DIANTARA KESEMPATAN, RESIKO DAN MASA MUDA YANG HILANG
Gambar diambil dari screenshoot film
Seorang psikolog Jerman bernama Erik Erikson pernah berkata “Masa remaja ialah masa perkembangan peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang melibatkan fisik yang besar, kognitif, dan psikososial. Masa remaja waktu dimana berbagai kesempatan sekaligus resiko datang”
Sarmin memiliki masa muda yang jauh dibilang enak dibandingkan teman-teman lainnya. Tidak bisa bermain karena selalu membantu orang tua, selalu diejek karena celananya bolong sewaktu smp, selalu menjadi sasaran ejekan karena ketidak mampuan untuk membeli barang tersebut sampai rasa iri timbul dalam diri Sarmin terlihat ketika Sarmin meminta tas kepada bapaknya dan mengakibatkan bapaknya tiada. Bisa dibilang, nasib memang belum memihak Sarmin kecil. Walau nasib tidak memihak Sarmin, Sarmin selalu mengambil kesempatan yang ada untuk membangun karakternya, seperti di bagian Sarmin membantu ibunya berjualan jamu sampai- sampai ibunya tidak enak untuk menyuruhnya, meng-iyakan ajakan merawat kambing walau waktu sekolah dan bermainnya terganggu, membantu pabrik, dan mengelola toko sewaktu kuliah. Secara tidak sadar kegiatan tersebut membentuk karakter Sarmin menjadi bijak dalam mengambil keputusan, pintar dalam mengelola waktu, dan sopan dalam bertutur kata. Pengaruh orang tuanya juga sangat berperan penting dalam menciptakan batasan-batasan tertentu dalam membentuk pribadi Sarmin, seperti ibunya sering memberi petuah tentang kesabaran dan ketabahan untuk mengarungi kehidupan, bapaknya yang memberi nasehat agar ulet dalam bekerja, jujur, dan memberi tujuan hidup kepada Sarmin. Dengan berani Sarmin menanggung resiko itu semua. Coba bayangkan Sarmin tidak mengambil resiko ini semua dan tidak diberi nasihat yang baik oleh orang tuanya? Saya yakin tidak akan menjadi Sarmin yang seperti di akhir film.
_Sarmin _berhasil menggambarkan perjuangan seseorang yang berjuang dihimpit keterbatasan yang datang dari (hampir) semua lini. Masa muda yang direnggut karena bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan tak lekas membuatnya surut karena adanya 3 sahabat yang selalu mendukungnya; Tanti yang selalu memberi perhatian, Cipto yang selalu memamerkan harta/bendanya, dan Wakijan selalu bertingkah lucu menjadi lingkungan terdekat Sarmin hingga meraih kesuksesan.
Film ini memberikan contoh yang baik bagaimana kerja keras pasti akan membuahkan hasil. Walau memang terbatas fasilitas, materi, ataupun keterbatasan apapun, seperti kata pakde Wukir y_en kowe wani ojo wedi-wedi, yen kowe wedi ojo wani-wani, _kalau memang berani majulah jangan takut (ragu-ragu) dan ketika kamu takut (ragu-ragu) jangan sekali-kali berani. Kemudahan dalam hidup pasti akan datang dengan sendirinya seperti sebuah kado ketika kita giat, ulet, dan fokus dengan apa yang dikerjakan. Ojo mlenga mlenggo le kalau kata pakde Wukir lagi.
Gambar diambil dari link ini












