Semalam, setelah menyelesaikan Training terakhir di Desa Boneonge, kawan saya yang merupakan penduduk lokal mengajak kami menghadiri acara adat Kamomose yang kebetulan dilaksanakan di desa itu, tapi karena diserang rasa ngantuk dan penat karena seharian berkeliling desa, sayapun tidak serius menanggapinya.
Kawan saya kemudian menjelaskan bahwa Kamomose adalah acara ajang mencari jodoh buat muda-mudi yang siap menikah, “nanti para gadis-gadis akan duduk di depan nampan masing-masing dan pemuda berkeliling sambil melihat, jika ada gadis yang menarik perhatian, langsung lempar kacang ke nampan gadis itu, jika dia merespon, maka lanjut dengan perkenalan” sambungnya.
Mendengar kata “Jodoh”, seketika rasa ngantuk saya hilang, sambil memperbaiki sandaran kursi mobil, dengan setengah berteriak saya katakan
#
Tanganku kini memegang baskom kecil berisi banyak kacang tanah sebagai senjata untuk melempar nampan gadis-gadis yang sedari tadi duduk angun dengan balutan pakaian adat buton, wajah mereka samar-samar terlihat disinari pendar cahaya lilin yang disimpan di atas nampan.
Berbekal semangat 45 dari seorang jomblowan yang ingin menjemput jodoh, bersama teman, saya kemudian melangkah perlahan melihat dengan seksama wajah gadis-gadis yang kami lewati. Namun, magnet paras angun khas gadis buton tak satupun mampu menarik tanganku untuk melempar kacang ke nampan mereka.
“Kenapa belum melempar?” dia berbisik kepadaku “Tidak apa-apa”, kami lanjut berjalan. Padahal dikepalaku bergejolak sebuah pengandaian. Mengandaikan sekiranya menemukan Hayati duduk angun dalam lingkaran dengan kerudung putihnya lalu berkata “abang zainuddin, Hayati telah lama menunggumu bang, lemparkanlah semua kacangmu kenampanku” :D :D
Tepukan dipundakku seketika membuyarkan lamunanku “Saya lupa memberitahukanmu, kawan. Sebenarnya acara Komomose ini hanya seremonial saja tujuannya untuk penggalangan dana, kebetulan juga masyarakat disini banyak yang pulang dari perantauan”.
Ahh, ngomong dari tadi kek, ayoo pulang..!!
# Dulunya Adat Kamomose memang ajang untuk mencari jodoh, tapi sekarang sudah mengalami pergeseran, karena jodoh kini sudah tidak ditentukan lagi dari seberapa banyak kacang yang dilempar di nampan gadis. Tapi seberapa besar nominal uang Panai yang ditaruh diatas nampan orang tua si gadis, eeaa
Cerita semalam dengan sedikit dramatisasi..