Perjalanan di setiap Ramadhan tidak lagi sama. Rasa, situasi, dan kenyataan sudah jauh berbeda. Ini ramadhan ketiga yang saya lalui terpisah dari yang biasanya bersama. Ramadhan yang saya jalani dalam masa perjalanan yang saya pilih sendiri. . Tahun demi tahun mengajarkan untuk tidak selalu menuntut, belajar dari apa yang diterima, lalu jika tidak suka bukan berarti harus menolak dengan keras. . Bukan, bukannya membiarkan diri ini jadi lemah, ini bukan berarti mengurangi perjuangan mendapatkan apa yang ingin diraih, tapi justru membuat ruang-ruang baru untuk berfikir, membuat sudut pandang jadi luas, dan melatih hati supaya lebih lapang. . Saat kerja keras tidak dihargai, saat apa yang diyakini selalu dipertanyakan, saat diremehkan, saat dianggap tidak bisa, saat apa yang diharapkan tidak kunjung hadir atau kalaupun hadir tapi tak sesuai yang diharapkan, saat kegagalan datang bertubi-tubi, dan saat harus menghadapi semua tadi sendirian. . Tanpa ruang berfikir baru, kemauan memperluas sudut pandang, dan keinginan melapangkan hati, yang ada hanya akan menjauhkan diri ini dari rasa bersyukur. Membuat lupa akan segala nikmat, teman baik dan segala kebaikan yang diberikan oleh-Nya. Bukankah sudah janji-Nya bahwa siapa bersyukur justru akan mendapat tambahan nikmat?. . Masih jauh sekali diri ini dari yang namanya baik. Dan kehidupan akan terus memunculkan tantangannya. Masih mau tidak bersyukur sama apa yang Allah kasih? Semoga Allah terus mau membimbing (saya). 📷 by : @justarsyad 📍 : Objek Wisata Goa Pindul #RamadhanKareem #ramadhan01 #RamadhanReflektif













