Berbaik Sangka pada Allah SWT Sebagai Kunci Kehidupan
Pernahkah Anda mendengar istilah “Law of Attraction”? Jika Anda pernah membaca buku The Secret karya Rhonda Byrne, maka pasti istilah tersebut sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Dalam buku tersebut dijelaskan mengenai kekuatan yang dihasilkan dari pikiran kita dan memanifestasinya dalam bentuk “Law of Attraction” atau Hukum Tarik Menarik.
Banyak perdebatan mengenai sisi spiritualisme dari Law of Attraction. Namun, sebagai seorang Muslim yang mengimani Allah SWT sebagai Sang Pencipta, maka kita dapat menerapkan Law of Attraction dengan pedoman Islam. Pada kesempatan ini, saya tidak akan membahas mengenai Law of Attraction lebih lanjut, melainkan poin menarik yang dapat kita ambil dan bagaimana kita mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang Muslim.
Kita dapat mewujudkan segala hal yang ada di alam bawah sadar kita menjadi kenyataan; baik itu hal yang positif, maupun negatif. Apakah hal itu mungkin? Jawabannya adalah iya, karena saya sudah merasakannya sendiri.
Berbagai hal yang baik sudah saya rasakan dengan berbekal positive thinking pada Allah SWT dan ikhtiar semaksimal mungkin. Kelancaran proses sidang skripsi hingga wisuda, mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, hingga pertemuan dengan pasangan hidup. Jika kita menjalani hidup dengan pandangan berbaik sangka terhadap Allah SWT (husnudzon), bahwa Allah akan senantiasa mendengarkan doa dan melihat segala usaha kita, maka insya Allah kemudahan akan mendatangi kita.
Yang semula kita pikir tidak mungkin, dapat menjadi mungkin dengan bantuan Allah SWT.
Begitu pula jika kita kerap kali berpikiran negatif dan berburuk sangka pada Allah SWT dan segala aspek kehidupan kita (suudzon), maka secara tidak kita sadari, hidup kita akan terasa menyedihkan dan mendatangkan kesulitan.
“Berdoalah (mintalah) kepadaku, niscaya aku kabulkan untukmu.” (QS al-Mu’min: 60)
Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
"Allah Ta'ala berfirman, "Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berbaik sangka, maka ia akan mendapatkan kebaikan. Jika berprasangka buruk, maka ia mendapatkan keburukan." (HR. Ahmad)
Pemikiran bawah sadar seperti keinginan kita untuk memiliki karir yang bagus, rezeki yang lancar, jodoh yang baik, keluarga yang harmonis, ataupun hal lain yang lebih kompleks, dapat terwujud jika kita percaya dan berbaik sangka pada Allah SWT dengan memanjatkan doa dan disertai dengan ikhtiar yang cukup. Seperti apa saja bentuk ikhtiar itu? Selain dari shalat lima waktu, bertaubat, bersedekah, membahagiakan kedua orangtua kita, mengamalkan seluruh ajaran Allah SWT dan menghindari larangan-Nya, kita pun dapat berikhtiar dalam mengembangkan potensi dan memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.
Maka, teruslah berbaik sangka pada Allah dan syukuri segala hal yang kita alami dalam kehidupan kita. Percayalah bahwa segala kenikmatan di hidup kita hanya datang dari Allah SWT, dan selalu ada hikmah yang dapat dipetik dari musibah yang Allah turunkan pada kita. Dalam kehidupan ini, kita tidak akan pernah luput dari masalah, namun kita dapat meminta untuk diberikan kekuatan dalam menghadapinya kepada Allah SWT.
Jika kita senantiasa berbaik sangka pada Allah SWT dan menerapkan gaya hidup positif dalam kegiatan sehari-hari, niscaya kita akan rasakan manfaatnya.
Seperti sebuah kalimat yang terdengar klise, namun sebenarnya memiliki arti yang cukup dalam: You only live once, so live it with good vibes only!
- Karina Indra (Digital Branding and Communication PSB)
22 Ramadhan 1442H // 04 Mei 2021














