Kita sering merasa bangga terlalu cepat. Padahal tidak semua pencapaian adalah bukti kemampuan. Kadang itu hanya keberuntungan, bantuan orang lain, atau sekadar kebetulan yang kita anggap sebagai kehebatan pribadi.
Masalahnya, ketika kita terlalu cepat merasa hebat, kita berhenti belajar. Kita mulai percaya bahwa pencapaian sementara adalah identitas permanen. Dan di situlah bahaya muncul: kenyataan akan selalu mengejar kita, dan ketika ilusi itu runtuh, malunya jauh lebih dalam daripada jika sejak awal kita bersikap rendah hati.
Kesombongan tidak hanya menipu orang lain—ia menipu diri kita sendiri. Dan penipu terbesar adalah keyakinan bahwa kita sudah cukup, padahal perjalanan masih panjang.
— Mahkota338 Quotes













