pada nafas-nafas sesak yang mengerut bersama keruh. aku termenung. jauh pada pandang masa lalu, aku tahu. ini bukan duniaku. ini bukan tanah yang mau menerimaku.
garis-garis sayat di tangan sudah penuh. berkali-kali membenturkan kepala pada batu. juga melompat pada sungai yang airnya deras dan dingin itu, masih tak membuatku tahu. harusnya dimana aku?
di lembah-lembah terdalam paling jauh di malam-malam yang gelap. di remang cahaya yang berkelip.
aku menunggu, harus dimana aku?












