Waktu itu belum masuk Ramadhan, diriku sedang gabut dan asik streaming youtube. Babeh datang dan bilang, “kalau lagi puasa kamu main gadget, nonton, buka bersama, ngabuburit, Allah gak butuh puasamu. Karena yang kamu lakukan itu kesia-siaan,” Aaand it really hit me to the moon and back.
Setelah menjalani 2 hari Ramadhan ini, aku sadar kegiatan yang aku lakukan sehari-hari kalau lagi libur, kebanyakan adalah hal-hal ga guna. #apalah aku ini ikan-ikan :(
Sebenarnya ada kegiatan yang harus aku ikuti selama liburan ini di kampus, termasuk saat Ramadhan ini. Tapi maafkan aku teman-teman, bagiku kalau aku datang aku hanya akan melakukan kesia-siaan. Aku tidak begitu tertarik untuk duduk berdiskusi masalah definisi dan alur berpikir selama 10 jam setiap harinya. Engga sih gak 10 jam juga. Mungkin hanya 8 jam diskusi, 1 jam ishoma, dan sisanya nunggu massa yang ngaret-ngaret. Sudah kubilang sistem kuorum hanya efektif diterapkan ketika massanya sudah sadar untuk datang tepat pada waktu yang disepakati. kalau sekarang ini, rasanya jadi yang datang tepat waktu tuh kayak, “ya salahmu sendiri datang tepat waktu.” Sudah kucoba mengubah ketidakidealan ini tapi #apalah aku ini ikan-ikan.
Hmmm, ngaler ngidul ya? Yaudahlah, kan “if you don’t have any nice thing to say, post it on tumblr.”
Selamat menunaikan shaum Ramadhan, selamat meminimalisir kesia-siaan, semoga setiap ibadah kita diterima, amiin.
P.S. according to Dina Amalia, “apalah aku ini ikan-ikan” merupakan versi Binjai dari “da akumah apa atuh”