Setelah pulang dari penugasan, ada sejumlah hal yang buat saya masih perlu waktu untuk diproses. Khususnya, bagaimana proses keberangkatan waktu setahun lalu rasanya baru kemarin dan di saat kepulangan ini saya juga akhirnya lebih menyadari serta mengingat beberapa detail yang terjadi pada momen setahun lalu.
Ketika keberangkatan tahun lalu, ada berbagai perasaan yang hadir dalam diri saya, rasa senang, lega, sedih, terharu, penasaran, terasa di saat bersamaan. Di sisi lain, juga keluarga, kerabat, dan kawan-kawan terdekat merasakan perasaan yang nampaknya tidak sederhana. Barangkali salah satunya adalah merasa sedih dan hampa, karena yang tadinya hadir langsung untuk jangka waktu kurang lebih setahun ke depan tidak lagi demikian. Yang tadinya mudah ditemui, justru jadi sebaliknya.
Akhirnya, setelah pulang ini juga saya semakin sadar, momen pertemuan dan perpisahan, betapapun seringnya orang-orang mengalami, rasanya akan tetap sama; senang, berbahagia, dan berikutnya tetap memunculkan rasa sedih, hampa, dan kehilangan. Hanya saja, kadarnya mungkin bisa berbeda-beda.
Hal lain yang juga saya makin sadari, bahwa setiap orang rezekinya sudah ditakar, betul. Di samping itu, memaknai rezeki bukan sekadar materi atau harta benda, akan tetapi lebih luas lagi, memiliki keluarga dan kawan baik yang senantiasa membersamai juga tak luput untuk menasihati kita, adalah rezeki yang luar biasa.