Aku punya semacam kelemahan. Aku sulit mengerti diriku sendiri. Siapa aku? Apa yang sebenarnya aku mau?
Aku punya semacam kesulitan. Aku sulit memahami kehidupan ini. Untuk apa aku dilahirkan? Apa yang bisa ku perbuat untuk dunia?
Kau merasa akan seperti itu, tapi yang terjadi malah seperti ini.
Kau melakukakan itu terhadap mereka, tapi yang mereka lakukan malah seperti ini.
Kau menginginkan yang itu, tapi di lain sisi kau sebenarnya membutuhkan yang ini.
Kau merencanakan, tapi yang kau lakukan spontan.
Kau melakukan spontan, tapi diselimuti ketakutan.
Kau memberi, tetapi tak ada yang menengadahkan tangan.
Kau menerima, saat tangan sudah tak menutup enggan.
Mereka iri, disaat dirimu menikmati.
Mereka dengki, saat dirimu mengasihani.
Langkah kakimu cepat, namun kau mengabaikan sekitar.
Langkah kakimu melambat, malah tertangkap saat dikejar.
Kau mendapatkan, tetapi kau cepat puas.
Kau melewatkan, mukamu malah jadi pias.
Kau berlari untuk mengejarnya, tanpa menyadari kau ada di sampingnya.
Kau berusaha, tetapi kok lama?
Kau menyerah, tetapi buat apa?
Kau merasa kesepian, teman tak ada yang datang.
Kau di tengah keramaian, malah tak ada yang memperhatikan.
Kau patuh terhadap dunia, tetapi dunia menindas sengaja.
Kau melawan dunia, tetapi dia malah tak mempedulikannya.
Kau bernyanyi untuk menyembuhkannya, walau puisi dapat menguak realita.
Kau ingin menjadi ilmuwan, saat dirimu adalah olahragawan.
Kau ingin menjadi seniman, saat dirimu adalah wirausahawan.
Kau ingin menjadi aktor, sedangkan dirimu sangat kotor.
Kau ingin menjadi bos, tetapi mengabaikan tahap jongos.
Kau ingin dicintai, tetapi kamu malah membenci.
Kau sangat mencintai, tetapi mereka malah menyakiti.
Kau tidak pernah sepenuhnya sempurna, saat Tuhan maha sempurna.