Perubahan besar apa yang terjadi didiri kamu belakangan ini?
Seorang teman pernah bertanya beberapa hari silam. Saya hanya menjawab singkat, ada banyak hal yang berubah. Banyak sekali.
Jika dulu saya adalah manusia yang paling sulit memaafkan diri sendiri, kali ini perlahan mulai bisa berdamai, walau kadang masih ada perang hebat di kepala. Jika dulu saya adalah manusia yang paling suka memamerkan foto di segala media sosial, kali ini perlahan mulai berkurang.
Jika dulu saya adalah manusia yang paling sering keluar rumah, kali ini saya bisa tahan hingga berminggu-minggu diam dirumah saja. Dan jika dulu saya adalah manusia yang selalu punya akun disegala media sosial, kini hanya aktif di beberapa akun saja yang menurut saya penting dan bisa digunakan sebagai sarana untuk menebar kebaikan.
Iya, setiap manusia pasti mengalami perubahan dari hari ke hari. Hanya manusia-manusia yang (mungkin) tak pernah mendapatkan hidayah yang akan selalu sama setiap harinya. Kalian tahu kan, sekalipun hidayah Allah mampir di kita, namun jika kita tak menjaga hidayah itu tetap ada, maka akan hilang sedikit demi sedikit.
Contoh sederhana, seorang wanita yang dulunya tak berjilbab, sejak kematian ayahnya mulai berjilbab, namun selang beberapa tahun karena pengaruh yang mampir disekitarnya akhirnya membuat hijabnya kembali dia lepas. Kembali menjadi dirinya yang dulu.
Kisah perubahan kali ini datangnya dari seseorang yang sampai saat ini berhasil menyita perhatian saya. Dia seorang yang aktif di beberapa media sosial, senang melakukan kegiatan sosial, dan cukup terkenal dikalangan perempuan. Dua hari lalu saya sempat terkejut mendapati beberap tweetnya yang mulai berubah.
Dari yang dulu senang ngetweet baper, kini lebih senang ngetweet perihal self reminder yang bernuansa islami. Dari yang dulu aktif sekali di Path dan FB kini tak lagi terlihat di kedua media sosial itu. He’s changed, many. Menurutku, seseorang yang sudah sangat addicted dengan sosmed sangat susah melepaskannya, namun nyatanya tidak.
Kita mungkin akan berbisik ke diri sendiri “sayang loh, udah banyak teman masa di delete akunnya?” Iya, saya pun pernah demikian. Bahkan saat saya berhasil menghapus beberapa akun masih ada yang bertanya alasannya apa. Kita kan memiliki hak untuk memilih dalam hidup kita, dan mengurangi aktivitas yang tak bermanfaat sama sekali pun adalah pilihan yang baik untuk kita.
Berubah menjadi lebih baik pun tak semudah yang terlihat. Ada banyak sekali ujian-ujian yang akan menghampiri kita. Godaan-godaan yang mungkin tak pernah kita sangka tiba-tiba datang ke kita. Saat kita memutuskan untuk berubah menjadi lebih baik lagi atau istilah islaminya HIJRAH, maka saat itu juga kita harus meninggalkan segala hal buruk yang ada dibelakang kita.
Tidak banyak manusia-manusia yang cukup kuat dalam perubahannya, ada kala dia menjadi dirinya kembali di tengah-tengah Allah sedang menyambutnya dengan kedua tangan-Nya. Jika suatu ketika kita hendak kembali ke masa dimana kita banyak berbuat dosa, ingatlah bagaimana sulitnya perubahan yang kita lakukan.
Bumi Allah, 9 Juni 2017 | 14 Ramadhan 1438 H