
Love Begins

izzy's playlists!
Sweet Seals For You, Always

Origami Around
🪼

if i look back, i am lost
Peter Solarz
wallacepolsom

★

祝日 / Permanent Vacation
Stranger Things
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸

shark vs the universe
Misplaced Lens Cap
$LAYYYTER
No title available
we're not kids anymore.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
taylor price
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Latvia
seen from United States
seen from Brunei

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Yemen

seen from Netherlands

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
@nunahamitaf
Telah mencapai usia dimana males scroll ke atas untuk tau apa yang sudah dibicarakan di grup chat 🥲
Biasanya sih polanya begitu biasanya. Setelah orang berbondong-bondong menghujat mencela ustadz yang mendakwahkan tauhid, berbondong-bondong pula orang mencari tau dakwahnya dan jadi dapat hidayah. Karena kalau dipelajari dengan hati yang bersih, niat yang lurus dan akal yang sehat, insyaaAllah tidak akan ditemukan cela seperti yang dituduhkan oleh para pencela.
Ada yang bikin konten yang mungkin dimaksudkan untuk menghina asatidz salafi, tapi jatohnya malah jadi kayak menghina syari'at Islam kan.. naudzubillahi min dzalik.
Semoga Allah selalu membimbing menuntun aku, keluargaku, dan umat islam pada umumnya untuk teguh berdiri di atas agama Islam yang lurus, di atas jalan yang ditempuh oleh para salafush shalih. Aamiinn
Masih kepikiran sama ibu-ibu yang curcol kemaren. Di awal-awal pembicaraan itu, si ibu ini nanya permasalahan fikih, kenapa belio disuruh membuka cadarnya saat ihram? Yaudah kujelasin sebatas yang aku tau gitukan fikihnya. Tapi kayaknya bukan itu pertanyaan belio sebenarnya, karena kemudian muncul kalimatnya gini, "terus emang kenapa kalo pake cadar? Kan gak ngerugiin siapa-siapa?" Terus aku berpikir kayaknya kebingungan belio ini bukan hanya masalah fikih tapi juga aqidah, karena kalau dikaitkan dengan pertanyaan beliau sebelumnya tentang larangan duduk memeluk lutut, belio pun saat aku jelaskan dalilnya, belio berusaha mencari-cari alasan atau hikmah kenapa ga boleh duduk memeluk lutut di masjid, "biar sopan kali ya? Takut kelihatan aurat mungkin ya?" Dll
Terus akhirnya pertanyaan "emang kenapa" itu kujawab dengan "yaa karena perintah Allah, perintah Nabi shalallahu alayhi wasallam. Ga mesti ada kenapa-kenapanya. Karena dalilnya shahih, praktiknya benar begitu yang dimaksud, ya udah diamalkan. Wallahua'lam hikmahnya apa."
Semoga ga salah jawab ya, wkwk degdegan. Yang aku pahami hingga saat ini ya begitu sih. Kita kan statusnya Hamba ya. Kalo dikasih perintah baik lewat firman Allah atau sunnah Rasulullah, tugas kita ya taat, bukan menimbang-nimbang lagi apakah syariat itu baik atau benar sesuai nilai-nilai yang dipegang oleh manusia (lagipula standar manusia berbeda-beda dalam menentukan baik buruk). Kita dikasih akal bukan untuk menimbang-nimbang syari'at yang Allah turunkan, syariat Allah sudah pasti baik menurut ilmu Allah Rabb Semesta Alam. Akal kita juga ga dibebani untuk mencari hikmah disetiap syariat Allah. Bayangin betapa beratnya beban yang kita pikul kalau mau mengamalkan syari'at harus tau dulu hikmahnya apa, misal kenapa shalat maghrib 3 rakaat, isya 4 rakaat, kenapa gerakan shalat kayak begitu, kenapa orang yang menggambar makhluk bernyawa dapat siksa yang paling pedih di hari kiamat, kenapa bukan koruptor, kenapa ga boleh makan daging babi, dst. Mungkin ada ulama yang berhasil menggali hikmahnya, mungkin juga tidak. Seringkali akal manusia gak sampai untuk mengetahui hikmah-hikmah tersebut.
Sahabat pun ga tanya-tanya dulu perihal syari'at, langsung taat aja. Contohnya, Nabi pernah lagi ngimamin shalat terus tiba-tiba membuka alas kakinya. Lalu semua sahabat yang shalat di belakang Nabi shalallahu alaihi wasallam pada buka alas kaki juga semua. Padahal itu karena Nabi dikasih tau lewat Jibril bahwa di alas kakinya ada najis. Kisah lain ada juga sahabat yang kalo lewat satu pohon tertentu dia sedikit melenggokkan badannya. Pas ditanya sama sahabat lain, beliau bilang ya semata-mata karena beliau pernah lihat Nabi melenggokkan badannya disitu.
Terus akal dipakenya kapan? Yaa buat menyaring informasi yang sampai dari orang. Untuk memahami agama secara komprehensif. Membedakan baik dan buruk. Basically setiap saat akal harus jalan, kecuali untuk hal-hal yang emang dilarang untuk mengedepankan akal, seperti saat dihadapkan dengan dalil shahih pada perkara ghaib, dan syari'at yang Allah turunkan.
Wallahua'lam semoga jawabanku tidak sesat dan menyesatkan.
Ingat nasihat Ustadz Yazid rahimahullah, celaan manusia ga akan merendahkan derajat kita di sisi Allah, dan pujian manusia pun ga akan menaikkan derajat kita di sisi Allah.
Huffft, celaan yg kita (murid-murid) dapat, ga ada seujung kuku celaan yang didapat oleh asatidz ahlussunnah, bahkan mereka ada yang sampai digeruduk rumahnya, dibakar mobilnya. Innalillah. Se-asing itu ajaran islam di tengah-tengah kaum muslim sendiri.
Sebenernya aku seumur hidup baru dapat celaan yang langsung mengarah ke aku secara personal in real life tuh cuman 2x sih yang terkait aku mengamalkan sunnah. (Gamau inget tapi da keinget terus gimana 🥲) Sisanya celaan dan fitnah keji yang aku cari-cari sendiri dari scroll-scroll sosmed WKWKWK (dodol yah) dan itu gak mengarah langsung ke aku tapi ke penuntut ilmu (secara umum) dari guru yang aku ikuti, ke orang (secara umum) yang mengamalkan amalan yang aku amalkan, dll. Kalo aku ga scroll-scroll kan hidupku baik-baik saja yaa, karena orang di dunia nyata tuh beda sama di dunia maya, yang di dunia maya tuh mean bangettt. Tapi bolehh doong aku tetap mengharap pahala sabar dari Allah, karena aku juga merasa sakit meski bukan aku yang dicela dan difitnah secara keji. Muslim dan muslim lainnya kan seperti satu tubuh, bila satu bagian sakit, yg lain juga ikut sakit. Apalagi yang dicela ajaran agama Islamnya, itu mah harus gak sih merasa sakit? YaaAllah minta pahalanyaa 😭 yang banyaakkk, diguyurrr, tanpa dihitung 😭
Mudah-mudahan pencela-pencela itu Allah lembutkan hatinya untuk menerimah hidayah sunnah, karena... nikmat banget maasyaaAllah, ini adalah karunia terbesar yang Allah berikan ke manusia. Amirul Mukminin, Umar radhiyallahu 'anhu yang awalnya keras terhadap islam, bisa aja Allah beri hidayah dan menjadi pembela Islam di garda terdepan.
Sebenernya ilmu homemaking itu sangat menarik dan menantang bila ditekuni. Ilmunya sangat multidisiplin, karena homemaking yang asli tuh yaa minimal mencakup homesteading, homeschooling, home remedies. Homesteading minimal mencakup ilmu bercocok tanam, berternak, teknik preservative alami, teknik pengelolaan sampah (terutama sampah organik dan kotoran hewan karena buat bercocok tanam juga). Homeschooling minimal mencakup ilmu pendidikan, ilmu duniawi yang dasar dan ilmu syar'i. Home remedies minimal tau pola hidup sehat dan kebersihan, ilmu tentang penyakit-penyakit ringan dan pengobatan alaminya, p3k, dan tau pasti kapan harus ke tenaga medis profesional.
Di dalam itu semua diperlukan ilmu manajerial yang baik, karena harus manage kebun dan hasilnya, manage dapur, manage anak-anaknya (biasanya homemaker anaknya banyak, minimal bangett lima lah, karena buat sdm to keep the house running 😂), manage kurikulum pendidikan anak-anak, dll.
Dan ini ga ada akademinya. Atau mungkin paling deket tuh pramuka kali ya? Wkwk. Jadi emang ilmunya ga terlalu dalam, tapi luas dan praktikal. Bukan specialist, tapi generalist. Tau sedikit tentang banyak hal. Jadi emang ga ada pendidikan homemaking.
Satu homemaker (+ satu provider yang penghasilannya tidak harus banyak, misal bantu jualin hasil kebun/ternaknya, dll) insyaaAllah bisa mencukupi keberlangsungan hidup satu keluarga berapapun anaknya.
Very independent, very sunstainable ✨
Makanya homemaker SEJATI (bukan abal-abal kek guwee) tuh maasyaaAllah sih bener-bener karunia yang besar dari Allah, berkah banget hidupnya.
Di forum forum homemaker internesyenel emang udah banyak banget yang bahas preparing meals based on season. Jadi belanja sayur buah dll tuh disesuaikan aja dengan musimnya lagi pada panen apa. Barang-barangnya pada bagus, dan harganya murah. Khusus untuk hasil panen dalam negeri yaa, kalo impor mahh ya konsisten mahal terusss.. kata gue teh, ner-bener inimah ide yang sustainable dan life-changing banget kalo kita bisa menerapkannya ✨
*life-changing karena life kita zaman sekarang tuh udah terlalu jauh dari ritme alam. Padahal jaman nenek moyang dulu ya makanan mah emang sesuai musimnya. Makanya Maryam binti Imran bisa dapet makanan yang bukan musimnya tuh dianggap sesuatu yang aneh kannn. Makanya sekarang ga ada yang nanya "Kok bisa kamu dapat buah [naon], kan bukan musimnya?". Tapi kalo ada yang nanya, jawabnya sama sih dengan Maryam binti Imran, "dari Allah".
Namun untuk menerapkannya dibutuhkan: rajin survey ke pasar, interaksi dengan pedagang nanya-nanya harga. Ndak sanggup saya. Berharap pak suami diberi kelapangan waktu dan kemauan aja saya mah 🙏
Kenapa aku sering dicurcolin orang ga dikenal atau baru ketemu yaa, masih heran sampe sekarang.
Random banget idup guwee.
Apa orang-orang diluar sana teh emang suka curhat ke orang ga dikenal ya?
Awalnya tadi ada ibu-ibu tiba-tiba nanya, kenapa ada poster dilarang duduk memeluk lutut? (Posisi di masjid) terus kutunjukin dalil haditsnya. Terus lanjut kenalan basa-basi nanya asal usul dst. Terus belio curcol puanjaaaang banget dan kayak pelik banget gitu. Aku cuman iya-iya aja, belio juga ga berhenti ngomong.
Sempat berpikir apa aku mau dihipnotis ya? Langsung ku baca qulhu falaq nas + dzikir2 perlindungan dalem hati, sampe zone out dari cerita si ibunya. Ku juga frequently mengecek kesadaran aku apakah aku masih 100% sadar WKWKWK
Pas balik aku ngecek ga ada barang yang ilang sihhh. Tapi pikiran w kayak terngiang2 cerita si ibunya yg cerai, anak2nya ga bener, ada yg sempat mabuk, temperamen, ada yg mau b*ndir, adiknya dibilang nyantet anaknya, sepupunya kanker dst dst. Ohmyyy, sampe sekarang ku masih overwhelmed 🫠
Kalo suamik ga nanya tadi aku jalan barang siapa, mungkin aku berpikir bahwa aku halu atau diganggu jin.
YaaAllah, kenapa orang seintrovert ini dihadapkan dengan orang-orang random 🫠 padahal ku keluar rumah juga juaraangg, sekalinya keluar tiba-tiba dicurhatin masalah idup orang.
Ya beberapa orang yang tiba-tiba curcol berakhir sebagai teman, karena ketemunya di komunitas yg akan terus berhubungan, kayak sekolah anak, tempat kajian. Atau apakah emang begitu ya cara sebagian orang mendapat teman? Wkwk
Ada hiburan lagi gaesss
Ust. Mufy nampaknya lagi viral gara-gara belio nulis nasihat tentang tawakkal (terlampir). Terus netizen bayakkkk banget yang merespon dg respon2 yg kurang lebih kek begitu (beberapa contoh terlampir).
Bentar nguquq dulu 🤣😭🤣😭🤣😭
Maksud w...
Coba baca pelan-pelan, isi dari tulisan ustadz itu ada 2 pernyataan:
1. Allah menjamin rizqi saat dolar 6000 dan saat dolar 18000
2. Rizkimu tak akan diambil orang atau salah alamat.
Terus, bagian mana yang menyebutkan bahwa beliau membahas muamalah? Bagian mana yang menunjukkan bahwa beliau memakainya untuk menutup pertanyaan ekonomi, sosial, politik? Bagian mana yang mengajak orang nerhenti berikhtiar?
Jadi siapa yang mencampur adukkan? Anda-anda sendiriiii 🤣🤣🤣
I mean, beliau tuh ustad, bukan pakar ekonomi. What do you expect? 🤣 SANGAT WAJAR ga sih seorang ustad ngajak untuk tawakkal, mengencourage orang biar ga berkecil hati? Apa menurut sebagian orang itu gak wajar ya? Wajarnya kek mana sii?
Belum komen-komennya yaaAllahh, antara kocag dan istighfar.
"bernalar dan berusahalah, jangan malas." Cenah. Dengan ngestitch postingan ustadznya, tanpa sensor apapun, ngeTAG akun ustadznya pula. Allahuyahdik. Bayangin ngomong kayak gitu di depan orangnya langsung, di depan banyak orang, mana ke seorang ustadz pula. Allahul musta'an.
Sampe dituduh jadi buzzer... Enak banget ustadz mufy panen pahala 😭
Anak sekarang totalitas banget yak sekolahnya, ujian sampe 2 minggu, perhari 2 mapel, maasyaaAllah. Masih kelas 1 SD lho ini.
Pelajarannya banyaaak, pulangnya soree, hampir asar. Lewat asar kalo ikut ekskul. Tapi apakah makin lama durasi belajar, bikin anak makin pinter? Ku tidak yaqueen.
Apalagi macem anak w. Belajar 1 jam, yang efektifnya cuman maks 15 menit paling, wkwkw. Sisanya cerita ngalor ngidul, berdebat, ngamuk, jalan-jalan, wkwk. Sangat mungkinnn, yang terjadi di sekolah pun dari 8 jam, yang efektif buat transfer ilmu maks 2-3 jam aja wkwkwk menangesh. Dan emang sering, anak w ga sekolah karena bapil, jadinya w ajarin sendiri di rumah, pelajarannya mengacu pada weekly plan dari sekolah. Biidznillah 2,5 jam beress semua pelajaran, lanjut bobo syantiq.
Kepikiran untuk homeschooling tapiii masih minim ilmu perhomeschoolingan, jadi blm berani. Yang jadi pertimbangan juga adalah anak w laki-laki, masih gapapa lah dicemplungin ke tengah-tengah masyarakat, biar tau juga.
Nyari ilmu dari scroll medsos teh sama kayak nyari vitamin dan serat dari minum a*e-a*e
Ada juga yang bilang, "beragama itu harus pakai akal/logika"
This is tricky. Perlu dirinci lagi.
Akal memang memiliki kedudukan yang mulia dalam agama ini. Tapi syariat juga tidak boleh dipahami oleh pemahaman sendiri. Kalau semua orang boleh memakai pemahaman dan akal masing-masing dalam beragama, maka agama tersebut bisa jadi ngalor ngidul, semua orang berjalan suka-suka, apa gunanya agama kalo begitu. Kenyataannya banyak yang bilang, "Riba mah gapapa asal sama-sama ridho", inilah contoh penerapan agama sesuai akal pribadi. Bahkan ada juga yang menganggap zina itu halal, padahal yang berkata demikian adalah seseorang yang berpendidikan hingga jenjang doktoral.
Kenyataannya akal manusia itu lemah, ditambah lagi sering disetir oleh hawa nafsu. Sehingga yang benar adalah menempatkan akal di bawah syariat, menggunakan akal sesuai fungsinya dan tidak melampaui batas. Syari'at sifatnya ma'sum (terbebas dari kesalahan), sedangkan akal bisa saja salah.
Sebagai bentuk kehati-hatian, jika kita menerima dalil quran maupun sunnah, maka cari tahu bagaimana para sahabat bersikap terhadap hal tersebut, cari tahu melalui penjelasan para ulama, jika masih sulit menemukan penjelasannya, tanyakan ke ustaz yang benar manhajnya, jangan mikir sendiri.
Penjelasan lebih detail ada di playlist mulia dengan manhaj salaf ustaz muflih safitra video ke 11 dan 12
Ada yang bilang "ya tinggal ambil baiknya, buang buruknya" dalam konteks belajar agama. Pendapat seperti ini sungguh berbahaya. Kalo kata mak-emak gen z : no no ya 🧏🏼♀️
I mean, berarti Anda harus lebih pintar dari pengajarnya dong, untuk bisa memfilter ilmu yang diajarkan? Dan itu berarti ustaznya sendiri gak bisa membedakan yang baik dan buruk (sehingga harus Anda sendiri yang filter). Terus ngapain belajar sama orang yang gak bisa membedakan baik dan buruk?
"Tapi kan, kebenaran itu harus diterima dari siapapun tanpa memandang siapa yang menyampaikan? " Cenah.
Betuull, kebenaran itu kita terima meskipun yang menyampaikan adalah anak kecil, atau orang fasiq, dll. Tapiiiii, bedakan antara menerima kebenaran VS menuntut ilmu. Menerima kebenaran itu insidentil, misalnya kita di jalan buang sampah sembarangan, terus ditegur sama bocil, yaa nurut lah kan kebenaran tuh harus buang sampah di tempatnya. Sedangkan menuntut ilmu itu kita dengan sadar melangkahkan kaki dengan tujuan mendatangi majelis ilmu, siap untuk menerima ilmu dari pengajarnya, nah ini harus selektif.
Bacaan lebih detail:
https://muslim.or.id/47202-selektif-dalam-menuntut-ilmu-agama.html
Yang lebih detail lagi, playlist:
📘 Serial Mulia Dengan Manhaj Salaf (Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas) Rujukan: Kitab Mulia Dengan Manhaj Salaf (Al-Ustadz Yazid bin Abd
Dapet daging qurban banyak banget. Abah bilang udah abah pilihin itu bagian has dalam has luar, empuklah apalah apalah. Ya alhamdulillah... Tapi... Kok jadi beban yaaa harus dimasak apa dengan skill memasak yang segini segini aja.
Apa benar ya, pada hakikatnya harta benda itu adalah beban. Kalo harta bendanya banyak, jadi ribet harus manage-nya, menjaganya, apalagi hisabnya.
I kinda lost my boring little life these past two weeks due to me being carried away taking classes and it turns out the exams were not as easy as I thought they would be. But it's all over (for a while).
It’s not that I’m complaining. In fact, I’m grateful for this situation, where most of my time and energy are being spent on seeking knowledge instead of dwelling on sadness.
Yes, im not really good at dealing with sadness (yet). I often run from it by keeping myself busy because that's the only way I know how to deal with it. Often, being busy and overworked feels less painful than being left alone with my thoughts. He he ✌️
Perempuan itu kalau curhat cuman butuh didengerin, dimengerti, divalidasi, bukan dikasih solusi. Kalo cuman solusi mah kita juga bisa mikir sendiri 😒
Adult lyfe lesson #537:
Se-ansos apapun anda, kalau anda terlihat gabut, siap-siaplah ketiban amanah.