Good morning love…… #ramadhanday17 #ramadhan2021 (at Petaling Jaya, Malaysia) https://www.instagram.com/p/COOzJxnFAEayWcpHYHwds0lVuYjE6HRqFgSLkA0/?igshid=1xkmv8wxo2hu6

seen from Türkiye
seen from Slovakia
seen from United Kingdom
seen from Poland
seen from Norway
seen from Taiwan

seen from Spain
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from Georgia

seen from United States

seen from Somalia
seen from China
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Malaysia
seen from France
Good morning love…… #ramadhanday17 #ramadhan2021 (at Petaling Jaya, Malaysia) https://www.instagram.com/p/COOzJxnFAEayWcpHYHwds0lVuYjE6HRqFgSLkA0/?igshid=1xkmv8wxo2hu6
Perkataan dan teori abadi, tidak pernah berubah sejak sebelum apapun diciptakan 😭 That’s why, it’s our guidance. Completed. #jurnalramadhan #ramadhanday17 https://www.instagram.com/p/CAAbqwWAwxR/?igshid=6qogu7j0xoix
DESMINORHEA
Seberapa sadar sih kita menikmati putaran waktu 24 jam dalam sehari?
Relatif. Ya, jawabannya tidak bisa dibatas oleh suatu parameter. Tergantung bagaimana kamu melalui kondisi saat itu. Ada masanya ketika kamu bahagia, ketika menghabiskan bersama dengan orang yang membuat kita nyaman, waktu seakan-akan sangat cepat berlalu. Tapi, ada masa pula ketika kita dalam kondisi tertekan, sedih, banyak yang harus dipikirkan dan dikerjakan, waktu seakan lama sekali untuk beralih hari. Ada saatnya waktu ditunggu untuk dihabiskan, atau ditunggu untuk berlalu.
Setiap orang memiliki massa yang sama dalam sehari, sebulan, dan setahun. Ada sehari atau dua hari dalam sebulan yang tidak ingin aku nikmati, yang pasti terjadi, tetapi datangnya diantara ketidakpastian. Yang pasti diantara ketidakpastian itu menyakitkan, lebih tepatnya melumpuhkan. Aku dibuatnya tak berkutik walau hanya sekedar untuk berpikir hal-hal kecil, apalagi bergerak. Hari itu dipastikan aku menjadi manusia yang sangat tidak produktif, bahkan mungkin merepotkan. Kegiatan hari itu dihabiskan dengan merintih, menangis, bergulung-gulung di kasur, menghirup aroma balsem yang paling menyengat atau minyak kayu putih. Dua tempat yang aku kunjungi hanyalah kamar tidur dan kamar mandi. Makanan yang kunikmati hanyalah roti atau crackers tawar-tawar manis dengan segelas teh pahit tubruk aroma melati. Jangankan dinikmati, mungkin selang tak lama kemudian makanan tersebut keluar lagi dari tempat awal ia masuk. Badan berkeringat pekat menahan sakit yang, kata Ibu seperti orang yang mau melahirkan, peluh mengucur tak henti sampai-sampai aku ingin dikipasi, tapi aku tak mampu menahan dingin angin yang membelai-belai kulitku.
Pernah sampai tiga kali aku memeriksakan diri, bahkan sampai ke spesialisnya langsung, dan di usg pula. Dari ketiganya memvonis aku sehat dan tidak memiliki kelainan atau gangguan apapun. Gawatnya lagi, penyakit ini tidak ada yang mengobati. Setiap kali ke dokter, resep obat hanya untuk pereda nyeri. Berarti nyeri itu sudah pasti akan menyerang setiap bulannya, kan? “Ah, ngga apa-apa, itu memang gitu kok, nanti setelah nikah juga sembuh. Temen Ibu pernah kaya gitu. Setelah nikah dan punya anak, nyerinya tidak datang lagi,” ujar salah satu dokter.
Wah, sayangnya, kalau harus memilih, aku tidak ingin sembuh sekarang. Masih banyak hal yang ingin aku lakukan sendirian. Kalau dihitung-hitung, sampai saat ini, paling tidak aku sudah merasakan sakitnya 108 kali. Kalau aku merencanakan menyempurnakan separuh agamaku paling tidak 1 tahun lagi wkwk *amin* berarti aku harus merasakan sisanya 12 kali lagi. Bisa lah ya... apalah artinya 12 dibanding dengan 108?
Manusia seringkali menghitung rugi. Padahal kalau dibandingkan dengan hari ketika nyeri tidak datang menyerang, kira-kira 9x29x12 hasilnya 3123 hari! Hanya 3,45% dari 100% masih saja dikeluhkan. Padahal, bukankah Allah telah menjanjikan dosa yang terhapus dibalik kesakitan yang ditanggung hamba-Nya? Bukankah Allah telah berfirman bahwa tidak ada beban yang melebihi batas kemampuan hamba-Nya? Bukankah manusia itu diuji untuk meningkatkan derajat imannya dihadapan Tuhan?
Bukankah sangat sedikit sekali, orang-orang yang menderita desminorrhea sehingga setiap bulannya ia mendapat kesempatan terhapusnya dosa dan dilatih untuk mengasah kesabaran?
“Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
(Still) Bdg, 17 Ramadhan 1438H
. #RamadhanDay17
Keterujaan hakak yang rare dan luar biasa sangat even selalu sangat dah kerja baking membaking ni. Natijahnya, hakak rasa nak pitam hakak tengok barang buat kuih raya. #ramadhanday17 #kuihraya2017
Malam Nuzulul Quran 1438 H
Tausiyah qabla shalat tarawih di salah satu masjid di daerah Bandung Timur
Oleh Asep M. Kamal, M. Ag.
*
Menurut Imam Al-Ghazali, turun adalah perpindahan sesuatu dari posisi tertinggi ke terendah.
Jumhur berpendapat Al-Quran diturunkan melalui tiga tahap:
dari Allah swt ke lauh mahfuzh
secara bahasa, lauh = papan & mahfuzh = terpelihara.
Allah swt tidak turun langsung ke lauh mahfuzh (sesuatu yg tipis dan terpelihara), melainkan Allah swt firmankan Al-Quran ke lauh mahfuzh. Allah swt Maha Tinggi dan tidak ada satupun yg menyamaiNya, otomatis lauh mahfuzh lebih rendah, maka prosesnya disebut turun.
dari lauh mahfuzh ke baitul izzah
lauh mahfuzh lebih tinggi dari baitul izzah (langit dekat dunia), maka prosesnya disebut turun. pada tahap ini, Al-Quran diturunkan secara sekaligus.
dari baitul izzah ke Nabi Muhammad saw
tahap ini disebut sebagai turun majazi. Al-Quran diturunkan dari baitul izzah ke Nabi Muhammad saw, baik melalui perantara malaikat Jibril ataupun langsung ke hati sanubari Nabi Muhammad saw, secara berangsur selama lebih kurang 22 tahun 2 bulan 23 hari. why?
Disesuaikan dengan perjalanan dakwah Rasulullah saw.
Agar Rasulullah saw tidak merasa berat, karena beliau juga kan seorang manusia.
Disesuaikan dengan sikon atau kebutuhan saat itu.
that’s why sering kita temui ayat yg berbunyi “yas aluunaka” (mereka bertanya padamu), lalu berikutnya akan ada jawaban “qul” (katakanlah). ketika ada sahabat atau musuh yg mengajukan pertanyaan, Rasulullah saw tidak menjawabnya dengan hawa nafsu, melainkan menunggu petunjuk dari Allah swt.
**
Allah swt berfirman bahwa Al-Quran diturunkan saat lailatul qadr / malam yg penuh berkah / malam kemuliaan (QS Al-Qadr: 1). As we know, bulan Ramadhan adalah bulan mulia yg penuh berkah dan terdapat lailatul qadr di sepuluh hari terakhirnya. Maka jelaslah bahwa Ramadhan = bulan diturunkannnya Al-Quran. Bahkan, kita-kitab sebelum Al-Quran pun diturunkan di bulan Ramadhan.
***
Pada 17 Ramadhan:
Terjadi perang badar.
Diturunkan firman pertama yaitu QS Al-Alaq: 1-5, pendapat jumhur.
Terjadi peristiwa haji wada’ (haji perpisahan), pendapat jumhur.
selama hidupnya, Rasulullah saw hanya 1x melakukan ibadah haji. saat itu hari Jumat dan Rasulullah saw tengah melakukan wukuf di arafah. turunlah QS Al-Maidah: 3 (tapi sepotong, potongan akhir). ketika Rasulullah saw menyampaikan ayat ini pada para sahabat, Abu Bakr nangis. Umar bin Khattab nanya, “Ada apa? Mengapa engkau menangis?” Abu Bakr paham bahwa tugas Rasulullah saw telah selesai dan mereka akan segera berpisah. betul saja, tak selang lama usai kejadian tersebut, Rasulullah saw wafat.
****
Al-Quran yg sekarang kita pegang, isinya disusun bukan berdasarkan tertib nuzul (turun) dari Al-Alaq: 1-5 s.d. Al-Maidah: 3, melainkan disusun berdasarkan tertib mushaf dari Al-Fatihah s.d. An-Nas.
Tertib mushaf digunakan saat Nabi saw melakukan talaqi dgn malaikat jibril menggunakan tertib mushaf dan saat Allah swt firmankan Al-Quran ke lauh mahfuzh.
*****
Kenapa QS Al-Baqarah: 2 disimpan di bagian awal?
Karena iman pada Al-Quran adalah hal mendasar yg harus kita miliki, kita yakin dan tidak meragukannya sedikitpun.
Al-Quran tengah mengenalkan dirinya sendiri bahwa ia adalah hudan (petunjuk) hidup agar ibadah manusia lurus hanya pada Allah swt. analogi: seperti produk yang ada buku petunjuknya agar dapat digunakan dengan semestinya.
******
Al-Quran itu:
Hudallinnaas (petunjuk bagi manusia)
(kata siapa gitu lupa, ga kecatet namanya) Al-Quran itu menjelaskan dan menafsirkan satu sama lain. contoh QS Ali-Imran: 133 menyebutkan tentang lilmuttaqiin (orang-orang yg bertakwa) dan dua ayat berikutnya yaitu QS Ali-Imran: 134-135 menjelaskan tentang ciri-ciri lillmuttaqiin.
Furqaan (pembeda)
yang haram ya haram, yang halal ya halal. jelas!
Burhaan (bukti kebenaran) dalam QS An-Nisa: 174
Yahdii lillatii hiya aqwam (petunjuk ke jalan yg paling lurus) dalam QS Al-Isra: 9
bukan mustaqim, tapi aqwam.
memberi kabar gembira dengan surga dan ancaman dengan neraka.
orang mukmin mendapat pahala yg besar dari sisi Allah swt.
Maa huwa syifaa wa rahmah (obat penawar dan rahmat) dalam QS Al-Isra: 82
galau? gelisah? pusing? kata Nabi saw, “berwudhulah dan bacalah Al-Quran!” sebab ia sebaik-baik dzikir dan akan menenangkan hati.
*******
Hadits:
Bacalah Quran! Sesungguhnya pada hari akhir dia akan datang untuk memberi syafa’at.
QS Thaha: 124
Barangsiapa berpaling dari dzikir-Ku (Quran) maka sungguh kehidupan (dunia) nya akan sempit dan di akhirat dlm keadaan buta.
Semoga kelak di alam kubur kita dapat menjawab “quran imami” dan termasuk dalam golongan ahlul quran. Aamiin
Ramai yg ambil ringan (including me 😔😔) in perfectly covering aurah. Covering aurah is perintah Allah. tak ikut perintah Allah = berdosa. thus, brother & sister let us be a better Muslim by following Allah's command 😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊 #sharing #islamisbeautiful #islamiswayoflife #tutupauratsempurna #ramadhanDay17 #NuzulQuran