Aksara Rindu
Ada ikatan, entah bagaimana bentuknya, perihal seorang dengan kampung halamannya. Rindu akan tiap pijakan, akan tiap hamparan, hembus angin, hingga pendar cahaya
Pijakan pertama, kamu kembali, kamu pulang. Memulangkan segala lelah raga dan bising pikiran. Menghirup aroma rindu yang akhirnya terbebas dari tiap belenggu. Mengistirahatkan setiap tatap dengan tiap perubahan, entah letak lemarimu entah itu kursi yang seharusnya menghadap ke barat dan hal lainnya.
Pijakan kedua, kamu berhenti pada suatu titik. Mungkin itu pada sudut ruangan atau tepian teras rumah. Perlahan putaran film masa lampau merenggut alam sadarmu. Tentang ayah, ibu, tentang tangismu, tentang tempat di mana kamu sering terjatuh. Sejenak udara terasa pergi meninggalkan paru-parumu. Ada kosong, ada hampa yang mengisi banyak dari tubuhmu. Ada sepi yang ingin berbagi denganmu.
Pijakan ketiga, kau akan terduduk, terdiam bertemankan sepi. Membagi tiap detik ingatan yang memutar kenangan tentangmu. Mengingat bahwa pohon di depan teras masih setinggi tubuh kecilmu, hingga kini ia menjulang mengecup langit. Mengingat perihal ayunan kecil tempat kau dulu bermain, hingga kini ayunan itu tak ada lagi. Mengingat begitu sederhana kau mampu rindu. Tiap sudut rumah seakan bercerita, berebut tempat dalam alam pikirmu. Merindukan kau yang kini meninggalkannya jauh.
Pijakan keempat, mungkin dadamu mulai terasa sesak. Mengingat betapa jauh kau telah melangkahkan kaki meninggalkan rumah. Mengingat betapa lama kau pergi jauh dari rumah. Mengingat betapa besar keriduanmu untuk pulang, untuk mampu kembali tinggal. Merebahkan segala hari yang lelah. Memeluk segala memoar seakan kau enggan satu pun pergi dari pikirmu.
Pijakan kelima, kau akan berpaling dari tempat kau terdiam. Memeluk sosok yang selalu kau rindukan. Mengembalikan ragamu yang lelah ke dalam pelukan mereka. Memulangkan jiwamu, yang tak kunjung henti mengucap nama mereka dalam doa, ke dalam rengkuh kasih sayang mereka.
Pijakan keenam, kau akhirnya pulang. Pulang untuk memulangkan segala jarak yang dulu merentang. Pulang untuk mengambil tiap kepingan memori yang hilang. Pulang untuk merenggut setiap definisi rumah sebenarnya. Pulang untuk mengantarkan setiap pijak yang tak mampu setiap saat kembali ke rumah. Pulang untuk mengembalikan kau kepada tempat dan orang-orang yang kau sayang.
Karena kau pulang bukan hanya kepada tempat, tetapi juga pada seseorang.
raindropstales.wordpress.com













