Tentang Kesukuan
Pada suatu sore di sebuah angkot menuju kampus FK Jati. Aku sedang serius membaca "Lautan Langit" dan tiba-tiba seorang ibu yang duduk di sampingku bertanya. Sebut saja ibu Hasanah (ngasal banget)
Ibu Hasanah: Keturunan India ya?
Aku:hah apa? Eh.. engga bu (sambil nyengir manis)
Ibu Hasanah:Oh.. saya kira keturunan india. Mirip orang india soalnya. Aslinya dari mana emang?
Aku:hehe dari Jakarta
Ibu Hasanah:Kalau orang tuanya asli mana?
Aku:Ibu jawa, ayah Aceh bu
Obrolan masih berlanjut seputar kampus, ujian, dan lain-lain. Bukan pertama kalinya ada yang menebak aku keturunan India, Arab, atau Pakistan. Tapi kalau yang sudah tau abahku orang Aceh pasti bilang wajahku Aceh banget. Sebenernya abah juga bukan orang Aceh asli. Atok atau kakek dari abah kampungnya di Palembayan, daerah Agam di Sumatera Barat, sedangkan Andung atau nenek dari abah sukunya melayu medan (aku juga ga ngerti) haha. Takdir mempertemukan mereka di tanah rencong dan lahirlah abahku. Umiku sudah pasti suku jawa. Daerah asalnya di Magelang.
Dari SD sampai sekarang, ya Allah..., aku masih sering bingung menulis suku ketika mengisi formulir *cry*. Tapi daripada tidak diisi aku selalu menulis Suku Jawa. Kalau sedang berkenalan dan ditanya asalnya dari mana aku jawab Jakarta atau Bekasi. Lalu biasanya ditanya lagi SMA di mana dan selalu aku jawab di Kuningan Jawa Barat. Selalu pakai Jawa Baratnya lhooo... kalau tidak nanti dikira Kuningan Jakarta pffft... Kadang sekalian saja aku bilang SMP di Cirebon, dan SD di Bekasi. Pertanyaan selanjutnya silakan tebak sendiri...
Yak seratus buat yang menebak, "Ko' bisa pilih UNAND?" atau semacamnya.
Tak jarang juga lhoo aku yang tak bersuku dan sering bingung ini jadi bahan cengcengan, apalagi di kampus. Jadi bahan bully-an sebagai kaum minoritas alias pendatang yang rimbanya saja tak tau. Ehehe ga se-lebay itu sih, tapi benar kalau sudah ngobrol bawa-bawa suku mending aku segera mundur diam-diam. Ngga ding, aku cukup senang dengan keadaanku (terkesan memaksa kah?). Aku memiliki kesempatan belajar budaya dan adat secara langsung. Paling tidak aku sedikit belajar tentang keseharian orang betawi, sunda, jawa, melayu, aceh, dan minang. Benar-benar sedikit, karena aku hanya berinteraksi dalam kehidupan sehari-sehari di suatu wilayah pada waktu yang singkat. Padahal orang jawa saja tiap daerahnya memiliki kekhasan masing-masing.
--------------
Ngomong-ngomong soal India tadi, aku jadi bercermin dan bergumam, "apa muke gue mirip artis-artis india yang di antv itu ya? Heuheu... ah kagak ada mirip-miripnye dah."
--------------
Satu hal yang aku tahu dan sangat aku syukuri ketika aku sering bingung dengan ke-suku-an adalah bahwa sedari kecil orang tuaku telah menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai Islam sehingga aku tidak perlu ragu bila ada hal-hal yang berkaitan dengan budaya dan adat yang tidak sesuai. namun begitu aku tetap terbuka dan senang untuk belajar kebudayaan manapun.
Memiliki kedua orangtua seperti mereka adalah syukur yang tak terkira.
Mohon doakan agar aku juga kamu sama-sama istiqomah
-------------
Hanya ingin menuliskan dialog tetiba mengalir cerita. Jadilah begini, di sini memang isinya cerita. Semoga bermanfaat.














