Ada sekelumit rasa haru, lega, antusias, berdebar dan setengah tak percaya saat email yang menyatakan bahwa abstrak Fifah dan tim diterima dalam presentasi oral. Abstrak yang Fifah selesaikan semalaman, dengan diperiksa oleh tiga peneliti senior esoknya, yang dengan senyum Pak Bos yang bilang, “Udah, saya izinin kamu submit sore ini.”
Seminar yang akan Fifah ikuti memang masih setingkat nasional, jelas bukan seminar internasional.
Tapi email itu seperti penuh makna.
Di saat Fifah sedang meragukan kemampuan diri sendiri, apakah benar ia bisa jadi study coordinator yang baik. Topik yang akan Fifah bawakan adalah project yang sedang Fifah ikuti, yang sering membuat Fifah pulang malam atau begadang dengan alasan sederhana: rasa suka, jika tak bisa disebut cinta.
Di saat Fifah sedang merasa butuh meng-upgrade ilmu.
Dan penyelenggaranya adalah salah satu institusi yang pernah ‘membesarkan’ Fifah, yang memperkenalkan Fifah dengan Pak Simon, seorang peneliti sekaligus staf dekanat di salah satu FK di Jakarta (apa kabar Pak, kenapa Bapak sudah tidak jadi panitia? Padahal Fifah ingin bilang, sekarang ia lebih yakin dengan bidang yang ia pilih).
Email itu bunyinya sederhana, tapi Fifah tersenyum dan hampir menangis pada saat yang sama.
Jalan Fifah masih panjang. Lika likunya banyak. Tapi Fifah ingin menjadi seorang pembelajar yang tangguh dan cerdas. Semoga Allah membimbing selalu :)
P.s.: Ckck INFJ, anaknya logis sekaligus perasa