan akhirnya Slank lebih memilih Blues Saraceno. Argumen Slank ingin berkarier di luar negeri sebab mereka telah jenuh, dalam artian, hampir semuanya telah sempat di raih oleh Slank di Indonesia. Makanya, Amerika dan dunia lah tujuan berikutnya Slank. Slank ingin kembali menjadi Underground, yang belum dikenal oleh siapa-siapa, yang belum populer. Inilah pertama kalinya Slank ke Amerika. Ketika di Las Vegas, Bimbim sempat membuat sebuah lagu yang hasilnya ada di album berikutnya dari Slank.
Tahun 2006 ditutup dengan sebuah pesta ulang tahun yang ke 23 berjudul 23rd Slank Indie Festival. Agenda ini terbukti tidak sedikit mengambil musisi-musisi ang pergi dari jalur Indie seperti Nidji, Steven n Coconut Trezz, Suicidal Sinatra, The S.I.G.I.T, Sheila on 7 dll. Ada dua panggung besar di ulang tahun ini.
2007-2008 : Slank Meraih Mimpi dan Permasalahan dengan DPR Tahun 2007 Slank kembali mengeluarkan album dengan titel Slow But Sure. Inilah album yang bisa dibilang “jawaban” dari para pendengar musik khususnya Slanker sebab tidak sedikit sekali yang meminta Slank untuk bermain akustik/unplugged. Di album ini, Slank bermain sangat sederhana. Tidak ada bunyi bising. Yang ada hanyalah suara-suara akrab dari perkusi, gitar akustik dan selingan harmonika. Bimbim menyumbang satu lagu di lagu Me & Reny dan ada satu lagu yang diciptakan oleh Bimbim di Las Vegas pada tahun 2006 yang dimasukan ke album ini yaitu Sin City. Kemudian ada lagu My Scooter Love yag diciptakan oleh Kaka. Di lagu ini bahkan bisa didengar di akhir lagu suara Vespa Kaka. Ada juga lagu berjudul Lapindo yang mengkritisisasi semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Sebelum lagu itu dimulai, Abdee berceramah sedikit terlebih dahulu. Tetapi lagu ini terkena sensor di tahap reff nya. Sebab ada kata yang mungkin tidak seharusnya dicantumkan di album tersebut. Tetapi, apabila lagu ini di putar di sebuah agenda on aer mingguan yang khusus memutar jenis musik Slank, lagu ini tidak di sensor. Dan ada sebuah hidden track di lagu ini berjudul Lilo. Lagu ini tidak terdapat di album tersebut tapi liriknya terdapat di booklet album. Lagu ini bisa didapatkan bila membeli aplikasi game Lilo. Single di lagu ini adalah Cinta?, Slalu Begitu, dan Sejak Kau Benci. Di versi VCD dan DVD semua lagu dibangun video klip nya. Bonus dari album ini adalah sebuah boxer.
Slank tetap melanjutkan agenda tour Ngedjinggo Bareng Slank nya di musim yang kedua ini bersamaan dengan promo album SLow But Sure. Slank kerap kali bermain dalam dua sesi, akustik dan elektips. Bimbim kerap kali hanya duduk di sebuah koyak yang terbuat dari kayu, dan kayu itu dijadikan perkusi untuk mengiringi lagu. Ketika lagu Me & Reny, SLank meperbuat change member. Kaka pindah ke drum dan Bimbim bermain gitar sambil bernyanyi.
Slank kemudian meraih hasil dari CD demo yang dibawa ke Amerika tahun 2006. Blues Saraceno bersedia untuk menjadi produser Slank untuk perilisan album internasional pertama nya. Slank yang biasanya tampil di semua kota dalam pergelaran musik Soundrenaline, tahun ini hanya mengambil jatah satu kota.
Hari-hari Slank di Amerika dimulai tanpa keberadaan Ridho yang harus menyusul seorang diri sebab persoalan visa. Nama aslinya yang berbau islami menjadi pertimbangan pihak Amerika untuk mengizinkan Ridho bisa ke Amerika. Maklum saja, pasca isu teroris berkembang, Amerika rutin waspada dan sangat ketat dengan orang-orang yang berasal dari negara Arab. Faktor itu pula yang membuat Ridho kesusahan memperoleh visa nya sebab namanya yang berbau Arab.
Rekaman Slank di Studio City Sound dimulai. Ada sepuluh lagu yang disertakan dalam album ini. Seusai Ridho datang, maka rekaman pun disempurnakan dan Ridho lumayan mengisi tahap gitar nya saja. Blues Saraceno yang juga mantan guru gitar Ridho memberi tidak sedikit sekali masukan dan ide nya terhadap Slank. Bimbim sempat membuat sebuah lagu berjudul Hard For You yang kemudian masuk ke album Slank berikutnya pada tahun 2008.
Tahun 2008, Slank sempat bakal digugat oleh DPR sebab saat itu Slank aktif mendukung KPK dan sempat memberbagi CD yang berisi jenis musik Slank sebagai bentuk dukungan nya dan menyuaakan saat meperbuat pertunjukan. Tetapi nyatanya ada lagu yang berjudul Gossip Jalanan (dari album PLUR, tahun 2005) yang dianggap menyakiti lembaga tertentu. B Permasalahan tersebut sempat ramai dibicarakan, dan tidak sedikit dukungan datang untuk Slank. Slank pun kerap bisa tidak sedikit permintaan membawakan lagu tersebut saat mereka meperbuat pertunjukan.
Berakhir rekaman album barunya di Amerika, Slank kemudian pulang ke Indonesia. ID Indonesia sendiri, Slank berkenalan dengan musisi dari Jepang bernama The Big Hip. The Big Hip yang tinggal menyisakan dua orang personel tersisa meperbuat jamming di Potlot bersama Slank dan mereka sepakat untuk membuat sebuah album kolaborasi. The Big Hip diboyong di pesta ulang tahun Slank ke 24 di Surabaya dengan titel From Slank With Love yang menampilkan “bidadari” seperti Maia Estianti, T2, Sarah Idol, Sherina, Astrid, Julia Perez, dan Nirina Zubir.
2009 : Slank Main Film Pada tahun 2009, Slank bermain film yang diberi judul Generasi Biru. Film ini bekerjasama dengan sutradara handal Garin Nugroho. Filmnya menceritakan mengenai perjalanan karir Slank dalam bentuk koreograpi. Para personil Slank menjadi dirinya sendiri. Ada 3 unsur dalam film ini. Yang pertama adalah animasi, koreo, dan dokumenter Slank yang tidak sedikit mengambil scene pada agenda Slankers Day. Tidak sedikit lagu Slank yang juga diputar di film tersebut yang kemudian dihadirkan albumnya dengan tambahan dua lagu yaitu SLank Dance dan Monogami. Di IMDB, kualitas untuk film Generasi Biru mendapat kualitas 7,4.
2013 : Slank Nggak Ada Matinya Di tahun 2013 di usia ke-30 tahun, Slank dengan cara khusus mengeluarkan beragam persembahan istimewa untuk Slankers yang rutin setia mengantarkan Slank dalam situasi apapun terdapat : Film Layar Lebar, Konser tur Road To 30th, Konser Akbar HUT 30th dan sebuah Album Terakhir Slank yang keseluruhannya merujuk pada satu jargon yaitu : “SLANK NGGAK ADA MATINYA ”.
Album ini adalah album ke-20 SLANK yang di dalamnya terdapat 11 buah lagu baru yang dimainkan oleh Kaka (vocal) Bimbim (drum), Ivanka (Bass), Abdee (Guitars), & Ridho (Guitars). Album ini diproduseri oleh SLANK dengan SLANK Record sebagai executive producer, PT. Virgo Ramayana Music & Entertainment sebagai distributor & Slank Records/PT.Nadaku Musik sebagai publisher.
Album ini juga adalah kerjasama SLANK dengan KFC Indonesia & Music Factory yang direkam selagi bulan Ramadhan tanggal 12 – 31 Juli 2013 di studio Slank Rec, Potlot yang direkam dan di-mixing oleh Nandathebreng. Untuk mastering album ini dikerjakan oleh Hok Laij. Di album yang diedarkan dalam bentuk compact disc dan terdapat di seluruh store KFC se-Indonesia ini Slank turut menyertakan Pidato Soekarno di awal lagu Ngindonesia (courtesy of Youtube).
formasi awal slank
Slank reunian Slank satu panggung dengan mantan personilnya Pay, Reynold dan Indra Q, yaitu ketika memperingati ulang tahun ke 30 di Gelora Bung Karno pada tanggal 13 Desember 2013. Tetapi reuni dengan cara utuh hingga tulisan ini ditulis belum sempat terjadi sebab 1 personil lagi mantan bassist Slank, Bongky belum sempat turut dalam konser bersama.
Pecinta Slank adalah grup cinta damai dan pada kenyataanya Slank tidak saja berhasil merebut hati pecinta, tapi Slank juga telah berhasil membangkitkan semangat dan solidaritas dari sebuah generasi untuk punya sikap. Dan Slank mempunyai kelompok pecinta yang fanatik dan kreatif, yang dikenal sebagai Slankers dan pecinta cewek dikenal dengan sebutan SLANKY .
Slank Fan Club Slank Fan Club (SFC) adalah club resmi yang dibentuk oleh manajemen Slank untuk menampung para pecinta fanatik Slank. Slankers Club yang adalah wadah para Slankers terbentuk ketika Slank meperbuat Konser Piss 30 kota pada tahun 1998. Ibu Iffet, sebagai manager Slank menonton komunitas Slankers yang telah ada harus di berdayakan. Oleh sebab itu ketika Slank konser di Malang, sekumpulan Slankers itu di pangil oleh Ibu untuk di beri pengarahan. Tercetuslah ide Ibu untuk memberbagi wadah untuk Slankers yang kini diberi nama Slank Fans Club..
Saat konser di Southorn Stadium, Hong Kong, Slank meresmikan pembentukan kelompok slankers di Hong Kong. Peresmian Community Slankers Hong Kong (Comsho) itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bimbim dan Ibu Ifet.
Buletin Slank Untuk memberi tau info terhadap para Slanker, Slank dan manajemennya memutuskan untuk membuat sebuah newsletter yang kemudian disebut dengan nama Buletin Slank. Buletin ini berisi jadwal, kisah-kisah singkat perjalanan tur panggung slank dan sebagainya. Nama buletin sendiri digunakan sebagai simbol supaya para slanker melingkari (buletin) jadwal kegiatan slank di kalender kegiatan mereka masing-masing.
Buletin Slank inilah yang kemudian berkembang menjadi Koran Slank.
Koran Slank Koran Slank diterbitkan pertama kali pada 10 Maret 2002.












