Perkenalan
Kala itu, kau adalah orang yang asing namun entah mengapa begitu ramah dan bersahabat dengan semua orang
Meskipun yang kulihat dari kejauhan, tak semua orang memperlakukanmu dengan hal yang sama seperti apa yang kau lakukan pada mereka
Aku tertarik, padamu
Saat memerhatikanmu ada sesuatu yang menjadi sedikit lebih terisi di dalam bagian dari diriku, yang sebelumnya tidak pernah kurasakan.
Aku tertarik, padamu
Tuturmu halus namun bermakna. Kamu pun teduh nan menyejukkan orang-orang di sekelilingmu.
Aku ingin mengenalmu, namun malu dan segan
Rasanya seperti tak pantas untuk seorang diri seperti aku dikenal olehmu
Tapi, aku penasaran denganmu
==============================================
Singkat cerita, akhirnya aku memberanikan diri untuk mendekat padamu
Memperkenalkan diri dan mengajak berkenalan
Saat itu, kesan yang kau berikan padaku adalah sama seperti biasanya
Sama seperti ketika aku memerhatikanmu dari kejauhan
Ramah dan bersahabat
Namun, ada sedikit berbeda dari dirimu yang ku kenal ketika aku mengamatimu dari kejauhan
Nyatanya, kau tak hanya ramah nan bersahabat. Tetapi juga cerdas!
Hal itu terbukti ketika kita berbincang di bawah langit sore, kala itu
Kamu asik di ajak berbincang mengenai apapun. Seakan kau mengetahui segalanya
Kau mau membagi berbagai macam informasi, banyak kisah, dan banyak sekali petuah
Padahal itu baru pertemuan pertama kita.
Namun, dari pertemuan dan perkenalan pertama kita aku menjadi memiliki sebuah asumsi
Asumsi yang ku ciptakan dari diriku sendiri
Pantaskah kalau aku terus berada di sampingmu? Menjadi temanmu?










