Once a platform cancels a TV show, it is no longer theirs, it is now the fans TV show. The company does not hold the rights, they cancelled it so it is no longer theirs. It is now the fans TV show
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from Taiwan

seen from Thailand

seen from Thailand

seen from Australia
seen from Indonesia

seen from China
seen from United States
seen from Vietnam
seen from Belarus
seen from China
seen from India
seen from China

seen from India
seen from Albania

seen from Philippines
seen from Philippines

seen from United States
Once a platform cancels a TV show, it is no longer theirs, it is now the fans TV show. The company does not hold the rights, they cancelled it so it is no longer theirs. It is now the fans TV show
Super Evil Kaos stimboard!
🔮-🔮-🔮|🔮-🔮-🔮|🔮-🔮-🔮
It's wild watching Orpheus (KAOS) be the way that he is while having Talk Hozier playing full volume in my head because my brain cannot not play it whenever Orpheus and/or Riddy are on screen
I need season 2 of Netflix TV show koas I am desperate for Ari and Dionysus to meet and Zeus to die for killing the cat and his mom
Το να 'σαι αληθινός δεν στο μαθαίνουνε
Ricta,Koas - Cinderella
και πάντα ζω τη στιγμή με το αμάξι μου στην παραλιακή , βρήκες στο χέρι μου μια μπύρα το ξημέρωμα , σου το πα πως εδώ θα μας βρει το πρωί
Dear Anakku di Masa Depan
Hari ini Jum’at, 10 April 2020 adalah hampir genap 4 minggu ibumu yg msh jd anak koas ini diliburkan. Perkara ini, aku pikir aku hrs buat tulisan yg mungkin di waktu2 yg akan dtg ttp berada disini dn tdk terhapus biar km bs baca gitu nak hehe.
Surat ini aku tulis hanya utk mengenang salah 1 bagian dari perjuangan, diliburkan bukan karna bermasalah atau ambil cuti loh ya wkwk ibumu ini anak baik2 ko, tenang. Jd nanti km jg jd anak baik ya nak, anak sholih/ah, cerdas dn bs membawa harum ummat ini. Liburnya ibu selama 4 minggu ini karna ada pandemi nak, wah ibu aja ga nyangka akan terjadi hal ini, banyak bgt pelajaran yg bs diambil pd kejadian ini. Pandemi ini karna si kecil virus corona jenis baru yg namanya dikenal dg COVID-19. Banyak pahlawan2 meninggal karna nya, banyak sekali di dunia ini yg meninggal dlm sehari. Ekonomi mulai dn makin kacau, orang-orang yg biasanya cm bs ibu liat di film2 karna mereka stres dn panik akhirnya berebut beli makanan dn bahan pokok di supermarket dn pasar, skrg ibu bs liat langsung di berita2 itu terjadi. Ada yg saling bahu membahu ada yg memanfaatkan keadaan paniknya masyarakat dg menipu atau memanfaatkan keadaan utk membebaskan org2 dari hukuman. Kacau deh pokonya, sbnr nya hati ini tiap liat guru2 besar dokter yg meninggal atau ada aja org2 yg berusaha menghibur 1 negara itu bikin terenyuh dn suka nangis tiba2😂😂 Gak ko ibumu sbnr nya gak cengeng makanya ini kejadian yg langka dn sebesar itu bs sampe buat nangis wkwk.
Ibumu ini terbiasa buat plan 5 taun kedepan trs di pecah2 menjadi tahunan atau per langkah target besarnya. Salah satunya persoalan koas dn menikah. Dulu pas ibu pertama kali dpt jadwal koas, itu sdh ada gambaran besarnya, dan sdh dpt jadwal koas akan berakhir kapan. Ya harusnya koas periode ibu berakhir di pertengahan November 2020. Wah wkt pertama dpt jadwal itu ibu langsung berpikir berarti kelar disitu bs tuh nikah kalo udh ada jodohnya, atau nanti februari 2021 stlh UKMPPD mungkin ya. Gitu kira2. Tapi rupanya rencana Allah adalah yg trbaik, manusia kan hanya bs berencana dn berusaha tp kl Allah udh blng kun fayakun, bs apa kita yg hanyalah ciptaanNya kan?🙂 Atas izin Allah ibu dapet libur cuma2 5 minggu (1stase minor kl di koas itungannya) yg berarti jadwal berakhirnya koas pun akan mundur, dan cm bs berdoa smg ujian nasional (UKMPPD) nya gak ikutan mundur.
Pas awal mau koas, ibu sering mikir kl nanti koas udh bener2 no time utk liburan apalagi mau jalan2 keluar kota itu aja susah harus curi2 wkt dn malah bikin cape krn wkt nya bakalan mepet. Pas udh masuk koas pun kalo beneran lg cape bgt, seringkali ibumu dn tmn2nya mengeluh ingin libur, gak minta banyak seenggaknya 3-4 hari berturut2 aja sekali tp itu gak mungkin (menurut kita sbg manusia ya) trs sering jg ngeluh kl ada tgl merah kejepit maunya dibablasin aja bs gak sih krn walaupun hr kejepit kita hrs tetep masuk tuh jd gak bs kemana2 wkwk. Alhasil, 4 minggu yg lalu, setelah selesai 1 stase minor pertama. Kami anak koas bener2 dikasih libur sm Allah, kadang mikir mungkin ini kali ya Allah kasih dari ucapan2 kita selama ini yg suka ngeluh mau libur.
Jd nak intinya ibu mau bilang, ibumu ini termasuk salah 1 org yg ada di dlm sejarah koas diliburkan dlm jangka wkt cukup panjang. Yg dimana sejarah ini bener2 jarang bgt terjadi, blm pernah malah sepengetahuan aku sih yak. Dann sejarah UKMPPD diundur.
Lain waktu ibu akan nulis surat yg bener2 yaa pesan utk km.
Sekian, love you nak😜🙆🏼♀️❤️
Pura-pura tersenyum
Bukan main capeknya jaga kali ini.
Semalem, aku jaga IGD sebagai dokter muda bagian anak. Sebelumnya aku pernah jaga di IGD anak 1x, dan menurutku cukup menyenangkan, karena pagi itu pasiennya tak begitu banyak, dan, ya, itu masih pagi, memang secara biologis, waktu itu sehari-hari ku gunakan untuk bekerja.
Selain itu, aku biasanya jaga di ruang perinatologi (ruang bayi) dan HCU anak. Semuanya juga tidak terlalu buruk. Hanya 1x jaga yang cukup tidak menyenangkan karena saat itu kondisi pasiennya banyak yang jelek. Jadi harus stand by untuk memonitor mereka, karena jika tidak, bayi-bayi kecil itu bisa lewat sewaktu-waktu
Sangat berbeda dengan jaga IGD tadi malam, hampir aku tidak bisa tidur. Sejak naik jaga jam 15.00 WIB, aku sangat sedikit sekali berhenti bergerak hingga jam 2 pagi esok harinya. Aku sempat tidur sekitar 1,5 jam, tidur yang terbangun-bangun karena tidak nyaman. Sekitar pukul 03.30 WIB aku udah mulai keliling lagi.
Panen pasien, entah kenapa bayi dan anak-anak hari itu datangnya bersamaan.
Menurut mitos para tenaga medis, kami mengenal istilah “Pembawa“, itu sebutan untuk orang-orang yang setiap kali jaga, pasiennya selalu banyak. Dan istilah “Penolak”, dianugerahkan untuk mereka yang setiap kali jaga selalu aman-aman saja, entah pasiennya sedikit, ataupun pasien yang kondisinya tidak mengancam nyawa.
Kebetulan malem tadi aku jaga sama dokter pembawa. Mitos pun jadi fakta. Di IGD anak selama jaga 15 jam 30 menit, lebih dari 10 anak yang harus aku bantu rawat. Aku sampai tidak bisa lagi mengingat berapa jumlahnya. Merawat anak kecil pun tidak mudah. Untuk pasang infus pada bayi saja, kami perlu bekerja sebagai tim. Sangat berbeda dengan saat menangani orang dewasa.
Ada satu pasien yang sangat ku ingat, lucu sekali tingkahnya. Pada awalnya dia sama sekali tidak mau disentuh dan diperiksa oleh siapapun kecuali oleh mamanya. Dan dengan segala strategi, kami pun berhasil melakukan beberapa pemeriksaan dan tindakan medis untuk anak itu. Sebuah kepuasan tersendiri.
Semakin malam, semakin malam, fisik mulai lelah. Normalnya, aku biasanya sudah terlelap sejak jam 20.00 an hahaha.
Ada saja komplain dari keluarga pasien. Sudah dikatakan berkali-kali, tidak boleh diberi minum karena bayinya sedang dipuasakan, tapi neneknya memaksa. Yang seperti itu tidak cuma 1 :(. Sudah dibilang, yang nunggu 1 saja, tapi malah 1 keluarga semua masuk IGD. Sungguh itu mengganggu sekali keluwesan kami dalam bekerja, karena tempatnya jadi sempit, dan kadang keluarga pasien tidak aware bahwa terkadang kami perlu berjalan cepat, berlari, untuk menolong yang lain. Mereka justru membuntu jalan, menurutku.
Sebentar-sebentar manggil “Suuuus”.
Tolong bu, tolong, saya bukan suster :(. Tapi yasudahlah. Udah malem, bodo amat mau dipanggil apa. Salahku sendiri juga tidak memperkenalkan diri ke keluarga pasien. To be honest, aku lebih seneng dipanggil “mbak” daripada “sus”. Entah kenapa, karena mungkin memang aku bukan suster, kalo mbak-mbak sih iya, dipanggil tante juga bisa ahaha.
Namanya orang capek ya, bawaannya mau judes aja, apalagi mens hari pertama. Matilah kau sudah kalau ngajak aku tengkar. Wkwk. Ga deng, ga seganas itu kok :D
Tapi aku selalu inget gimana rasanya diperlakukan buruk oleh tenaga kesehatan saat ayah dan ibu dulu sakit. Sedih, amat sangat sedih. Sebagai keluarga pasien aku pasti merasa “kami ini sedang susah, kok malah digitukan”, tapi aku juga tau bagaimana perasaan tenaga kesehatan yag pasti juga punya pikiran “saya capek, pasien saya ga cuma Anda saja”.
Setiap kali teringat itu, aku mencoba tersenyum palsu dengan harapan dapat membangkitkan moodku, agar secara tidak sadar aku sudah tersenyum ikhlas. Dokter jaga yang semalem pun orangnya sangat ramah dan murah senyum. Melihat beliau -yang pastinya lebih capek dari aku- aku jadi malu jika baru segini saja sudah mengeluh.
Ada sebuah kalimat yang senantiasa ku ingat dan sengaja ku ulang-ulang dalam pikiranku agar aku dapat menjadi tenaga medis yang baik, walau terkadang semua itu harus ku awali dengan senyuman palsu.
Be kind, no matter how bad your day is going. The patient is always having a harder day than you. -dr. K-